Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI minyak dan gas (migas) global kini berada di bawah mikroskop regulasi lingkungan yang semakin ketat, terutama terkait emisi gas rumah kaca. Di Indonesia, tantangan terbesar muncul dari pemantauan emisi metana (CH4) yang seringkali tidak terlihat namun memiliki potensi pemanasan global 80 kali lebih kuat dari CO2.
Artikel ini akan mengupas bagaimana MetScan, solusi drone berbasis AI dan sensor laser, menjadi game-changer bagi perusahaan migas untuk mencapai target net-zero dan memenuhi standar internasional OGMP 2.0.
MetScan bukan sekadar kamera udara. Inti dari perangkat ini adalah sensor Tunable Diode Laser Absorption Spectroscopy (TDLAS). Berbeda dengan kamera termal biasa, TDLAS bekerja dengan menembakkan laser pada panjang gelombang spesifik yang hanya diserap oleh molekul metana. Hal ini memungkinkan deteksi yang sangat spesifik, tanpa terganggu oleh gas lain atau kondisi cuaca buruk.
Dipadukan dengan wahana DJI Matrice 400, MetScan mampu melakukan inspeksi non-intrusif. Artinya, operasional kilang atau pipa gas tidak perlu dihentikan saat pemeriksaan berlangsung. AI yang tertanam di dalamnya kemudian memproses ribuan data poin per detik untuk menghasilkan peta sebaran gas secara real-time.
| Fitur Analisis | Metode Manual (Sniffer/OGI) | MetScan Drone (TDLAS) |
|---|---|---|
| Kecepatan Inspeksi | Lambat (Berbasis jalan kaki/lokal) | Sangat Cepat (Hingga 15 m/detik) |
| Jangkauan Area | Terbatas pada akses manusia | Hingga ratusan hektar per terbang |
| Akurasi Data | Kualitatif (Ada/Tidak ada bocor) | Kuantitatif (ppm.m) & Visual 3D |
| Keselamatan | Risiko paparan gas tinggi | Zero-risk (Operasi jarak jauh) |
| Biaya Operasional | Tinggi (Manpower & Waktu) | Rendah (Investasi teknologi jangka panjang) |
Salah satu hambatan utama dalam pengelolaan emisi adalah data yang terlalu teknis untuk dipahami tim manajemen. MetScan memecahkan masalah ini melalui:
Poin unik yang jarang dibahas adalah bagaimana MetScan membantu perusahaan migas Indonesia naik kelas dalam pelaporan ESG (Environmental, Social, and Governance). Standar OGMP 2.0 menuntut perusahaan tidak hanya "mengira-ngira" emisi berdasarkan rumus (Level 3), tetapi melakukan pengukuran langsung di sumber (Level 4) dan rekonsiliasi data tingkat situs (Level 5). MetScan adalah jembatan teknologi yang memungkinkan transisi ke Level 5 dilakukan secara konsisten dan transparan, sesuatu yang kini menjadi syarat mutlak untuk menarik investasi hijau internasional.
"Data lapangan yang akurat menjadi kunci dalam pengelolaan emisi. Teknologi drone membantu tim mendapatkan gambaran menyeluruh sehingga mitigasi dilakukan dengan lebih tepat," ungkap perwakilan Halo Robotics, distributor resmi solusi ini di Indonesia.
MetScan bukan sekadar tren teknologi, melainkan kebutuhan mendesak bagi industri migas Indonesia. Dengan kemampuan deteksi presisi, keamanan tinggi, dan dukungan terhadap standar internasional, solusi yang dihadirkan Halo Robotics ini memastikan bahwa langit Indonesia tetap bersih sementara industri energi terus berputar secara efisien.(VriTimes/Z-10)
PT Medco Energi Internasional, melalui anak usahanya Medco E&P Grissik, memperkuat upaya pengurangan emisi melalui penerapan nitrogen gas blanketing.
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Gagasan bahwa suatu hari Bumi akan memiliki 25 jam dalam sehari bukanlah mitos. Secara ilmiah, hal itu memungkinkan.
LINGKUNGAN binaan masih menjadi kontributor utama konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca.
UNEP memperingatkan Bumi akan melewati batas pemanasan 1,5°C dalam dekade ini jika emisi tidak ditekan 55% pada 2035. Laporan ini dirilis jelang KTT Iklim COP30 di Brasil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved