Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan India mengumumkan bahwa mereka telah mengidentifikasi kasus dugaan Mpox pertama pada seorang pria muda, Senin (10/9). Ia diketahui baru pulang dari negara yang mengalami wabah virus tersebut.
"Pasien saat ini diisolasi di rumah sakit dan dalam kondisi stabil," kata Kementerian dalam pernyataannya. Kementerian juga memastikan bahwa India, yang memiliki populasi terbesar di dunia, telah menerapkan langkah-langkah pencegahan yang ketat.
Mereka menekankan bahwa tidak ada alasan untuk khawatir karena kasus ini ditangani sesuai protokol, dan pelacakan kontak dilakukan secara menyeluruh untuk menilai potensi risiko paparan.
Baca juga : Kasus Cacar Monyet Meningkat, Kenali Gejala Cacar Monyet pada Bayi dan Anak
"Tidak ada alasan untuk khawatir saat ini. Kasus ini ditangani sesuai protokol yang ditetapkan, dan pelacakan kontak menyeluruh sedang dilakukan untuk menilai potensi risiko paparan. Para pejabat mengambil tindakan cepat untuk mengatasi situasi dan mencegah penularan lebih lanjut," jelasnya.
Meski begitu, Kementerian India sendiri belum menyebutkan secara rinci jenis mpox yang diderita pasien, dan mereka mengatakan bahwa tes sedang dilakukan untuk mengonfirmasi infeksi tersebut.
Lebih lanjut, pada bulan lalu, WHO menyatakan mpox sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang meresahkan dunia dengan tingkat kewaspadaan tertinggi. Setelah pernyataan ini, para ahli menilai risiko infeksi di India dan mengatakan ada kemungkinan beberapa kasus impor, tetapi ancaman wabah besar dengan penularan berkelanjutan dianggap rendah.
Baca juga : Tingkatkan Kewaspadaan Kasus Mpox pada Anak
Di samping itu, meskipun India telah melaporkan sedikitnya 30 kasus dan satu kematian akibat infeksi tersebut sejak pertama kali terdeteksi pada tahun 2022, ini merupakan kasus pertama yang diduga terkait dengan wabah saat ini. Kekhawatiran mengenai wabah saat ini bermula dari penyebaran strain mpox klade Ib, yang sebagian besar ditularkan melalui hubungan seksual.
Terkait virus mpox (MPXV), terdapat dua klade yang berbeda, yakni klade I dan klade II, di mana kade pertama lebih mematikan daripada klade II. Penularan infeksi klade I secara seksual pun belum pernah dilaporkan sebelumnya.
Virus mpox merupakan bagian dari keluarga virus yang sama dengan cacar. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1958 pada monyet laboratorium dan kemudian ditemukan di hutan hujan tropis di negara-negara Afrika Tengah dan Barat.
Virus mpox dapat menyebar melalui kontak dekat dengan orang yang terinfeksi, bahan yang terkontaminasi, atau hewan yang terinfeksi. Gejalanya meliputi ruam kulit, demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, dan pembengkakan kelenjar getah bening, yang dapat berlangsung selama dua hingga empat minggu.
Meskipun sebagian besar kasus bersifat ringan dan sembuh dengan sendirinya, beberapa kasus dapat menyebabkan kematian, terutama di kalangan anak-anak dan mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. (Al Jazeera/Z-10)
Mpox merupakan infeksi virus yang menyebar melalui kontak dekat dan biasanya menyebabkan gejala seperti flu dan lesi bernanah di sekujur tubuh.
Dua kasus suspek Monkey Pox (Mpox) atau cacar monyet yang dilaporkan di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, bukan merupakan kasus konfirmasi Mpox.
Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa cacar monyet atau monkey pox (mpox) bukan lagi darurat kesehatan atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa monkeypox (mpox) bukan lagi dianggap sebagai keadaan darurat kesehatan internasional.
Kasus Mpox atau cacar monyet kembali muncul di Indonesia. Ketahui gejala awal, penyebab penularannya, dan langkah pencegahan efektif agar tidak tertular penyakit ini.
Masyarakat perlu dijelaskan bahwa virus influenza yang saat ini banyak ditemukan di berbagai negara tidak selalu lebih berat, tetapi memang lebih mudah menular.
IDAI mengingatkan cacar air sangat menular. Satu anak bisa menularkan varicella ke 8–12 anak lain, terutama di sekolah dan lingkungan dengan kontak erat.
Pengurus Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) sekaligus Ketua PDITT dr. Iqbal Mochtar, meminta masyarakat tidak panik dengan penyakit ini, apalagi dengan istilah super flu.
Superflu merupakan influenza tipe A virus H3N2 subclade K yang sudah ada dari dulu.
DIREKTUR Pascasarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama, menjelaskan potensi influenza A (H3N2) subclade K atau Super Flu menjadi pandemi tergantung dari 3 faktor.
Hingga saat ini, telah dilaporkan 189.312 kasus flu positif di New York pada musim ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved