Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
MENITIPKAN anak ke tempat penitipan anak atau daycare merupakan salah satu pilihan bagi orangtua yang beraktivitas seharian di luar rumah maupun bekerja. Daycare bisa menjadi salah satu langkah yang bagus jika orangtua ingin anak-anak mereka mengenal dunia luar sejak usia dini. Tetapi, orangtua perlu teliti dan hati-hati mengecek dan memastikan daycare tersebut aman dan nyaman untuk anak.
Di samping itu, terdapat beberapa manfaat menitipkan anak ke daycare. Berikut 5 manfaat menitipkan anak ke daycare, seperti dilansir dari situs Children Central, sebuah tempat pusat penitipan anak atau pusat pembelajaran yang berada di Amerika Serikat.
1. Sosialisasi
Baca juga : Ini Tips Memilih Daycare dari Psikolog
Sosialisasi merupakan elemen penting yang perlu dipelajari anak sejak dini. Dengan mengajarkan cara berinteraksi dengan orang lain, anak akan mengatasi rasa malu saat berteman. Ini juga akan membantu anak membangun rasa percaya diri. Anak akan belajar cara menyesuaikan diri dengan berbagai kepribadian anak-anak lainnya yang akan ditemui.
Manfaat lain dari membiarkan anak bermain dengan anak-anak lain adalah memungkinkan mereka belajar cara memecahkan masalah. Selain itu, mereka belajar cara berbagi dan bersabar menunggu giliran dengan satu sama lain. Saat membiarkan anak berinteraksi dengan orang lain, keterampilan sosial mereka berkembang lebih awal.
2. Belajar Disiplin
Baca juga : Pascapenetapan UU KIA, KPAI Dorong Perusahaan dan Penyedia Gedung Siapkan Daycare
Anak-anak kecil tumbuh dengan baik melalui rutinitas dan jadwal. Pengasuh anak yang berkualitas dapat memberikan struktur ini dengan mengikuti jadwal harian.
Interaksi bukanlah satu-satunya manfaat yang didapatkan anak-anak di daycare. Lingkungan belajar yang terstruktur juga akan membantu mereka belajar disiplin. Pusat penitipan anak memiliki jadwal yang harus diikuti setiap hari.
Jadwal ini dapat mencakup menyanyikan lagu anak-anak, bermain, makan, dan mendongeng. Kegiatan menyenangkan ini penting untuk pertumbuhan dan perkembangan intelektual balita.
Baca juga : Hari Ibu, Erick Thohir Luncurkan Fasilitas Daycare di BUMN
3. Mengembangkan Kemampuan Bahasa dan Komunikasi
Pengasuh anak yang baik memberikan kesempatan bagi anak untuk mulai bersosialisasi sejak usia dini. Interaksi dengan teman sebaya ini akan membantu mereka belajar dan mengasah kemampuan komunikasi mereka.
4. Persiapan untuk Sekolah
Baca juga : Prudential Ajak Anak dan Orangtua Belajar Literasi Keuangan
Daycare mempersiapkan anak untuk sekolah dan akan memberi mereka kepercayaan diri untuk lebih berani keluar rumah. Tentu, ini akan memudahkan anak untuk mulai bersekolah dan membangun keberanian anak ketika hari pertama sekolah.
5. Membantu Keluarga Berkembang
Memilih daycare yang cocok untuk orangtua dan anak merupakan proses pengambilan keputusan yang panjang. Namun, daycare yang berkualitas akan memberikan dampak positif pada perkembangan anak.
Daycare yang berkualitas juga memiliki kegiatan menarik untuk bayi dan balita yang akan membantu pertumbuhan dan perkembangan intelektual mereka. Sementara anak-anak berada di daycare, orangtua dapat melakukan pekerjaan dan meningkatkan produktivitas mereka. (M-4)
Pusat penitipan anak First Steps Learning AcademyFirst Steps Learning Academy di Sydney ramai setelah seorang kakek tidak sengaja membawa balita yang salah.
Penting untuk mencari tahu soal kesaksian atau testimoni para pelanggan yang lebih dulu memakai jasa, dan juga melakukan wawancara dengan pihak daycare tersebut.
MI, pemilik sebuah daycare bernama WSI, telah dilaporkan ke Polres Metro Depok dengan dugaan melakukan kekerasan terhadap balita berusia 2 tahun.
UU KIA mewajibkan perusahaan atau penyedia gedung memberikan fasilitas tempat penitipan anak sebagai bentuk dukungan para ibu pascamelahirkan.
HARI Ibu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meluncurkan fasilitas daycare di Kementerian BUMN.
Orangtua perlu membedakan penggunaan gawai untuk kebutuhan produktif dan hiburan.
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved