Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DAMPAK perubahan iklim di Indonesia menjadi perhatian serius saat ini, tak terkecuali bagi Lazismu dan Madani. Sosialisasi pemahaman tentang perubahan iklim semakin mendesak karena masih menjadi perkerjaan bersama.
Sebagai bentuk sosialisasi pemahaman perubahan iklim, Lazismu dan Madani menggelar Workshop Perubahan Iklim di Indonesia dan Peran Lazismu pada 4 Agustus 2024.
Ketua Badan Pengurus Lazismu, Ahmad Imam Mujadid Rais menyampaikan bahwa agenda ini diinisasi oleh Lazismu yang bersinergi dengan Madani Berkelanjutan selama dua hari.
Baca juga : Berkat Kinerja Aksi Iklim Sistematis, Indonesia Raih Pengakuan Internasional
“Agenda ini direncanakan dengan proses yang panjang dan evaluasi program yang bertalian dengan SDGs. Lazismu menilai capaian program lingkungannya harus dioptimalkan, sehingga terserap dalam suatu aktivitas yang strategis,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Selasa (6/8).
Mujadid Rais mengatakan, saat ini perubahan iklim merupakan topik yang hangat di Muhammadiyah. Sebagai lembaga filantropi, Lazismu harus turut serta memberikan solusi (problem solver) dan bagi fasilitator bagi masyarakat dalam menyelamatkan lingkungan.
Di Muhammadiyah sendiri, sebut Mujadid Rais, kampanye kesadaran lingkungan dan perubahan iklim dibentuk dengan hadirnya Muhammadiyah Climate Changes (MCC).
Baca juga : Muhammadiyah dan Danone Komitmen Dukung Upaya Atasi Perubahan Iklim
Menurutnya, Lazismu melalui program lingkungan, telah berkoordinasi dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk mengkaji dana penghimpunan zakat agar bisa dimanfaatkan untuk penyelamatan lingkungan.
“Beberapa program telah diaktivasi Lazismu di beberapa titik, misalnya di Duren Sawit, Jakarta dalam pemberdayaan komunitas pemulung yang disinergikan dengan program kampung hijau bersama Swara Peduli Indonesia. Program lingkungan lainnya di Bantul, Yogyakarta mengaktivasi rumah produksi pengelolaan sampah,” tuturnya.
Bersama dengan Madani Berkelanjutan, jelas Mujadid Rais, Lazismu dapat saling mengisi untuk memperkuat program lingkungan dari lain aspek khususnya dampak perubahan iklim. Lazismu akan belajar untuk mendapatkan informasi penting dari Madani yang sudah bergerak di kajian perubahan iklim.
Baca juga : Muhammadiyah Deklarasikan Kampanye Peduli Lingkungan
“Dengan melibatkan empat puluhan kantor Lazismu wilayah dan daerah yang telah dikaji kerentanan daerahnya diharapkan akan lebih mengena. Karena di beberapa kota yang dulu dikenal sejuk kini karena suhu global yang naik mengalami dampaknya dan tidak sejuk lagi. Termasuk para nelayan di pesisir pantai yang merasakan dampaknya ketika melaut,” paparnya.
Maka dengan berkontribusinya Lazismu dalam perubahan iklim, harap Mujadid Rais, para peserta yang hadir bisa melihat kondisi daerahnya masing-masing dan menyampaikan pemahaman tentang dampak dari perubahan iklim kepada masyarakat luas di lingkungan sekitarnya.
Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Madani Berkelanjutan, Nadia Hadad merasa senang bisa berkolaborasi dengan Lazismu. “Madani Berkelanjutan akan siap berkolaborasi dengan Lazismu melalui kajian dan riset yang mudah-mudahan bisa memberikan kontribusi terhadap lembaga filantropi dalam mengembangkan program-programnya yang strategis,” pungkasnya. (H-2)
IDAI juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam pemenuhan fasilitas kesehatan anak.
Workshop peningkatan kapasitas ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 40 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga.
Workshop ini memberikan panduan praktis dari para ahli di bidang teknologi dan perbankan guna meningkatkan standar promosi produk lokal.
Data menunjukkan angka stunting di Biak telah menurun signifikan, dan upaya ini harus dipertahankan salah satunya dengan mencegah perkawinan anak.
IP Trisakti berencana akan memperluas kerja sama bidang pendidikan dengan lebih banyak negara di Eropa.
Kemenag prediksi awal Ramadan 1447 H jatuh 19 Februari 2026 berdasarkan hisab dan rukyat, menghormati penetapan Muhammadiyah 18 Februari.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam mengambil komitmen lanjutan di Board of Peace (BoP), terutama terkait rencana keanggotaan tetap.
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah meminta Pemerintah Indonesia mengambil sikap kritis, aktif, dan terukur di Board of Peace (BoP), agar tetap sejalan dengan kemerdekaan palestina
PIMPINAN Pusat Muhammadiyah memandang pembentukan Board of Peace (BoP) patut dicermati secara kritis, lembaga ini harus jelas soal roadmap kemerdekaan Palestina
PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar pertemuan dengan puluhan pimpinan organisasi Islam dan tokoh pondok pesantren dari berbagai daerah pada hari ini.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perwakilan sejumlah organisasi masyarakat Islam, termasuk PBNU, Muhammadiyah, dan MUI, ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved