Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MASA-masa tua pastinya ingin tetap bugar dan terjaga kesehatannya, namun banyak yang terjadi saat lanjut usia atau lansia banyak penyakit yang berdatangan.
Bahkan, penyakit-penyakit tersebut bisa menjadi momok yang menakutkan, karena dapat, menyebabkan kematian. Lansia rentan terhadap berbagai masalah kesehatan yang bisa mempengaruhi kualitas hidup mereka.
Umumnya, lansia yang terkena penyakit ini bukan hanya faktor genetik atau turunan saja, tetapi bisa menjadi dari pola hidup dan makannya yang kurang baik. Untuk patokan umur lansia ini terhitung mulai dari usia 60 tahun.
Baca juga : Ini Tips Perawatan Kulit Lansia yang Menderita Gangguan Ginjal
Penyakit sendi menjadi masalah yang paling umum pada lansia, dengan prevalensi meningkat dari 56,4% pada usia 55-64 tahun, menjadi 65,4% pada usia di atas 75 tahun.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi juga sangat umum terjadi, meningkat dari 53,7% pada kelompok usia 55-64 tahun hingga mencapai 67,3% pada lansia berusia di atas 75 tahun.
Katarak menjadi lebih umum dengan bertambahnya usia, dengan prevalensi meningkat dari 28,8% pada usia 55-64 tahun, hingga 51,6% pada usia di atas 75 tahun.
Baca juga : Perhatikan! Lansia Hindari Minum Kopi dan Es saat Perut Kosong
Prevalensi stroke meningkat tajam dari 20,2% pada usia 55-64 tahun menjadi 41,7% pada lansia di atas 75 tahun.
Penyakit jantung juga umum pada lansia, dengan prevalensi meningkat dari 16,1% pada kelompok usia 55-64 tahun menjadi 20,4% pada lansia yang lebih tua.
Prevalensi gangguan mental emosional meningkat dari 15,9% pada usia 55-64 tahun hingga 33,7% pada usia di atas 75 tahun.
Baca juga : Keluarga Berperan Penting Tangani Osteoporosis pada Lansia
Prevalensi diabetes mellitus pada lansia relatif stabil, tetapi sedikit menurun dengan bertambahnya usia, dari 3,7% pada usia 55-64 tahun menjadi 3,2% pada usia di atas 75 tahun.
Tujuh penyakit di atas memang terbilang cukup menakutkan, bahkan bisa beresiko kematian. Namun bisa juga diselamatkan dengan mencegahnya melalui beberapa cara.
Imunisasi penting untuk mencegah penyakit pada lansia, yang sistem imunnya mungkin telah melemah.
Baca juga : Ini Tips Agar Anda Terhindar dari Sarkopenia
Deteksi dini penyakit melalui skrining sangat penting untuk mengidentifikasi masalah kesehatan sebelum berkembang lebih jauh.
Layanan seperti fisioterapi, psikoterapi, dan pemberian obat-obatan menjadi bagian penting dari pemulihan kesehatan lansia.
Bagi lansia dengan penyakit kronis, upaya kesehatan paliatif membantu mengurangi keluhan dan memungkinkan mereka menjalani kehidupan yang bermartabat.
Olahraga ringan seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga dapat membantu menjaga kekuatan fisik dan mental.
Berat badan yang ideal dapat mengurangi risiko berbagai penyakit serius seperti diabetes dan hipertensi.
Pola makan yang seimbang dengan asupan rendah lemak jenuh, tinggi buah, sayuran, dan ikan sangat dianjurkan.
Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk kesehatan lansia.
Bersosialisasi dengan orang lain dapat membantu menjaga kesehatan mental dan mencegah perasaan kesepian.
Aktivitas seperti bermain teka-teki silang atau mencoba aktivitas baru dapat membantu menjaga ketajaman ingatan.
Lansia perlu melakukan pemeriksaan kesehatan rutin dan mematuhi pengobatan yang dianjurkan dokter.
Menemukan kebahagiaan dalam hal-hal kecil dan bersyukur dapat membantu menjaga keseimbangan mental dan fisik.
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, diharapkan para lansia dapat menikmati masa tua yang sehat dan berkualitas. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar juga sangat penting untuk mencapai kesejahteraan yang optimal bagi lansia. (Z-12)
Kabar baik! MK putuskan penyakit kronis kini bisa masuk kategori disabilitas. Simak syarat asesmen medis dan prinsip pilihan sukarela dalam Putusan MK No. 130/2025.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Tidur cukup bukan sekadar istirahat. Ini 7 manfaat tidur berkualitas bagi kesehatan tubuh dan mental.
Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut Indonesia kekurangan 92 ribu dokter dan meluncurkan program pendidikan spesialis hospital based.
KEBIASAAN kurang bergerak atau duduk terlalu lama saat bekerja alasan mengapa bahu, leher, atau punggung terasa sakit. 7 gerakan peregangan meredakan punggung bawah.
Peran brand dalam sektor kesehatan terus berkembang seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved