Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGAN jantung adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika aliran darah ke bagian jantung terhenti, menyebabkan kerusakan pada otot jantung.
Sering kali, serangan jantung dikaitkan dengan mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung atau faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau kolesterol tinggi. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: apakah orang yang tidak ada riwayat penyakit jantung bisa terkena serangan jantung?
Jawabannya adalah ya. Orang yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung masih bisa mengalami serangan jantung.
Baca juga : Obat Herbal Dipastikan bukan Solusi Atasi Serangan Jantung
Meskipun riwayat penyakit jantung dan faktor risiko yang jelas meningkatkan kemungkinan serangan jantung, ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan kondisi ini pada individu yang tampaknya sehat.
Salah satu pendiri Himpunan Dokter Emergency Indonesia Adib Khumaidi menjelaskan bahwa serangan jantung bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.
“Serangan jantung itu tidak bisa diprediksi, banyak faktor sekarang misalnya dia mempunyai penyakit kolesterol, diabetes, hipertensi atau penyakit lain, hal itu dapat menjadi penyebab. Atau tidak ada pemeriksaan pada jantung dan ternyata terdapat plak dalam jantung yang tidak diketahui,” ujar dokter yang juga merupakan ketua Ikatan Dokter Indonesia.
Baca juga : Stres Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung
Idiopatik dan kardiomiopatik juga dapat menjadi penyebab terjadinya serangan jantung.
Menurut Adib, saat keadaan darurat, gejala itu kadang tidak tampak jadi harus ada penanganan dengan cepat salah satunya dengan memeriksa nadi.
1. Stres dan kesehatan mental
Baca juga : Mengenal Serangan Jantung dan Tips Pencegahannya
Stres kronis, kecemasan, dan depresi dapat mempengaruhi kesehatan jantung. Stres dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah dan detak jantung, serta memicu perilaku tidak sehat seperti merokok atau makan berlebihan, yang semuanya berkontribusi pada risiko serangan jantung.
2. Gaya hidup tidak sehat
Gaya hidup yang kurang aktif, pola makan tinggi lemak jenuh dan gula, serta kebiasaan merokok atau konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan risiko serangan jantung bahkan pada individu tanpa riwayat penyakit jantung.
Baca juga : Anak Muda Bisa Terkena Penyakit Jantung Jika Hidup tidak Sehat
3. Genetika
Meskipun seseorang mungkin tidak memiliki riwayat pribadi penyakit jantung, faktor genetik dapat memainkan peran penting. Beberapa orang mungkin memiliki kecenderungan genetik terhadap penyakit jantung yang belum terdiagnosis.
4. Kondisi medis lainnya
Penyakit autoimun, gangguan tiroid, atau kondisi lain yang mempengaruhi metabolisme tubuh juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung.
5. Aktivitas fisik intens
Dalam beberapa kasus, aktivitas fisik yang sangat intens atau mendadak pada seseorang yang tidak terbiasa bisa memicu serangan jantung.
Penting untuk diingat bahwa pencegahan adalah kunci utama. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa diambil untuk mengurangi risiko serangan jantung, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung:
Gaya hidup sehat
Mengadopsi pola makan seimbang, rutin berolahraga, menghindari merokok, dan membatasi konsumsi alkohol.
Mengelola stres
Menggunakan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau latihan pernapasan untuk mengelola stres.
Pemeriksaan kesehatan rutin
Meskipun tidak memiliki riwayat penyakit jantung, pemeriksaan kesehatan rutin dapat membantu mendeteksi faktor risiko yang tidak terlihat.
Edukasi dan kesadaran
Mengetahui tanda-tanda awal serangan jantung dan apa yang harus dilakukan dalam keadaan darurat.
Serangan jantung dapat terjadi pada siapa saja, termasuk mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung. Dengan memahami faktor risiko yang kurang dikenal dan mengambil langkah-langkah pencegahan, kita dapat lebih siap menghadapi potensi ancaman ini dan menjaga kesehatan jantung kita secara keseluruhan.
Kewaspadaan dan tindakan proaktif adalah kunci untuk menjaga kesehatan jantung dan mencegah serangan jantung. (Z-1)
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Roberto Carlos memberikan kabar terbaru terkait kondisi kesehatannya. Mantan bintang Real Madrid ini membantah rumor serangan jantung dan fokus pada pemulihan.
Studi terbaru Cedars-Sinai mengungkap lonjakan drastis serangan jantung dan gangguan paru pasca-kebakaran hutan LA Januari 2025.
Menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal rutin berolahraga dan menjauhi stres.
Serangan jantung kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok, jarang berolahraga, atau pola makan yang buruk.
Kita jarang membayangkan bahwa kondisi yang mengancam jiwa, seperti serangan jantung atau stroke, bisa terjadi pada diri sendiri.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved