Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan berkoordinasi terkait dengan data tingkat emisi. Hal itu dilakukan guna menghasilkan data yang kredibel untuk bahan merancang pembangunan hijau ke depan yang lebih baik.
"Intinya saling menguatkan dan tidak dua kali bekerja. Kami menekankan saat kita bicara regulasi ada satu mandat terkait satu data gas rumah kaca. Ini salah satu sistem yang sudah kita kembangkan dan salah satu sistem ini bagaimana perdagangan karbon dilakukan nantinya harus terdaftar dalam sistem yang sudah kita buat," kata Direktur Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring Pelaporan Verifikasi KLHK Hari Wibowo dalam acara Climate and Air Quality Fair 2024, Selasa (15/10).
Menurut dia, saat ini sudah banyak regulasi mengenai perubahan iklim dan pengendalian emisi gas rumah kaca. Berbagai perjanjian internasional pun telah dibentuk, mulai dari Paris Agreement hingga Amandemen Kigali. Dari aturan-aturan tersebut, yang perlu diperkuat ialah kolaborasi.
"Bicara soal NDC, bagaimana target tadi tercapai, kemudian untuk mendorong target tercapai ada skema yang kita kebangkan, nilai ekonomi karbon dan itu sudah kita lakukan. Kemudian tantangan berikutnya soal transparansi, karena semua data agar kredibel harus ada upaya data itu diperoleh seperti apa," kata dia.
Dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) sendiri, pemerintah akan menyusun target yang lebih ambisius dalam penurunan emisi gas rumah kaca yang akan berlaku untuk 2030-2035.
Beberapa hal yang diperbaharui ialah pengendalian senyawa HFC, dan memasukkan blue carbon dalam instrumen penurunan emisi gas rumah kaca. "Jadi di sini sudah ada skenarionya akan seperti apa, balik lagi ujungnya adalah bagaimana data dan inovasi apa yang nantinya akan kita lakukan saat kita perlu menggunakan data dimaksud," pungkas dia. (H-2)
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Industri minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca.
Gagasan bahwa suatu hari Bumi akan memiliki 25 jam dalam sehari bukanlah mitos. Secara ilmiah, hal itu memungkinkan.
LINGKUNGAN binaan masih menjadi kontributor utama konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca.
UNEP memperingatkan Bumi akan melewati batas pemanasan 1,5°C dalam dekade ini jika emisi tidak ditekan 55% pada 2035. Laporan ini dirilis jelang KTT Iklim COP30 di Brasil.
INDONESIA menegaskan komitmennya terhadap penurunan emisi gas rumah kaca melalui pengajuan Second Nationally Determined Contribution (Second NDC) kepada Sekretariat UNFCCC.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved