Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Peringatan: Tulisan ini bukan dimaksudkan menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Jika Anda merasa depresi, berpikir untuk bunuh diri, segera konsultasikan segala masalah Anda ke tenaga profesional seperti psikolog, klinik kesehatan mental, psikiater, dan pihak lain yang bisa membantu.
Layanan konseling darurat 24 jam:
- Menelepon 119 Ext 8
- Chat Whatssapp 081380073120
- Chat via healing119.id
DEPUTI Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Woro Srihastuti Sulistyaningrum menyarankan anak muda agar selalu bercerita, mencurahkan isi hati ketika menghadapi masalah. Itu menurutnya dapat mencegah terjadinya depresi hingga keputusan untuk mengakhiri hidup.
Baca juga : Baru 38% Puskesmas di Indonesia yang Punya Layanan Kesehatan Jiwa
"Anak harus mau menyampaikan jangan dipendam, itu yang paling penting. Kedua disiapkan saluran-salurannya tadi layanan-layanan tadi untuk bisa menampung kalau anak-anak ingin bercerita, anak-anak mau menyampaikan ini keluh kesahnya dan kita juga melatih kalau di tingkat sekolah guru-guru BK juga kita latih kita perkuat untuk bisa menampung menampung keluh kesah dari anak-anak," kata Woro, Selasa (8/10).
"Jadi kami juga sekarang menguatkan semacam peer counselor jadi teman-teman muda yang dilatih, ada anak-anak muda yang dilatih untuk bisa menjadi semacam peer counselor untuk bisa menjadi tempat curhat atau cerita mereka, ini yang menurut kami yang perlu diperkuat," sambungnya.
Ia menuturkan tekanan yang dihadapi para pemuda semakin tinggi. Tuntutan-tuntutan itu mempengaruhi kesehatan jiwa dari anak-anak muda. Terkadang orangtua juga memberikan beban dengan target-target yang sering kali tanpa disadari menambah tekanan kepada anak-anak muda. Kemudian, sambungnya, gaya hidup juga mempengaruhi sisi psikologis.
Baca juga : Keluarga dan Lingkungan jadi Garda Terdepan Awasi Mahasiswa Depresi
"Jadi memang sangat kompleks. Dari si anaknya sendiri yang tidak memiliki kemampuan untuk memiliki kemampuan mengatakan tidak dan sebagainya tapi juga di lingkungan-lingkungan mereka yang terdekat seperti keluarga kemudian teman-teman, masyarakat itu juga memberikan pengaruh atau tekanan-tekanan," ujar dia.
Ia menjelaskan pemerintah telah menyiapkan kanal-kanal ataupun layanan-layanan yang dapat digunakan atau dimanfaatkan untuk mencari pertolongan.
"Kalau di Kemen PPPA punya Sapa 129, utu adalah saluran-saluran yang dibuka untuk mereka bisa menyampaikan intinya adalah mau bercerita. Intinya harus bicara, jadi pemuda itu jangan kalau ada masalah dipegang sendiri artinya bicara dengan teman sebaya, itu bisa dilakukan," pungkasnya.
Selain itu, sambung dia, pemerintah juga sudah menyediakan layanan konseling darurat 24 jam dengan menelepon 119 Ext 8 atau chat Whatssapp di 081380073120 atau chat via healing119.id. (H-3)
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Kemendikdasmen memandang peristiwa siswa bunuh diri di NTT itu sebagai kejadian yang sangat serius, serta mengingatkan bahwa kesejahteraan psikososial anak merupakan isu yang kompleks.
Lemak sehat, terutama omega-3, berperan penting menjaga kesehatan mental. Temukan manfaatnya untuk mood, otak, dan pencegahan gangguan jiwa."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved