Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRAKIRAAN cuaca Rabu (24/7), terpantau adanya bibit siklon 94W di Samudra Pasifik Utara Papua yang membentuk daerah pertemuan angin atau konvergensi di perairan utara Papua, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG menyebut, daerah konvergensi lainnya pun terlihat memanjang di beberapa wilayah, yakni dari Riau, perairan Barat Aceh, Selat Sunda hingga Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, dari Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Tengah, Maluku, Laut Maluku, Maluku Utara, Laut Arafuru, Papua Barat hingga Papua Barat Daya, dan Papua Bagian Tengah.
Hasilnya, kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar daerah bibit siklon dan dari sepanjang daerah konvergensi tersebut. Sementara itu, prediksi angin permukaan di wilayah Indonesia umumnya didominasi dari arah Timur hingga Tenggara dengan kecepatan angin berkisar antara 10 hingga 50 km per jam.
Baca juga : Prakiraan Cuaca Hari Ini, Kondisi Suhu di Indonesia Lebih Dingin
Kondisi suhu udara secara umum berkisar antara 16 hingga 35 derajat Celcius dengan kelembapan berkisar antara 44% hingga 99%. Sementara untuk perakiran tinggi gelombang laut di wilayah Indonesia, secara umum tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 2,5 meter.
BMKG mengimbau untuk tetap waspada terhadap tinggi gelombang 2,5 hingga 4 meter dari Samudra Hindia Barat Sumatera hingga Samudra Hindia Selatan Bali.
Waspadai juga adanya potensi banjirob pada esok hari. Berikut ini beberapa wilayah yang diprakirakan adanya potensi banjirrob:
Baca juga : Prakiraan Cuaca Hari Ini, Sejumlah Kota Besar Diprediksi Berkabut
1. Pesisir Sumatera Utara.
2. Pesisir Kepulauan Riau.
3. Pesisir Banten.
4. Pesisir Jawa Tengah.
5. Pesisir Kalimantan Timur.
6. Pesisir Maluku Utara.
* Pekanbaru, Tanjung Pinang, dan Banda Aceh: cerah berawan hingga berawan tebal.
* Medan: Udara kabur.
* Padang: Berkabut.
* Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, dan Palembang: Berawan tebal.
* Lampung: Udara kabur.
• Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya: Berawan hingga berawan tebal.
Baca juga : Prakiraan Cuaca Indonesia (21/7), Waspadai Bibit Siklon Tropis dan Potensi Hujan Lebat
* Mataram dan Kupang: Berawan tebal.
* Denpasar: Hujan ringan.
* Palangkaraya: Berawan.
* Pontianak dan Banjarmasin: Udara kabur.
* Samarinda: Waspada potensi petir.
* Tanjung Selor: Hujan disertai petir.
* Makassar dan manado: Berawan Tebal.
* Palu: Berkabur.
* Mamuju: Hujan ringan.
* Gorontalo dan Kendari: Waspada potensi petir.
* Ternate: Berawan tebal.
* Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, dan Jayawijaya: Hujan ringan.
* Nabire dan Merauke: Hujan disertai petir. (Z-10)
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
BMKG menghimbau peningkatan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kupang, Rote Ndao, Alor, dan Mamuju.
Terpantau Siklon Tropis Nuri yang sedang aktif di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini menyebabkan belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Maluku Utara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Hujan ringan hingga sedang mengguyur Jakarta sejak pagi akibat aktivitas tiga bibit siklon tropis yang memicu pembentukan awan hujan.
BMKG NTT meminta warga waspada terhadap tiga bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang memicu hujan ekstrem dan angin kencang di seluruh wilayah NTT.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Jabodetabek akan diguyur dengan intensitas ringan.
PRAKIRAAN cuaca Jawa Tengah hari ini 23 Maret 2026, cuaca ekstrem berpotensi terjadi di 22 daerah dan gelombang tinggi 1,25-2,5 meter berlangsung di perairan utara Jawa Tengah
Kombinasi fenomena atmosfer ini memicu potensi cuaca yang cukup signifikan di beberapa titik di Indonesia. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Hujan
Kombinasi suhu dan kelembapan tersebut menyebabkan suhu yang dirasakan masyarakat bisa lebih tinggi dari angka sebenarnya.
BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca NTT 22-24 Maret 2026. Sejumlah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang
Dalam 24 jam ke depan, sistem ini diprediksi bergerak menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot dan tekanan minimum sekitar 996 hektopaskal
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved