Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM peneliti dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan riset terapi herbal yang minim efek samping bagi penderita kanker payudara. Riset ini diharapkan mampu membantu pengobatan terhadap penyakit tersebut.
Terapi herbal tersebut bernama Nanosuspensi Fraksi Sembung yang mendapat hibah pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Ketua tim penelitian, Putri Nabila Candraningtyas mengatakan, pengobatan ini menggunakan tanaman sembung sebagai bahan dasarnya
"Sembung diketahui mengandung senyawa aktif flavonoid yang berfungsi sebagai antikanker, karena kemampuannya dalam menginduksi apoptosis untuk membunuh sel kanker," terang dia dalam siaran pers dari Humas UMY, Kamis (25/7).
Baca juga : 1.000 Pelajar Selami Dunia Otomotif di GIIAS 2024
Putri mengatakan, pengobatan secara herbal umumnya memiliki keterbatasan khususnya dalam bioavailabilitas atau ketersediaan hayati, kelarutan, dan stabilitas. Ia dan timnya telah melakukan pengembangan menggunakan teknologi untuk perumusan obat herbal dan mengatasi permasalahan tersebut.
"Teknologi yang kami gunakan adalah sistem nanosuspensi yang terdiri dari partikel padat berukuran nano, yaitu sekitar 0,1-1000 nm," terang dia.
Pengembangan sistem ini dapat menawarkan laju disolusi atau pelarutan obat menjadi lebih tinggi serta peningkatan ketersediaan hayati dari obat. Dengan menggabungkan nanosuspensi dan obat yang berbahan dasar tanaman sembung, kinerja obat untuk menghentikan siklus sel dapat meningkat secara efektif dan menekan pembiakan serta invasi sel kanker.
Baca juga : Universitas Nusa Cendana Role Model Implementasi Praktik Baik Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual
Mahasiswa Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY ini pun menjelaskan bahwa yang menjadikan penyakit kanker sangat berbahaya adalah pertumbuhan sel kanker secara abnormal yang terus-menerus dan tidak terkendali, yang dikenal sebagai metastatis.
Hal itu berpotensi dapat mengakibatkan kerusakan jaringan di sekitarnya serta dapat menyebar ke berbagai organ lain di tubuh. Kanker payudara pun memiliki kecenderungan yang sama karena memiliki salah satu lini sel bernama 4T1 yang bersifat sangat metastatik.
Riset pengembangan Nanosuspensi Fraksi Sembung pun akan melalui beberapa tahap uji coba di beberapa laboratorium yang berbeda, serta menggunakan berbagai metode yang berbeda. Beberapa di antaranya adalah uji determinasi tanaman, uji identifikasi senyawa aktif tanaman, uji evaluasi fisik sediaan nanosuspensi, serta formulasi sediaan nanosuspensi. Putri menyebutkan bahwa inovasi pengobatan kanker payudara ini merupakan kontribusi ia dan timnya bagi dunia riset.
"Besar harapan kami untuk dapat memberikan dampak nyata melalui gagasan dan inovasi kami dalam penanganan kanker, khususnya kanker payudara yang masih memiliki resiko kematian yang tinggi. Penggunaan tanaman sebagai bahan dasar obat pun menjadi cara kami dalam memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang ada di Indonesia," tutup Putri. (H-2)
Peneliti Universitas Airlangga mengembangkan turunan pinostrobin dari temu kunci yang berpotensi lebih efektif dan aman untuk terapi kanker payudara.
Dari studi tersebut, terdapat beberapa temuan utama terkait faktor gaya hidup setelah diagnosis kanker payudara dan pengaruhnya terhadap peluang kesembuhan ataupun kelangsungan hidup
Berdasarkan studi terkini, jumlah kasus kanker di tanah air diprediksi meningkat hingga lebih dari 70% pada 2050 jika upaya preventif dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini.
Studi terbaru The Lancet Oncology mengungkap ketimpangan tragis, angka kematian kanker payudara turun di negara maju, namun melonjak hampir 100% di negara miskin.
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
Kanker payudara masih jadi kasus tertinggi pada perempuan. Simak 8 langkah alami berbasis bukti ilmiah untuk menurunkan risiko, mulai dari olahraga hingga deteksi dini rutin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved