Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP hari, tekanan hidup modern memberikan tantangan yang tidak terhitung jumlahnya. Namun, apa yang mungkin tidak Kamu sadari adalah tingkat stres yang tinggi juga bisa menjadi ancaman tersembunyi bagi kesehatan jantung.
Serangan jantung merupakan kondisi yang terjadi ketika aliran darah menuju jantung terhambat. Kondisi ini menyebabkan jantung tidak mendapatkan pasokan oksigen yang dibutuhkan.
Serangan jantung merupakan kondisi yang umum terjadi dan banyak menjadi penyebab kematian bagi wanita maupun pria yang memiliki usia di atas 45 tahun.
Baca juga: Penyakit Jantung Koroner: Pengertian, Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Ada beberapa penyebab yang membuat stres dapat memicu serangan jantung, seperti:
1. Pembekuan Darah
Stres yang berlebihan meningkatkan kadar hormon adrenalin dan kortisol.
Jika kedua hormon ini terlalu banyak dalam tubuh, kondisi ini menyebabkan tubuh rentan mengalami pembekuan darah. Pembekuan darah yang terjadi meningkatkan seseorang mengalami serangan jantung.
2. Tekanan Darah Tinggi
Baca juga: Hari Jantung Sedunia, Beginilah Sejarah dan Temanya
Kondisi stres menyebabkan tekanan darah pada tubuh meningkat. Tekanan darah tinggi yang tidak dapat diatasi dengan baik dapat menyebabkan seseorang mengalami serangan jantung.
3. Rusaknya Pembuluh Darah
Ketika stres maka hormon sitokin dalam tubuh meningkat. Kondisi ini meningkatkan risiko rusaknya pembuluh darah dalam tubuh. Itulah sebabnya ketika kamu mengalami stres maka kamu rentan mengalami serangan jantung.
4. Ketidakseimbangan Hormon
Salah satu penyebab ketidakseimbangan hormon adalah tingkat stres yang cukup tinggi. Kondisi ini mengganggu metabolisme tubuh yang mampu sebabkan kolesterol dalam tubuh meningkat.
Tingginya kadar kolesterol dalam tubuh mengganggu kerja jantung yang membuat seseorang rentan mengalami serangan jantung.
5. Penyumbatan Pembuluh Darah
Serangan jantung terjadi ketika ada penyumbatan pembuluh darah yang terjadi dalam tubuh. Penurunan pasokan darah menuju jantung dapat menyebabkan kerusakan pada jantung.
Lantas bagaimana cara mengatasi stres itu? Yuk simak selengkapnya informasi berikut ini.
1. Berolahraga
Selain membuat tubuh kamu lebih bugar, rutin melakukan olahraga dapat menjauhkan diri kamu dari kondisi stres.
Ketika kamu melakukan olahraga, terjadi peningkatan hormon serotonin dan endorphin yang meningkatkan tingkat kebahagiaan seseorang. Dengan adanya kedua hormon tersebut tubuh terasa lebih rileks dan bahagia.
2. Melakukan Hobi
Setelah melakukan pekerjaan yang berat dan membuat tingkat stres bertambah, tidak ada salahnya untuk melakukan sesuatu yang menyenangkan diri kamu sendiri seperti melakukan hobi.
Faktanya, melakukan hobi dapat membuat tubuh kamu lebih santai dan bahagia.
3. Konsumsi Air Putih
Saat mengalami kondisi stres, tidak ada salahnya untuk mengonsumsi air putih yang cukup. Stres membuat asupan cairan dalam tubuh berkurang. Oleh sebab itu, konsumsi air putih mampu mengatasi lelah yang dirasakan dan stres dapat diatasi.
Dengan mengambil langkah-langkah ini untuk mengatasi stres, Kamu dapat merawat kesehatan jantung dan menjaga risiko serangan jantung tetap dalam kendali. (Z-1)
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Musim flu di New York tahun ini datang lebih awal dan menyebar lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Tes darah baru mampu mendeteksi risiko komplikasi mematikan pada pasien hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Terobosan besar bagi jutaan pengidap jantung genetik.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Para pelari disarankan agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
LDL, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved