Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, yang merupakan bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2025-2045, Pemerintah menargetkan menjadi negara yang berdaulat, maju, adil, dan makmur. Salah satu pilar utama untuk mencapai visi ini adalah peningkatan daya saing sumber daya manusia. Literasi memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, karena berkontribusi positif terhadap kreativitas, inovasi, keterampilan sosial, dan produktivitas.
Namun, terdapat disparitas yang signifikan dalam budaya literasi antar provinsi di Indonesia. Misalnya saja, Provinsi DKI Jakarta yang memiliki nilai budaya literasi tertinggi dengan skor 68,64, sementara Provinsi Papua berada di posisi terendah dengan skor 29,13. Salah satu faktor utama yang menyebabkan disparitas ini adalah keterbatasan akses terhadap sumber informasi dan bahan bacaan berkualitas di daerah pedesaan.
Dalam hal ini, selain pendidikan formal di sekolah, perpustakaan memiliki peran penting dalam memperkuat kecakapan literasi untuk mendukung Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, serta untuk mendukung penguatan literasi masyarakat pada umumnya.
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial dan Bantuan Bahan Bacaan Bermutu terus berupaya meningkatkan literasi masyarakat. Pada 2024, Perpusnas memperluas cakupan program ini ke 10.000 perpustakaan desa, kelurahan, dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di 38 provinsi, termasuk desa-desa di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus, Perpusnas RI Dra. Nani Suryani, M.Si mengungkapkan, selain memberikan bantuan bahan bacaan berkualitas dan rak buku, Perpusnas juga fokus pada peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan desa, kelurahan, dan TBM melalui bimbingan teknis dan pendampingan program.
“Penguatan kapasitas ini sangat penting agar pengelola perpustakaan mampu memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman,” kata Nani dalam wawacara dengan Media Indonesia, Jumat (31/5).
Untuk memperkuat kapasitas pengelola perpustakaan di 10.000 perpustakaan desa, kelurahan, dan TBM, Perpusnas telah melatih 188 Pelatih Ahli dari berbagai latar belakang, termasuk staf perpustakaan provinsi, kabupaten/kota, pengelola perpustakaan desa, kelurahan, TBM, dan pegiat literasi. Pelatih Ahli ini akan memfasilitasi Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi & Komunikasi (Bimtek SPP-TIK).
Ia menjelaskan, Bimtek dilakukan secara luring dan daring. Bimtek luring dijadwalkan berlangsung dari 19 Mei hingga 14 Juni 2024 di 32 provinsi dengan kuota peserta sekitar 2.200 pengelola perpustakaan. Sementara itu, bimtek daring akan diikuti oleh 7.800 pengelola perpustakaan dan dijadwalkan 24 Juni hingga 9 Juli 2024.
“Materi bimtek tidak hanya mencakup pengelolaan perpustakaan, tetapi juga strategi pengembangan perpustakaan dan pemanfaatannya untuk membudayakan kegemaran membaca. Metode pendidikan orang dewasa yang digunakan dalam bimtek mendorong peserta untuk aktif terlibat dan berbagi pengalaman,” beber Nani.
Ia melanjutkan, akan dilakukan pula penanganan khusus di wilayah 3T. Misalnya saja, ada sebagian wilayah akan menerima Bimtek secara luring karena masalah keterjangkauan. Selain itu, akan ada pendampingan khusus melalui komunikasi jarak jauh agar para pengelola perpustakaan bisa dengan mudah mengimplementasikan ilmu yang didapatkan dengan baik.
Hal itu sejalan dengan UU 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan bahwa kewajiban pemerintah adalah untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat tanpa terkecuali, untuk mendapatkan hak yang sama dalam memperoleh layanan perpustakaan.
“Jadi, bagaimana nanti masyarakat dapat mendayagunakan semua fasilitas yang ada di perpustakaan sehingga menjadi sumber pengetahuan dan sumber belajar bagi mereka,” beber dia.
“Khusus untuk 3T, sesuai MOU Perpusnas dengan Kemendes PDTT untuk Rencana Aksi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Perpusnas di tahun 2024 mengintervensi sebanyak 78 kabupaten, 580 desa/TBM dengan berbagai program,” ungkap Nani.
Ia berharap, Bimtek SPP-TIK dapat mencetak pengelola perpustakaan yang mampu memberikan pelayanan perpustakaan dengan maksimal kepada masyarakat serta mengimplementasikan berbagai program inovatif di perpustakaan.
“Jadi pengetahuan para pengelola perpustakaan ini tidak hanya sekadar mereka dapatkan begitu saja, tapi betul-betul mereka harus mengimplementasikan kegiatan atau praktik baik ilmu-ilmu yang didapatkan di dalam pengelolaan perpustakaan,” jabar Nani.
Untuk menjaga keberlangsungan manfaat program ini, Nani menyatakan pihaknya akan melakukan supervisi untuk melihat perubahan yang ada di perpustakaan maupun taman bacaan daerah. Ia berharap, masyarakat, lembaga, dan pemerintah bisa berjalan bersama untuk meningkatkan literasi di Indonesia.
“Gerakan literasi desa ini bukan hanya milik institusi, tapi gerakan ini merupakan gerakan bersama, dari mulai tingkat individu, kelompok, masyarakat, lembaga dan semua masyarakat di Indonesia untuk merasa terpanggil bahwa memang literasi ini tonggak pertama dalam memajukan dan peningkatan kualitas SDM di negara kita tercinta ini. Jadi ini merupakan gerakan bersama yang melibatkan kita bersama-sama untuk menuju peningkatan kualitas SDM generasi emas di tahun 2045,” pungkas dia. (Z-11)
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya membangun learning organization bagi ASN sebagai fondasi penguatan kinerja dan daya adaptasi organisasi.
Penguatan budaya kerja melalui program New Working Culture dan pembentukan Komite Transformasi Bisnis sebagai kunci agar semua proses organisasi berjalan adaptif.
LSP Quantum HRM Internasional dan Global Communication Network Indonesia (GCNI) resmi menjalin kerja sama strategis dalam penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi kompetensi.
ASN di Jatim diajak membangun kebijakan yang cerdas dan berdampak melalui penguatan sumber daya manusia (SDM) berkualitas serta pemanfaatan teknologi digital.
Data menunjukkan bahwa 93 persen profesional di Indonesia telah terekspos AI, namun kesiapan organisasi masih tertinggal.
PT Geo Mining Berkah (GMB), perusahaan konsultan pertambangan, memperkuat perannya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul di sektor tambang.
Melalui PractiWork, mahasiswa tidak hanya dinilai dari sisi akademik, tetapi juga mencakup kemampuan kognitif, psikomotorik, karakteristik kepribadian, hingga minat dan preferensi kerja.
Periode paling krusial bagi perkembangan manusia terjadi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
LSP Quantum HRM Internasional dan Global Communication Network Indonesia (GCNI) resmi menjalin kerja sama strategis dalam penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi kompetensi.
Musda ke-VIII Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten resmi ditutup dan menandai babak baru kepemimpinan organisasi kepemudaan di Tanah Jawara.
Konsep GAR hadir dari keprihatinan akan adanya kesenjangan antara teori akademik dengan tantangan nyata di lapangan.
Masuknya AI ke dalam proses kerja sering kali memicu kekhawatiran sekaligus memperlebar celah keterampilan (skill gap) di kalangan karyawan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved