Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Budi Luhur atau Budi Luhur University melalui Fakultas Komunikasi dan Desain Kreatif mengukuhkan dua dosen sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi dalam prosesi yang berlangsung di Auditorium Grha Mahardika Bujana Universitas Budi Luhur, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Prosesi pengukuhan dihadiri Rektor Universitas Budi Luhur Agus Setyo Budi, Senat Guru Besar Universitas Budi Luhur, Ketua Badan Pengurus Harian Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Julian Bongsoikrama, Kepala LLDikti Wilayah III Dr Henri, kalangan akademisi, pakar komunikasi, jurnalis, serta keluarga dan undangan.
Dua guru besar yang dikukuhkan masing-masing adalah Prof. Dr. Dudi Iskandar, S.Ag., M.I.Kom., sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Massa dan Prof. Dr. Umaimah Wahid, M.Si., sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Komunikasi Politik.
Dalam orasi ilmiahnya, Dudi Iskandar menekankan pentingnya jurnalisme sebagai penyedia informasi publik yang terkonfirmasi, terklarifikasi, dan terverifikasi. Orasi ilmiah yang disampaikannya berjudul “Representasi Ideologi Kekuasaan dalam Konvergensi Media (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough terhadap Pemberitaan Kampanye Pemilihan Presiden 2014 di Kompas Group, Media Group, dan MNC Group)”.
“Jurnalisme harus kembali pada fungsi utamanya sebagai ruang diskusi publik. Di tengah derasnya arus informasi digital, literasi media menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terjebak hoaks dan disinformasi,” ungkap Dudi.
Ia juga menegaskan media perlu tetap berpegang pada nilai-nilai etika dan mengutamakan kepentingan publik. Menurutnya, di tengah melimpahnya informasi digital, jurnalis dituntut menyajikan informasi yang terverifikasi dan dapat dipercaya.
Sementara itu, Umaimah Wahid dalam orasi ilmiahnya menyoroti peran komunikasi dalam menjaga kualitas demokrasi dan membangun literasi politik masyarakat. Orasi yang disampaikannya berjudul “Media Massa dan Hegemoni Negara terhadap Realitas Perempuan: Analisis Gramscian terhadap Perjuangan Gerakan Affirmative Action Kuota 30 Persen”.
Menurut Umaimah, di tengah transformasi media digital, masyarakat banyak belajar politik melalui media sehingga pesan politik yang disampaikan memiliki dampak besar terhadap cara berpikir dan bersikap publik.
“Komunikasi politik berperan besar dalam membentuk literasi politik masyarakat. Tantangan hari ini bagaimana ruang digital dimanfaatkan secara sehat, agar masyarakat semakin kritis, tidak mudah terpolarisasi, dan mampu menyaring informasi secara bertanggung jawab,” tukas Umaimah.
Rektor Universitas Budi Luhur Agus Setyo Budi mengapresiasi capaian kedua guru besar tersebut dan berharap kehadiran mereka dapat memperkuat pengembangan ilmu dan riset di lingkungan kampus.
Ketua Badan Pengurus Harian Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti Julian Bongsoikrama juga menyampaikan apresiasi atas pengukuhan dua guru besar tersebut sebagai bagian dari penguatan peran akademik Universitas Budi Luhur.
Kepala LLDikti Wilayah III Henri menilai capaian guru besar merupakan hasil dari ketekunan intelektual dan proses akademik yang panjang. (Bay/I-1)
Hasan Nasbi dinilai telah mengeluarkan pernyataan dan komunikasi pemerintah yang buruk dan apatis terhadap ancaman kepada media.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved