Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) terus mendorong Revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai ujung tombak peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program Pemberdayaan Ekonomi Umat.
Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin menegaskan, Revitalisasi KUA kini tidak hanya fokus pada pelayanan keagamaan, tetapi juga pada upaya penanggulangan kemiskinan.
“Kami akan melanjutkan Revitalisasi KUA dengan memperluas dan mengintensifkan program peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai skema pemberdayaan ekonomi umat dan penanggulangan kemiskinan,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Rabu (6/11).
Menurut Kamaruddin, peningkatan kualitas kehidupan keagamaan yang menjadi tujuan Revitalisasi KUA harus diperkuat dengan penekanan pada kesejahteraan masyarakat.
“Makna kesalehan sosial akan terwujud dalam kehidupan sehari-hari, di mana agama hadir di ruang publik sebagai solusi nyata bagi permasalahan sosial,” lanjutnya.
Ia menambahkan, penanggulangan kemiskinan sebagai bagian dari reformasi birokrasi tematik dapat diwujudkan melalui program Pemberdayaan Ekonomi Umat di KUA. Program ini mencakup pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), gerakan wakaf uang, dan inisiatif lainnya.
“Saya yakin, desain organisasi dan tata kerja KUA yang baru dalam PMA Nomor 24 Tahun 2024 ini membuka peluang besar bagi KUA untuk berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas kehidupan keagamaan,” kata Kamaruddin.
Ia menjelaskan, skema produktif seperti pemberdayaan ekonomi umat, pembentukan UPZ, dan gerakan wakaf uang akan mendukung hal tersebut.
Agenda Analisis Tindak Lanjut Ortaker KUA, yang berlangsung pada 4-6 November 2024, menjadi langkah untuk memperkuat program Revitalisasi KUA. Dengan fokus pada Pemberdayaan Ekonomi Umat, KUA diharapkan dapat menjadi lembaga yang tidak hanya memberi pelayanan keagamaan, tetapi juga berperan aktif dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat. (H-2)
Kemenag Maluku melaporkan hilal 1 Syawal 1447 H gagal terlihat di Negeri Wakasihu karena posisi hilal masih di bawah 2 derajat.
Kemenag melaporkan posisi hilal 1 Syawal 1447 H di seluruh Indonesia belum memenuhi kriteria MABIMS. Simak analisis astronomis selengkapnya.
Klik di sini untuk link live streaming hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H hari ini, Kamis 19 Maret 2026. Pantau jadwal dan pengumuman resmi Lebaran 2026.
Kanwil Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengatakan pemantauan hilal penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah dipusatkan di Bantul. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat sore ini.
KEMENTERIAN Agama mengawal penyaluran bantuan sosial keagamaan Rp473 miliar selama Ramadan 1447 H. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 3 juta fakir miskin di 117 kabupaten/kota
KPK ungkap eks Stafsus Menag Yaqut patok fee Rp42,2 juta per jemaah untuk percepat haji. Simak kronologi dan skema "Kuota T0" di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved