Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MARAKNYA makanan dan minuman mengandung kadar gula, garam dan lemak (GGL) yang cukup tinggi dan dapat mengganggu kesehatan membuat masyarakat harus lebih perhatian dan sadar atas bahaya yang bisa ditimbulkan jika sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi GGL.
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Prof Tjandra Yoga Aditama mengatakan perlu adanya reformulasi atau mengatur ulang formula dari makanan-makanan kemasan yang dijual di masyarakat.
"Pengaturan ulang ini tentu bertujuan menyediakan makanan dan minuman yang lebih sehat, dengan formula yang kadar GGL sesuai dengan prinsip dasar kesehatan," kata Tjandra dalam keterangannya, Kamis (11/7).
Baca juga : Program Makan Bergizi Gratis Berpotensi Tinggi Gula, Garam, dan Lemak
Deklarasi Pimpinan Negara ASEAN tahun 2021 sudah menyebutkan bahwa negara-negara ASEAN memberi prioritas pada reformulasi dan produksi makanan dam minuman yang lebih sehat.
Hal itu merupakan strategi penting yang perlu diimplementasikan untuk mencapai potensi kesehatan maksimal masyarakat ASEAN dengan melakukan promosi gaya hidup sehat serta menjamin kesehatan dan kesejahteraan bagi semua kelompok umur, khususnya dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan bergizi seimbang.
Upaya lainnya yakni pencantuman label di kemasan yang secara jelas menjelaskan berapa kadar GGL yang terkandung di dalamnya. Tentu saja label itu harus cukup besar dan mudah terbaca konsumen.
Baca juga : Konsumsi Gula, Garam dan Lemak Berlebih Picu Penyakit Jantung
Hal itu juga dilakukan dengan mewujudkan standar minimum dan petunjuk dalam mendesain label yang disebut sebagai Front-of-Pack (FoP) label system, dan ini mengikuti paduan internasional, seperti WHO Guiding principles and framework manual for front-of-pack labelling for promoting healthy diet yang sudah dikeluarkan tahu 2019 lalu.
"Tujuannya adalah untuk memberi informasi yang lebih baik bagi konsumen untuk memilih produk makanan dan minuman yang lebih sehat," jelasnya.
Upaya terakhir yakni cukai bagi produk makanan tertentu, khususnya yang kadar gula garam lemaknya dapat berpotensi mengganggu kesehatan. Dalam hal ini, negara-negara ASEAN bersepakat membagi pengalaman yang baik dan inovatif tentang anggaran kesehatan dan pemanfaatan cukai untuk promosi gaya hidup sehat dan program pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM).
Baca juga : Kurangi Kebiasaan Ngemil Bisa Cegah Obesitas
"Juga disebutkan bahwa negara-negara ASEAN setuju untuk membentuk aturan kebijakan fiskal terhadap makanan dan minuman yang tidak sehat," ucapnya.
Setiap hari masyarakat disajikan makan dan minum yang tinggi GGL, dan tentunya sangat mengharapkan agar produk makanan dan minuman yang masyarakat konsumsi yang sehat, utamanya mengandung kadar gula, garam dan lemak yang sesuai dengan panduan kesehatan yang ada.
"Menjadi kewajiban pemerintah untuk menjamin agar produk makanan dan minuman yang dijual memang menyehatkan bangsa," pungkasnya.
Harga garam di tingkat petani melonjak dari sebelumnya Rp1.200 per kilogram meningkat menjadi Rp2.600 per kilogram.
Kontribusi Jatim belum berbanding lurus dengan kesejahteraan petambak dan pembudidaya. Ketiadaan HPP untuk garam dan ikan membuat harga sangat fluktuatif.
Garam memiliki potensi nilai tambah yang jauh lebih besar dari sekadar bahan konsumsi rumah tangga. Garam dapat dikembangkan jadi bahan baku kosmetika, farmasi, industri, dan baterai.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membuka keran impor untuk sejumlah komoditas strategis, beras, jagung, gula konsumsi, dan garam.
Dokter jelaskan alasan bayi di bawah 1 tahun tak boleh diberi garam, gula, atau madu. Simak penjelasan medis dan pilihan makanan aman.
Ia menekankan pentingnya kombinasi antara investasi teknologi, pembangunan infrastruktur, regulasi yang berpihak pada petambak.
Liposuction tidak bisa menggantikan gaya hidup yang sehat seperti makan makanan teratur, diet yang baik, rendah lemak, tinggi protein.
Peneliti menemukan neuron otak bisa menggunakan lemak, bukan hanya gula, sebagai sumber energi.
Perempuan yang memasuki periode perimenopause dan menopause perlu memperhatikan kadar lemak visceral dalam tubuh.
Minum satu kaleng minuman bersoda setiap hari baik versi manis maupun versi diet dapat meningkatkan risiko terkena penyakit hati berdasarkan penelitian terbaru di Tiongkok
Selama ini kita mengetahui bahwa obesitas dapat meningkatkan risiko kanker. Namun, temuan terbaru menunjukkan bahwa bukan hanya jumlah total lemak yang berperan.
Pada beberapa kanker, lokasi lemak lebih berpengaruh daripada jumlah total lemak. Pada jenis lain, total lemak lebih menentukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved