Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grogol menggelar Mini Medical Check Up (MCU) gratis khusus untuk pekerja konstruksi proyek PT Total Bangun Persada. Kegiatan tersebut berlangsung di proyek Jakarta Premium Outlet, Alam Sutera, Kota Tangerang, Banten.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grogol Rommi Irawan, mengatakan kegiatan tersebut dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79.
”Mini Medical Check Up ini merupakan bentuk apresiasi yang kami berikan terhadap perusahaan jasa konstruksi yang peduli dengan perlindungan pekerja dengan selalu patuh aturan serta tertib administrasi dan iuran,” ungkap Rommi.
Baca juga : Pemkot Tangsel Raih Penghargaan Universal Health Coverage 2024 dari BPJS Kesehatan
Menurut Rommi, pelaksanaan mini MCU tersebut bekerja sama dengan RS EMC Grha Kedoya, yang merupakan mitra Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Grogol.
”Kami selalu bersosialisasi kepada perusahaan-perusahaan jasa konstruksi agar mendaftarkan proyek mereka ke BPJS Ketenagakerjaan. Tujuannya agar seluruh pekerja proyek terlindungi program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek),” ungkap Rommi.
Dikatakannya, dalam proyek konstruksi, pekerja terlindungi dengan dua program perlindungan dasar yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Baca juga : Banyak Tenaga Kerja di Klaten belum Terlindungi Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan
”Sistem kepesertaan di sektor jasa konstruksi ini berbeda dengan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pada umumnya. Kalau pada umumnya peserta terdaftar orang per orang, tapi kalau di sektor ini cukup proyeknya yang didaftar maka seluruh pekerja proyek di dalamnya otomatis terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Rommi.
Rommi mengatakan, sistem ini dibuat demi memudahkan sektor jasa konstruksi. Karena pada praktik proyek konstruksi melibatkan banyak pekerja borongan atau pekerja harian yang bisa keluar masuk atau dinamis.
”Untuk itu iuran ditetapkan berdasarkan persentase nilai proyek. Iurannya sangat murah, hanya nol koma sekian sesuai dengan tabel yang sudah ditetapkan dari nilai proyek dan berdasarkan ketentuan pemerintah,” ucap Rommi.
Baca juga : Sambut Hari Keluarga Nasional, BPJS Ketenagakerjaan Ajak Anak-anak Kunjungi Kantor
Rommi menegaskan, pendaftaran kepesertaan proyek konstruksi ini berlaku semenjak perusahaan mendapatkan surat perintah kerja (SPK) dari pengguna jasa proyek.
Setelah mendaftar, perusahaan jasa konstruksi wajib membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.
”Pembayaran iuran ini bisa langsung dilunasi bisa juga dicicil per termin. Ini menyesuaikan pembayaran proyek yang biasanya berlaku termin satu, termin dua, atau termin tiga,” sebut Rommi.
Baca juga : Biduk Baru Anak Pedalaman Papua Wujudkan Mimpi Mendiang Sang Ayah
Meskipun iuran di sektor konstruksi tergolong murah, Rommi mengingatkan agar jangan sampai telat atau menunggak membayar iuran.
”Hal ini terkait dengan sistem perlindungan di program Jamsostek mengacu pada kepesertaan aktif. Kalau menunggak maka sistem terganggu atau layanan manfaat tidak serta merta bisa dipakai,” ungkap Rommi.
Jika terjadi kecelakaan kerja perusahaan tidak perlu keluar biaya sepeser pun dan pekerja yang mengalami risiko ditangani dengan baik.
”Semua kebutuhan medis dipenuhi dan semua tanggungan dibereskan oleh BPJS Ketenagakerjaan yang nilainya unlimited alias tak ada plafon atau batas atas pembiayaan juga tidak ada batas waktu pemulihan,” tegas Rommi. (RO/Z-1)
Pada tahun 2026, Pemerintah Kota Makassar kembali melakukan terobosan dengan menambahkan Program Jaminan Hari Tua bagi 45.000 pekerja rentan
Hingga Senin (5/1), pemerintah belum mengeluarkan regulasi resmi terkait pengaktifan kembali BSU di tahun anggaran 2026.
Sejumlah pekerjaan rumah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di tanah air harus dituntaskan.
BPJS Ketenagakerjaan hadir memberikan perlindungan penuh bagi PMI Sigit Aliyando yang mengalami kecelakaan di Korea Selatan, mulai dari perawatan hingga pemulangan ke Tanah Air.
Adapun bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, peralatan masak, perlengkapan kebersihan, serta perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang terdampak bencana.
Bantuan yang disalurkan meliputi 26 ton beras, paket sembako, perlengkapan sekolah, dan peralatan masak.
Di sisi lain, lebih dari 20% kasus rawat jalan dan biaya klaim rawat jalan di Indonesia disebabkan infeksi saluran pernapasan atas akut.
Cegah penyakit sejak dini dengan Medical Check-Up di Siloam Hospitals. Nikmati diskon 10% dengan kartu Debit & Kredit BRI hingga 30 Nov 2025.
20 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti seleksi open bidding Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) di lingkungan Pemkab Purwakarta, Jawa Barat, menjalani Medical Check Up (MCU).
Medical Check Up menjadi layanan yang paling diminati di luar negeri, menandakan potensi besar industri kesehatan domestik yang harus dioptimalkan.
Layanan ini memungkinkan pasien untuk mendapatkan hasil MCU di hari yang sama, tanpa perlu menunggu hingga keesokan harinya.
Medical check up membantu mengetahui adanya penyakit sedini mungkin
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved