Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI bagian dari komitmen melibatkan pemuda dalam upaya perlindungan lingkungan dan mitigasi perubahan iklim, Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (Himahi) Universitas Budi Luhur dengan bangga mengumumkan penyelenggaraan ASEAN+ Youth Environmental Action (AYEA) 2024. Acara internasional ini akan berlangsung dari 27 hingga 30 Juni 2024.
AYEA 2024 mengundang 70 pemuda dari 29 negara ASEAN dan negara-negara sahabat serta ratusan pemuda Indonesia dari berbagai kalangan siswa dan mahasiswa. Mengangkat tema Heat Up the Plans, Cool the Earth: Collaborative Southeast Asian Youths Action for Climate Change Mitigation, AYEA 2024 dirancang dengan berbagai rangkaian kegiatan menarik selama empat hari.
Kegiatan-kegiatan tersebut mencakup Environmental Dialogue, FGD & Pleno, Lomba dan Diskusi Fotografi Lingkungan, Debate Competition, Lomba Mewarnai & Melukis, Lomba Kreasi Kuliner Ampas Kedelai, Climate Music Festival, Environmental Campaign, dan Stand Exhibition. Puncak acara akan diisi dengan Awarding Night yang meriah dan ditutup dengan aksi penanaman 6.000 pohon sebagai bentuk aksi nyata mitigasi lingkungan yang akan dilakukan di Baduy Luar. Warga Baduy Luar diketahui memiliki cinta besar terhadap kesuburan tanah Indonesia.
Baca juga : Tingkatkan Kualitas SDM Milenial Papua, Kuota Beasiswa Ditambah
AYEA 2024 juga akan menghadirkan aktivis lingkungan muda ternama Aeshnina Azzahra serta influencer Mischka dan Devon. Fotografer profesional Don Hasman dan Arbain Rambey turut berpartisipasi bersama dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang akan menyampaikan keynote speech pada sesi Environmental Dialogue.
Dari kegiatan itu akan lahir Budi Luhur Declaration dan Policy Brief yang akan disebarluaskan ke media untuk mendapatkan perhatian masyarakat luas. Universitas Budi Luhur, sebagai perguruan tinggi yang selalu mengedepankan nilai kebudiluhuran, mendukung penuh acara ini sebagai wujud nyata implementasi kebaikan tidak hanya antarsesama manusia, tetapi juga terhadap lingkungan.
AYEA 2024 juga mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti Pegadaian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Luar Negeri, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Tamron, Synergy Policies, HaloFoto, dan Xozo. "Kami berharap AYEA 2024 ini akan menjadi kegiatan tahunan sebagai bentuk komitmen pemuda ASEAN dan Universitas Budi Luhur dalam menjaga dan melestarikan lingkungan," ujar Regita sebagai Ketua Himahi Universitas Budi Luhur.
Mari bersama-sama beraksi untuk bumi kita tercinta! (Z-2)
Tim PKM memberikan sosialisasi dan pelatihan pengolahan limbah cangkang kerang hijau menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.
Pelatihan ini melibatkan lebih dari 20 anggota Karang Taruna dari total sekitar 80 anggota yang tersebar di RW 004 Ulujami.
Acara ini merupakan bagian rangkaian Dies Natalis ke-27 HIMAHI dan akan berlanjut hingga puncaknya pada 17 Desember 2025.
Konferensi ini mengusung tema “National Vision, Global Mission: Asta Cita in the Spirit of the SDGs.
Diharapkan mahasiswa UBL dapat memahami secara langsung peran etika dan tanggung jawab sosial dalam penyiaran di tengah tantangan era digital dan post-truth.
Perlu kebijakan nasional terpadu untuk mengatasi fragmentasi anggaran, melibatkan sektor swasta, dan memastikan seluruh upaya penanganan bencana.
Perdana Menteri Store menegaskan bahwa pemerintah Norwegia tidak memiliki kewenangan dalam penentuan penerima Hadiah Nobel Perdamaian.
Yuddy Chrisnandi menyoroti lemahnya peran lembaga internasional seperti PBB, OECD, G20, dan IMF, yang kini menghadapi ujian eksistensi dan relevansi di tengah meningkatnya ketegangan global.
Sebanyak 426 atlet putra dan putri dari 27 negara di kawasan Asia turut berpartisipasi dalam Kejuaraan Anggar Asia 2025.
Melalui kunjungan ini, Universitas Moestopo dan Kedutaan Besar Republik Argentina diharapkan dapat memperluas cakupan kerja sama akademik, termasuk dalam kolaborasi riset.
BILA membicarakan hubungan internasional, kita tak boleh melepaskan segala bentuk implementasi dan instrumen yang menyertainya. Festival de Cannes (FDC) milik Prancis ialah contoh.
Ada tiga nilai utama yang bisa membuat pemimpin bisa bertahan menghadapi berbagai situasi. Ketiga nilai ini ialah fondasi dari setiap keputusan dan langkah para pemimpin masa depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved