Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MASA-masa tua pastinya ingin tetap bugar dan terjaga kesehatannya, namun banyak yang terjadi saat lanjut usia atau lansia banyak penyakit yang berdatangan.
Bahkan, penyakit-penyakit tersebut bisa menjadi momok yang menakutkan, karena dapat, menyebabkan kematian. Lansia rentan terhadap berbagai masalah kesehatan yang bisa mempengaruhi kualitas hidup mereka.
Umumnya, lansia yang terkena penyakit ini bukan hanya faktor genetik atau turunan saja, tetapi bisa menjadi dari pola hidup dan makannya yang kurang baik. Untuk patokan umur lansia ini terhitung mulai dari usia 60 tahun.
Baca juga : Ini Tips Perawatan Kulit Lansia yang Menderita Gangguan Ginjal
Penyakit sendi menjadi masalah yang paling umum pada lansia, dengan prevalensi meningkat dari 56,4% pada usia 55-64 tahun, menjadi 65,4% pada usia di atas 75 tahun.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga sangat umum terjadi, meningkat dari 53,7% pada kelompok usia 55-64 tahun hingga mencapai 67,3% pada lansia berusia di atas 75 tahun.
Katarak menjadi lebih umum dengan bertambahnya usia, dengan prevalensi meningkat dari 28,8% pada usia 55-64 tahun, hingga 51,6% pada usia di atas 75 tahun.
Baca juga : Perhatikan! Lansia Hindari Minum Kopi dan Es saat Perut Kosong
Prevalensi stroke meningkat tajam dari 20,2% pada usia 55-64 tahun menjadi 41,7% pada lansia di atas 75 tahun.
Penyakit jantung juga umum pada lansia, dengan prevalensi meningkat dari 16,1% pada kelompok usia 55-64 tahun menjadi 20,4% pada lansia yang lebih tua.
Prevalensi gangguan mental emosional meningkat dari 15,9% pada usia 55-64 tahun hingga 33,7% pada usia di atas 75 tahun.
Baca juga : Keluarga Berperan Penting Tangani Osteoporosis pada Lansia
Prevalensi diabetes mellitus pada lansia relatif stabil, tetapi sedikit menurun dengan bertambahnya usia, dari 3,7% pada usia 55-64 tahun menjadi 3,2% pada usia di atas 75 tahun.
Tujuh penyakit di atas memang terbilang cukup menakutkan, bahkan bisa beresiko kematian. Namun bisa juga diselamatkan dengan mencegahnya melalui beberapa cara.
Imunisasi penting untuk mencegah penyakit pada lansia, yang sistem imunnya mungkin telah melemah.
Baca juga : Ini Tips Agar Anda Terhindar dari Sarkopenia
Deteksi dini penyakit melalui skrining sangat penting untuk mengidentifikasi masalah kesehatan sebelum berkembang lebih jauh.
Layanan seperti fisioterapi, psikoterapi, dan pemberian obat-obatan menjadi bagian penting dari pemulihan kesehatan lansia.
Bagi lansia dengan penyakit kronis, upaya kesehatan paliatif membantu mengurangi keluhan dan memungkinkan mereka menjalani kehidupan yang bermartabat.
Olahraga ringan seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga dapat membantu menjaga kekuatan fisik dan mental.
Berat badan yang ideal dapat mengurangi risiko berbagai penyakit serius seperti diabetes dan hipertensi.
Pola makan yang seimbang dengan asupan rendah lemak jenuh, tinggi buah, sayuran, dan ikan sangat dianjurkan.
Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk kesehatan lansia.
Bersosialisasi dengan orang lain dapat membantu menjaga kesehatan mental dan mencegah perasaan kesepian.
Aktivitas seperti bermain teka-teki silang atau mencoba aktivitas baru dapat membantu menjaga ketajaman ingatan.
Lansia perlu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan mematuhi pengobatan yang dianjurkan dokter.
Menemukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil dan bersyukur dapat membantu menjaga keseimbangan mental dan fisik.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, diharapkan para lansia dapat menikmati masa tua yang sehat dan berkualitas. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar juga sangat penting untuk mencapai kesejahteraan yang optimal bagi lansia. (Z-12)
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penghapusan 11 juta peserta PBI BPJS dan meminta penonaktifan tidak mendadak serta disertai sosialisasi.
INDONESIA turut ambil bagian dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Muslim Youth Summit (ASEAMYS) 2026 yang digelar di Brisbane Technology Park, Australia, pada 6-7 Februari 2026.
Makan pada saat sahur adalah kunci energi selama puasa.
Beberapa penelitian dan pendapat medis menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi kejadian atau keparahan gangguan asam lambung seperti maag dan GERD.
PADA Senin, 2 Februari 2026, dibentuk Forum Organisasi Profesi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (FOPKKI) sebagai forum koordinasi dan komunikasi nasional.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Epilepsi bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved