Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
GLOBALISASI adalah proses integrasi dan interaksi yang semakin mendalam antara negara, masyarakat, dan ekonomi di seluruh dunia, yang didorong oleh perdagangan internasional, teknologi informasi, migrasi, investasi, dan penyebaran budaya.
Globalisasi menyebabkan dunia menjadi semakin terhubung secara ekonomi, sosial, politik, dan budaya, sehingga batas-batas geografis dan budaya antara negara-negara menjadi lebih kabur.
Globalisasi ekonomi melibatkan perdagangan internasional, investasi asing, dan globalisasi pasar. Produk dan jasa kini dapat diperdagangkan dengan lebih bebas di seluruh dunia, dan perusahaan multinasional dapat beroperasi di banyak negara. Perjanjian perdagangan bebas juga berperan besar dalam mempercepat globalisasi ekonomi.
Kemajuan teknologi, terutama dalam teknologi informasi dan komunikasi (seperti internet dan media sosial), telah mempercepat globalisasi dengan menghubungkan orang dari seluruh dunia. Ini mempermudah pertukaran informasi, kolaborasi lintas negara, dan interaksi budaya.
Globalisasi budaya mengacu pada penyebaran nilai-nilai, keyakinan, tradisi, gaya hidup, dan budaya pop dari satu negara ke negara lain. Hal ini memengaruhi cara orang hidup, berpikir, dan berkomunikasi di seluruh dunia. Contohnya adalah penyebaran musik, film, mode, dan makanan dari berbagai budaya ke seluruh dunia.
Globalisasi mempengaruhi pola migrasi dan mobilitas manusia, di mana semakin banyak orang yang pindah ke negara lain untuk mencari pekerjaan, pendidikan, atau kehidupan yang lebih baik. Ini menciptakan masyarakat multikultural dan memengaruhi hubungan sosial dan perubahan demografis.
Dalam aspek politik, globalisasi mencakup kerja sama internasional di berbagai forum seperti PBB, G20, dan organisasi internasional lainnya. Isu-isu global seperti perubahan iklim, hak asasi manusia, dan keamanan internasional sering kali ditangani melalui kolaborasi lintas negara.
Globalisasi adalah fenomena yang kompleks dengan dampak positif dan negatif di berbagai bidang. Meskipun menciptakan kesempatan untuk pertumbuhan ekonomi, inovasi, dan pertukaran budaya, globalisasi juga menghadirkan tantangan terkait ketidaksetaraan, erosi budaya lokal, dan masalah lingkungan.
Pemahaman yang baik tentang globalisasi penting agar masyarakat dan pemerintah dapat memaksimalkan manfaatnya sambil meminimalkan risikonya. Pengaruh globalisasi di Indonesia sangat membawa dampak yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, terutama dalam bidang budaya dan ekonomi.
Melalui globalisasi, masyarakat Indonesia lebih mudah mengakses budaya dari negara lain, seperti musik, film, kuliner, dan fashion. Ini memperkaya keragaman budaya di Indonesia dan memperluas wawasan masyarakat tentang berbagai budaya asing.
Globalisasi membawa arus teknologi informasi yang mempercepat pertukaran pengetahuan. Akses terhadap pendidikan dan informasi dari seluruh dunia membantu meningkatkan literasi budaya dan membuka peluang untuk belajar dan bekerja di luar negeri.
Dengan adanya platform global seperti media sosial dan platform digital, budaya lokal Indonesia seperti batik, kuliner tradisional, dan tari-tarian daerah dapat dikenal di kancah internasional. Pariwisata Indonesia juga mendapatkan manfaat dengan meningkatnya kunjungan wisatawan asing yang tertarik pada budaya unik Indonesia.
Salah satu dampak negatif globalisasi adalah tergerusnya budaya lokal akibat gencarnya pengaruh budaya luar. Gaya hidup modern yang diadopsi dari negara Barat, seperti pola konsumsi dan tren fashion, dapat menyebabkan generasi muda melupakan nilai-nilai budaya tradisional Indonesia.
Pengaruh budaya Barat yang dominan bisa memunculkan fenomena westernisasi, di mana masyarakat, terutama generasi muda, lebih tertarik kepada budaya asing seperti gaya hidup Barat, makanan cepat saji, hingga bahasa asing, yang dapat mengikis nilai-nilai lokal.
Akibat arus globalisasi, ada risiko bahwa budaya lokal menjadi seragam atau homogen karena adopsi tren global. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya identitas budaya tertentu yang unik bagi masyarakat lokal.
Globalisasi telah membuka pasar internasional bagi produk-produk Indonesia, sehingga ekspor meningkat dan memberikan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sektor-sektor seperti pertanian, pertambangan, dan industri manufaktur menjadi lebih terintegrasi dengan pasar global.
Globalisasi membawa arus investasi asing langsung (FDI) ke Indonesia, yang membantu mendorong pembangunan infrastruktur, menciptakan lapangan kerja, dan mempercepat industrialisasi di berbagai sektor seperti manufaktur, teknologi, dan jasa.
Melalui kerja sama dengan perusahaan multinasional, Indonesia mendapatkan akses pada teknologi canggih dan praktik manajemen modern yang meningkatkan produktivitas industri nasional.
Indonesia berpartisipasi dalam perdagangan global melalui perjanjian perdagangan bebas yang memungkinkan lebih banyak produk Indonesia diakses di pasar internasional dan, sebaliknya, barang-barang dari luar negeri tersedia di dalam negeri.
Globalisasi menyebabkan Indonesia lebih bergantung pada negara lain, baik dari segi perdagangan maupun teknologi. Ketergantungan ini dapat menempatkan ekonomi Indonesia dalam posisi rentan jika terjadi krisis ekonomi global atau ketidakstabilan pasar internasional.
Dengan terbukanya pasar global, produk lokal sering kali harus bersaing dengan produk impor yang lebih murah atau memiliki kualitas lebih tinggi. Hal ini dapat memengaruhi keberlangsungan industri lokal, terutama UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah), yang mungkin kesulitan bersaing.
Globalisasi juga dapat menyebabkan eksploitasi sumber daya alam Indonesia secara berlebihan untuk memenuhi permintaan pasar internasional, tanpa mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan jangka panjang.
Meskipun globalisasi meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara umum, tidak semua lapisan masyarakat merasakan manfaat yang sama. Globalisasi dapat memperburuk kesenjangan ekonomi, di mana hanya kalangan tertentu yang dapat memanfaatkan peluang global, sementara kelompok lain tetap terpinggirkan.
Globalisasi membawa dampak ganda bagi Indonesia. Di satu sisi, ia membuka peluang untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih besar dan memperluas wawasan budaya. Di sisi lain, globalisasi dapat mengancam identitas budaya lokal dan memperdalam kesenjangan sosial-ekonomi.
Oleh karena itu, diperlukan strategi yang tepat untuk menyerap manfaat globalisasi sambil mengatasi dampak negatifnya, khususnya dalam menjaga keberagaman budaya dan menjaga keseimbangan ekonomi lokal. (Z-12)
Di tengah arus globalisasi dan penetrasi teknologi digital, muncul kekhawatiran baru, apakah anak-anak Indonesia masih tumbuh dengan akar budaya, alam, dan kearifan lokalnya sendiri?
Dalam kuliah umumnya Prof Connie Rahakundini Bakrie mengingatkan bahwa generasi muda sekarang adalah generasi yang hidup di masa penuh pilihan tapi juga penuh ujian.
Ia menilai sistem global saat ini dikuasai kepentingan negara-negara adidaya, sementara Indonesia kerap terjebak sebagai pasar, bukan subjek yang berdaulat.
Kebudayaan sesungguhnya bisa menjadi jawaban dalam menjawab berbagai tantangan mulai pudarnya ikatan kebangsaan yang kita miliki.
Pelajari faktor pendorong perdagangan internasional! Analisis ekonomi mendalam untuk bisnis global yang sukses dan berkelanjutan.
MENGHADAPI era digitalisasi global, Indonesia harus berbenah.
Meskipun ada penurunan harian, secara mingguan tren harga emas masih menunjukkan penguatan signifikan akibat tensi geopolitik global yang belum mereda.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Indonesia kembali berada di persimpangan strategis antara penguatan kapasitas negara untuk pembangunan jangka panjang atau konsolidasi kekuasaan ekonomi.
Harga emas batangan Antam diprediksi akan melanjutkan tren kenaikan hingga mendekati level psikologis Rp2,7 juta per gram akibat sentimen positif melandainya inflasi Amerika Serikat.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bonus atlet SEA Games Thailand senilai Rp480 miliar bersumber dari APBN, bukan uang pribadi Presiden. Peraih emas terima Rp1 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved