Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
MENEMPUH pendidikan di Inggris menawarkan banyak manfaat yang tidak hanya dirasakan saat pelajar Indonesia berada di Inggris, tetapi juga berdampak positif jangka panjang setelah mereka kembali ke Tanah Air.
Mereka pun dapat merasakan manfaat dalam jaringan alumni Inggris di Indonesia yang menawarkan berbagai peluang untuk kolaborasi profesional, pengembangan karier, dan pertukaran pengetahuan.
Hal itu diungkapkan para pembicara di acara UK Scholars and Alumni Night di Jakarta, Jumat (9/8).
Baca juga : Dari Cilegon ke Inggris: Perjalanan Inspiratif Akbar Esa Dewangga Raih Beasiswa S2
Acara ini adalah kolaborasi pertama dan terbesar yang diselenggarakan kelompok-kelompok alumni Inggris, yang tergabung dalam Chevening Alumni Association Indonesia (CAAI), Mata Garuda (MG) LPDP, Indonesia Association of British Alumni (IABA), dan Global Indonesia Professional Association (GIPA). Acara ini diadakan melalui kemitraan antara CAAI, Jenius, dan PT Inalum.
Para pembicara terdiri dari sejumlah mahasiswa yang tengah menempuh pendidikan di Inggris dan alumni yang telah berada di Tanah Air. Para alumni ini terdiri dari duta besar Indonesia untuk Inggris, tenaga ahli di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan professional di lembaga keuangan. Perwakilan dari Jenius dan Page Executive turut menjadi pemateri.
Dalam acara berformat luring dan daring itu, kepada puluhan peserta yang akan menempuh pendidikan tinggi di Inggris, para pembicara membagikan pengalaman serta kiat-kiat untuk mengembangkan kemampuan belajar sekaligus membangun jaringan pertemanan selama di Inggris.
Baca juga : Rangkul SOAS University of London, ISRSF Tawarkan Beasiswa Kuliah di Inggris
Mereka juga berbicara tentang berbagai peluang yang ditawarkan dalam jaringan alumni sekembalinya dari Inggris.
Dubes Indonesia untuk UK Serukan Pentingnya Diplomasi Budaya melalui Pelajar
Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya dan Irlandia Desra Percaya menyatakan kegembiraannya bahwa semakin banyak pelajar Indonesia yang menimba ilmu di Inggris melalui program beasiswa, termasuk Chevening Awards, yang disediakan pemerintah Inggris maupun LPDP dari pemerintah Indonesia. Ini mengingat Inggris dikenal memiliki institusi-institusi pendidikan kelas dunia.
Baca juga : Lembaga Ini Tawarkan Beasiswa Studi Keperawatan di Inggris
“Pendidikan di Inggris menawarkan kurikulum yang komprehensif, penelitian yang inovatif, dan pengajaran yang berkualitas tinggi yang nantinya dapat diterapkan untuk memajukan berbagai sektor di Indonesia,” kata Desra kepada para peserta acara.
Desra, yang menempuh pendidikan S-2 dan S-3 di Inggris, juga berharap bahwa pelajar Indonesia yang akan menempuh pendidikan di Inggris tidak sekadar menimba ilmu, namun juga menjadi duta-duta budaya Indonesia.
“Peran para pelajar inilah yang akhirnya membuat hubungan bilateral antara Inggris dan Indonesia semakin erat,” lanjut Desra.
Baca juga : BMKG-British Council Kirim 23 Pegawai ke 9 Perguruan Tinggi Inggris
Dia juga mengapreasi penyelenggaraan acara UK Scholars and Alumni Night yang memberi bekal berharga bagi para calon mahasiswa untuk mempersiapkan diri dalam mengembangkan kemampuan belajar di Inggris dan memanfaatkan hubungan dengan para alumni sekembalinya ke Indonesia.
Apresiasi serupa juga diutarakan Direktur Beasiswa LPDP Dwi Larso. Menurutnya, acara ini sangat berguna bagi mahasiswa Indonesia yang akan bersiap menimba ilmu di Inggris. Ini mengingat semakin banyak minat pelajar dengan beasiswa LPDP untuk melanjutkan pendidikannya di universitas-universitas ternama di Inggris.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para alumni Inggris yang tergabung dalam Chevening Alumni Association Indonesia (CAAI), Mata Garuda (MG) LPDP, Indonesia Association of British Alumni (IABA), dan Global Indonesia Professional Association (GIPA), yang berkolaborasi menggelar acara berfaedah ini. Semoga kegiatan ini akan semakin intensif dan berkembang di masa depan,” ujar Dwi Larso.
Selain para calon mahasiswa di Inggris, acara ini juga dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta Harry Stockwell, Presiden IABA Redha Bhawika, dan perwakilan GIPA Hilmi Kartasasmita.
Presiden CAAI Nadhila Renaldi mengungkapkan acara ini merupakan proyek kolaborasi pertama yang dilakukan antarperkumpulan sesama alumni Inggris.
“Kami gembira bahwa di tengah berbagai kesibukan profesinya masing-masing, para alumni Inggris bahu-membahu untuk menggelar acara yang memberi manfaat kepada pelajar Indonesia yang ingin melanjutkan studi mereka di Inggris,” kata Dhea.
“Ini acara kolaborasi antarkomunitas alumni Inggris yang pertama dan terbesar yang membekali calon pelajar, pelajar aktif di Inggris, dan para alumni, dengan keahlian dan kebutuhan dalam masing – masing fase hidupnya,” lanjut Dhea.
Dia juga berharap acara ini menjadi ajang bertukar informasi dan berjejaring yang bermanfaat bagi mereka yang akan belajar di Inggris maupun para alumni seperti dirinya.
Dia juga menyatakan bahwa pengalaman belajar di luar negeri, khususnya di Inggris yang dikenal dengan institusi pendidikannya yang unggul, akan memberikan perspektif baru dan keterampilan yang diperlukan untuk membawa perubahan positif sekembalinya di Indonesia.
“Saya percaya bahwa dengan pendidikan dan jaringan yang kuat, seperti yang tengah dibangun oleh para alumni Inggris, kita akan dapat berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan kualitas hidup pribadi, keluarga, dan masyarakat,” ujar Dhea.
Leonardo Gavaza, Presiden Mata Garuda, perhimpunan alumni penerima bea siswa LPDP, menyatakan kepuasannya atas penyelenggaraan UK Scholars and Alumni Night.
“Acara ini merupakan inisiatif penting untuk memastikan bahwa para calon pelajar di Inggris dan alumni Inggris dipersiapkan dengan baik bagi upaya mereka di masa depan,” ujarnya.
Menurut Leonardo, kegiatan ini merupakan bukti bahwa komunitas alumni Inggris di Indonesia adalah komunitas alumni dengan ikatan yang erat yang menjalin komitmen untuk bersama – sama memberikan “rumah” sebagai tempat berkontribusi dan bertumbuh bersama bagi para alumni Inggris.
“Acara ini sekaligus menunjukkan kepada para calon mahasiswa di Inggris dan alumni bahwa manfaat yang didapat dengan belajar di negara yang memiliki kualitas pendidikan kelas global seperti Inggris tidak saja ilmu yang berguna, namun juga dapat bergabung dengan jaringan alumni yang kuat. Ini merupakan modal penting dalam karier profesional kita,” lanjutnya.
Ketua Panitia UK Scholars and Alumni Night Tifara Ashari mengungkapkan bahwa acara ini sebagian besar melibatkan alumni dan pelajar aktif yang sedang menempuh studi di Inggris sebagai pembicara.
“Para pembicara ini memberikan bekal berupa informasi serta tips and tricks menavigasi kehidupan akademis dan nonakademis di Inggris,” ujar Tifara.
“Lewat acara ini, bagi para pelajar aktif yang saat ini berada di Inggris dan para alumni yang baru kembali, kami memastikan bahwa mereka berada dalam komunitas dan jejaring yang akan membantu proses reintegrasi mereka sepulangnya ke tanah air dan mendukung mereka untuk menyalurkan ilmu serta keahlian yang didapat selama belajar di Inggris ke dalam bidang pekerjaan yang tepat.” (Z-1)
Amartha Fellowship Bootcamp diikuti oleh 60 penerima beasiswa dan berlangsung selama empat hari.
Universitas Budi Luhur (UBL) terus mempertegas komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga nasional sekaligus membawa pendidikan tinggi Indonesia ke panggung dunia.
Anwar-Reny mencatat capaian program BERANI di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, mulai dari 23.568 beasiswa hingga layanan kesehatan bagi 135.084 warga.
Farhan menyebut, dalam pendekatan yang lebih logis, penerima beasiswa negara seharusnya memiliki komitmen moral untuk kembali dan berkontribusi bagi Indonesia.
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) masih menghitung besaran dana beasiswa yang akan dikembalikan oleh alumni Arya Iwantoro, suami Dwi Sasetyaningtyas
Pada Jumat (27/2) belum ada permintaan resmi yang bisa dijadikan dasar pengambilan keputusan.
Presiden AS Donald Trump mengaku sedih hubungan AS-Inggris tak seerat dulu setelah PM Keir Starmer sempat menolak izin penggunaan pangkalan udara untuk serang Iran.
Siprus protes keras Inggris setelah pangkalan RAF Akrotiri diserang drone. Nikosia tuntut kepastian pangkalan hanya untuk misi kemanusiaan, bukan serangan militer.
Pangkalan militer Diego Garcia, milik Inggris dan AS, terletak di Kepulauan Chagos, Samudra Hindia, sekitar 2.000 km selatan Sumatra.
Presiden AS Donald Trump mengkritik Perdana Menteri Inggris Keir Starmer karena lambat menyetujui penggunaan pangkalan Diego Garcia untuk operasi militer ke Iran.
Grace Bell mencetak sejarah di Inggris dengan melahirkan Hugo melalui transplantasi rahim dari donor yang sudah meninggal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved