Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah di Indonesia akan mengalami hujan dengan intensitas beragam pada Minggu, 27 Oktober 2024. Hujan ringan hingga sedang, disertai kilat atau petir, berpotensi terjadi di beberapa daerah sebagai dampak dari kondisi atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
“Seiring dengan terjadinya siklon tropis Trami di Laut Cina Selatan dan Kongre di perairan Timur Filipina, potensi peningkatan kecepatan angin atau low-level jet juga terjadi di beberapa wilayah perairan, yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan,” jelas Prakirawan BMKG Syndhy Indah Pratiwi.
Kedua sistem siklon tropis tersebut diperkirakan bergerak ke arah barat, memicu sirkulasi siklonik dan daerah konvergensi yang memanjang dari Sumatera Selatan hingga Sulawesi Tengah, serta Papua dan Papua Barat.
BMKG memperingatkan potensi hujan disertai kilat atau petir di beberapa kota, antara lain Kota Bengkulu di Sumatera, Tanjung Selor di Kalimantan, serta Merauke di Papua. Hujan ringan juga diperkirakan terjadi di Medan, Jambi, Bandung, Manado, Palu, serta kota-kota lain di wilayah timur Indonesia seperti Ternate dan Sorong.
“Waspadai potensi hujan lebat dan banjir rob, khususnya di pesisir utara Jawa Tengah, dan tinggi gelombang laut yang berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter,” tambah Indah. Prakiraan angin permukaan di wilayah Indonesia didominasi dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 18-48 km/jam.
BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama di wilayah-wilayah yang diprediksi mengalami hujan disertai petir dan angin kencang. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses aplikasi Info BMKG yang diperbarui setiap 3 jam. (Z-9)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan cuaca cerah berawan sampai hujan intensitas ringan mendominasi sejumlah wilayah Indonesia pada 21 Januari 2026.
CUACA ekstrem masih berpotensi di 20 daerah Selasa (20/1), hingga berdampak bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, seiring masih signifikannya pengaruh dinamika atmosfer global.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga lebat berpotensi mendominasi sejumlah wilayah Minggu, 18 Januari 2026.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan potensi cuaca signifikan masih akan terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Sabtu, 17 Januari 2026.
CUACA ekstrem di Jawa Tengah masih berpotensi berlangsung hingga Minggu (18/1).
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang, Sti Nenot'ek, mengatakan, saat ini Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di wilayah utara Benua Australia
Dari 27 kota dan kabupaten di Jawa Barat, tujuh wilayah diprakirakan akan diguyur hujan lebat hingga hujan sangat lebat. Sedangkan, 18 wilayah hujan sedang dan hujan lebat
Bencana banjir dipicu cuaca ekstrem di Kudus dan Patimeluas, di Kabupaten Kudus merendam 8 desa di 4 kecamatan dan Kabupaten Pati merendam dan 59 desa di 15 kecamatan
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved