Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PERAN keluarga amat penting dalam mendeteksi dan menangani osteoporosis pada orang lanjut usia (lansia) sehingga dapat mengurangi potensi cedera pada tubuh. Hal itu dikatakan dokter spesialis ortopedi dan traumatologi RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) M Ade Junaidi.
"Kita harus lebih perhatian untuk mendeteksi secara dini, baik dari tampilan klinis ataupun postur tubuhnya," kata Ade dalam diskusi daring, Rabu (1/11).
Perubahan postur pada lansia yang diduga mengidap osteoporosis terlihat dari bentuk tubuh yang semakin membungkuk dan tinggi badan yang berkurang, serta adanya keluhan nyeri pada tubuh, ucapnya.
Baca juga: Kenali Osteoporosis, Silent Disease Tanpa Gejala
Ia menjelaskan, seiring bertambahnya usia, volume, dan kapasitas otot akan menurun dan kepadatan tulang akan berkurang sehingga membuat lansia lebih rentan mengalami cedera otot atau tulang bahkan hanya karena kecelakaan kecil seperti terpeleset di kamar mandi.
Beberapa faktor risiko yang menyebabkan lansia lebih mudah mengalami cedera pada otot dan tulangnya di antaranya gangguan penglihatan, penyakit metabolik seperti diabetes dan gangguan ginjal, serta perubahan metabolisme vitamin yang menyebabkan perapuhan tulang, ucapnya.
Selain perubahan postur tubuh, osteoporosis juga didiagnosis melalui pemeriksaan radiologi sederhana dengan sinar rontgen untuk memeriksa kepadatan tulang, khususnya tulang belakang, pergelangan tangan, atau panggul yang paling kerap dilaporkan cedera pada lansia.
Baca juga: Selain Pergelangan Tangan dan Tulang Belakang, Panggul Paling Terdampak Osteoporosis
Pemeriksaan ini diperlukan untuk menentukan diagnosis dan terapi yang dibutuhkan, kata Ade.
Setelah diagnosis osteoporosis dipastikan, ia mengatakan keluarga perlu memastikan pengidap osteoporosis terus beraktivitas meski sedikit, seperti dengan senam atau olahraga kecil yang tidak terlalu membebani sendi atau otot.
Aktivitas tersebut akan membantu memperkuat bagian tubuh atas dan bawah, khususnya otot, serta memperbaiki postur tubuh dan mencegah kekakuan sendi pada lansia, ucapnya.
"Hal ini supaya pasien bisa tetap beraktivitas sehari-hari, bisa tetap mandiri dan kuat tanpa hambatan," kata Ade.
Selain itu, konsumsi obat atau suplemen, seperti vitamin C, vitamin D, dan vitamin K, juga harus dipastikan untuk memperbaiki kepadatan tulang dan mengurangi risiko cedera tulang dan otot bagi lansia. (Ant/Z-1)
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Peneliti HKUMed temukan protein Piezo1 yang bertindak sebagai sensor olahraga pada tulang. Inovasi obat baru untuk cegah osteoporosis tanpa gerak fisik.
Patah tulang akibat osteoporosis bukan sekadar persoalan tulang rapuh, tetapi kerap disertai penyakit penyerta yang membuat penanganannya semakin kompleks.
Bone Scan terhadap lebih dari 500.000 orang di 16 kota, hasilnya menunjukkan tren yang mengkhawatirkan bahwa lebih dari 50% di antaranya berisiko mengalami osteoporosis.
Osteoporosis lebih banyak terjadi pada perempuan disebabkan erat kaitannya dengan hormon estrogen yang membantu metabolisme tulang.
Osteoporosis sering kali disebut sebagai silent disease, karena baru diketahui setelah terjadi patah tulang.
Pencegahan osteoporosis harus dimulai dari penerapan gaya hidup sehat dan aktif sejak usia muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved