Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
Berbagai pengetahuan lokal yang berasal dari ingatan kolektif masyarakat dapat berfungsi efektif untuk mengatasi dan mengurangi risiko bencana, baik sebelum, saat, maupun sesudah. Pengetahuan lokal ini dapat menjadi petunjuk atau strategi bagi masyarakat agar mampu meminimalisir risiko bencana. Hal tersebut diungkapkan Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Amarulla Octavian.
Saat ini, menurutnya, pemanfaatan pengetahuan lokal belum maksimal diterapkan di Tanah Air. Itu terlihat dari masih besarnya jumlah korban bencana di Indonesia. Seperti saat banjir bandang lahar dingin di Sumatra Barat yang menelan koban jiwa hingga 60 orang. Belum lagi kerugian material yang cukup masif. Kemudian, rumah dan jalan hancur oleh erupsi lahar dingin gunung Marapi.
“Indonesia yang kaya pengetahuan lokal kebencanaan, sebaiknya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas dalam bentuk yang lebih sederhana. Misalnya pembuatan komik kebencanaan yang berisi pengetahuan lokal kebencanaan, khas masing-masing daerah untuk pembaca muda. Ataupun film animasi tentang Smong yang sudah pernah dibuat oleh Agung Zainal Muttakin Raden, pengajar dari Universitas Indraprasta PGRI Jakarta,” ujarnya.
Baca juga : Indonesia Perlu Kembangkan Industri Teknologi Peringatan Dini Kebencanaan
Pengetahuan lokal kebencanaan merupakan salah satu variabel yang potensial dalam kesiapsiagaan menghadapi kebencanaan di samping variabel lainnya. Agama dan budaya juga dapat menjadi modal kultural dalam penanganan bencana yang dialami masyarakat Indonesia.
Kepala Pusat Riset Agama dan Kepercayaan (PRAK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Aji Sofanudin mengungkapkan pengetahuan lokal kebencanaan merupakan salah satu variabel yang potensial dalam kesiapsiagaan menghadapi kebencanaan di samping variabel lainnya. Agama dan budaya juga dapat menjadi modal kultural dalam penanganan bencana yang dialami masyarakat Indonesia.
Aji mengungkapkan keprihatinannya, kerusakan lingkungan di Indonesia kian meluas karena ulah manusia, padahal Islam mengajarkan ramah terhadap lingkungan. Ia memandang, kebijakan tata kelola agama, lebih pada soal kerukunan umat beragama dan moderasi berupa intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.
Baca juga : 62 Orang Tewas akibat Banjir Bandang di Afghanistan
“Beragama maslahat merupakan beragama yang mendatangkan kebermanfaatan. Secara psikologis, orang beragama mendatangkan ketenangan. Secara sosial, orang yang beragama idealnya mendatangkan ketertiban masyarakat. Ajaran agama senantiasa mendatangkan kemaslahatan,” urainya.
Ia menjelaskan, salah satu program yang bisa dilakukan misalnya green religion, yaitu agama memberikan kebermanfaatan terhadap lingkungan. Di sini, nilai-nilai agama digunakan sebagai pendorong untuk pembangunan berkelanjutan.
Aji melanjutkan, ada nilai-nilai agama yang bisa digunakan untuk penanganan bencana lingkungan hidup. Hal itu mengutip pemikiran ahli tafsir Al-Qur’an asal Indonesia M. Quraish Shihab tentang pemeliharaan lingkungan dikaitkan dengan wacana Beragama Maslahat. Hal itu dilihat dari dalil naqli, dalil aqli, dan praktik baik. Sebagai contoh, terbitan buku karangannya berjudul Islam dan Lingkungan: Perspektif Al-Quran Menyangkut Pemeliharaan Lingkungan.
“Pemikiran tersebut terkait Islam dan lingkungan yang selaras dengan konsepsi beragama maslahat. Dengan menggunakan dalil naqli, dalil aqli, dan praktik baik, serta sejarah peradaban Islam, Quraish Shihab berhasil mengelaborasi gagasan pentingnya menjaga lingkungan hidup,” jelasnya. (Z-11)
Identifikasi trauma pada anak memerlukan kepekaan khusus karena mereka belum mampu mengomunikasikan perasaan mereka secara verbal.
Banyak orang, baik penyintas maupun relawan, cenderung mengabaikan kondisi mental mereka sendiri karena fokus utama tersita untuk menolong keluarga atau memenuhi kebutuhan dasar.
BPBD Kabupaten Majalengka mencatat mulai 1 Januari hingga 18 Februari 2026 telah terjadi 152 kejadian bencana di Kabupaten Majalengka.
Masyarakat diharapkan terus memantau informasi cuaca resmi agar dapat melakukan mitigasi mandiri.
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
Kepala Klenteng Hok Tik Bio Purwokerto, Jawa Tengah, Suryana menyampaikan ungkapan keprihatinannya atas maraknya bencana yang timbul di berbagai daerah.
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
BSKDN Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meneguhkan peran sebagai policy hub yang menjadi pusat konsolidasi pengetahuan, analisis strategis, dan rekomendasi kebijakan berbasis bukti.
BSKDN Kemendagri berkolaborasi dengan BRIN dalam upaya mendorong inovasi daerah melalui optimalisasi Repositori Ilmiah Nasional (RIN)
UT resmi menjalin kemitraan strategis dengan Central Queensland University (CQU) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Kantor Pusat UT.
Film sering menjadi jendela bagi penonton untuk memahami berbagai konsep pengetahuan, termasuk teori evolusi.
AKADEMISI dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menilai pembekalan calon menteri kabinet Prabowo yang sampai mendatangkan pakar asing tidak efektif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved