Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KECEMASAN dan perasaan takut dalam melakukan perawatan gigi ke dokter gigi masih menjadi permasalahan umum di Indonesia.
Dari beberapa sumber, ditemukan salah satu faktor pendukung kecemasan perawatan gigi adalah kejadian yang tidak menyenangkan saat melakukan perawatan gigi di masa lalu.
Ini menunjukkan edukasi kesehatan gigi dan mulut di Indonesia masih perlu ditekankan untuk meminimalisasi permasalahan mulut dan gigi dari kalangan anak-anak hingga dewasa.
Baca juga : Anak Muda Miliki Risiko Lebih Tinggi Alami Masalah Gigi
Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, lebih dari 56% masyarakat di Indonesia memiliki permasalahan gigi, tapi hanya 11,2% yang merawat gigi ke tenaga medis untuk mengatasi masalahnya.
Itu sebabnya, edukasi bagi orang tua khususnya para moms dan anak-anak amat penting dilakukan dengan pendekatan menyenangkan dan menarik agar dapat meningkatkan kesadaran dalam memeriksa kesehatan gigi dan mulut secara rutin ke dokter gigi.
Untuk itu, PT Audy Mandiri Indonesia atau dikenal Audy Dental, melalui program Audy Goes To You, berkomitmen ingin meningkatkan mutu hidup melalui gaya hidup sehat dimulai dari rutin memeriksa gigi.
Baca juga : Ini Saat yang Tepat Mengenalkan Menyikat Gigi pada Anak
“Kehadiran program Audy Goes To You diharapkan bisa menjadi salah satu langkah nyata untuk menghilangkan stereotip menakutkan pada perawatan gigi dan mulut dengan dokter gigi."
"Kami hadir memperkenalkan experience menyenangkan agar semakin banyak masyarakat sadar dalam memeriksan gigi secara rutin guna mencegah masalah serius akibat infeksi gigi dan mulut yang tidak diobati. Kami ingin masyarakat bisa tersenyum tanpa ragu saat berbagi kebahagiaan dengan orang di sekitarnya,” ungkap CEO Audy Dental drg Yulita Bong.
Audy Goes to You merupakan upaya kolaboratif antara Audy Dental dengan komunitas, institusi pendidikan, serta perusahaan untuk menghadirkan program edukasi kesehatan dan pemeriksaan gigi bagi pesertanya.
Baca juga : Dokter Gigi Sebut Sebaiknya Kumur Sekali Saja Setelah Sikat Gigi
Untuk program yang menyasar anak usia dini hingga siswa dikemas dalam Audy Goes to School, program edukasi yang berfokus pada tata cara menyikat gigi baik dan benar, meningkatkan kesadaran merawat gigi dan mulut sejak kecil, dan screening kesehatan gigi pada anak.
Adapun untuk program bagi kalangan dewasa termasuk para moms, Audy Dental bekerja sama dengan perusahaan dengan tajuk Audy Goes to Office.
"Kegiatan edukasi ini dilakukan melalui rangkaian acara Health Talk, Fun Q&A, dan konsultasi gigi. Pada rangkaian Audy Dental Goes to You, juga dilakukan screening kesehatan gigi bagi peserta," kata Yulita.
Baca juga : Jaga Kesehatan Gigi Anak, Lakukan Deteksi Plak
Ia mengakui program tersebut sudah rutin dilakukan sejak dua tahun terakhir ini. Sepanjang 2024, pihaknya bekerja sama dengan beberapa sekolah seperti Peachblossoms School Harapan Indah, Kidea Preschool & Kindergarten Sunter, POMG Labschool Jakarta, Sekolah Avicenna Cinere dengan total peserta lebih dari 700 orang.
Untuk perusahaan, Audy Dental bekerja sama dengan MMS Group Indonesia, Boleh Dicoba Digital (BDD), DHL Express, United Tractors, dan Astro Indonesia dengan total peserta lebih dari 200 peserta.
"Program Audy Goes To You ini akan terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran perawatan gigi sejak dini. Sebagai klinik dengan total lebih dari 35 cabang di Jabodetabek, Karawang, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Bali, kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik guna membangun senyum tanpa ragu masyarakat Indonesia," pungkasnya. (H-2)
Dekan FKG USK Profesor Cut Soraya Sp.KG melalui Media Indonesia, Selasa (16/9) mengatakan, kegiatan ini FKG melayani pengobatan gigi dan mulut secara gratis.
PROGRAM Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatakan gigi karies menjadi yang paling sering ditemukan pada masalah gigi.
Dengan memperhatikan pertumbuhan gigi anak secara maksimal, bisa membantu mengurangi permasalahan gigi yang lebih kompleks.
Morning sickness dapat menyebabkan asam lambung menggerogoti email gigi, sehingga gigi mudah rusak.
IDEC menggarisbawahi perlunya ekosistem dalam industri kesehatan gigi dan mulut demi terciptanya kemajuan teknologi di bidang kesehatan.
Mouth wash disebut dapat mengurangi setidaknya 99,9% kuman penyebab bau mulut dan plak.
Gigi orang dewasa seharusnya berada dalam kondisi stabil karena didukung oleh jaringan periodontal dan tulang rahang yang kuat.
Ketiga masalah itu adalah ketidakharmonisan susunan gigi (maloklusi), gigi berlubang, serta masih rendahnya kesadaran akan perawatan gigi preventif secara rutin.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Durasi dan teknik penyikatan yang tepat adalah kunci utama kesehatan gigi dan gusi yang menyeluruh.
Selain teknik pembersihan gigi, edukasi kesehatan rongga mulut juga harus mencakup aspek gaya hidup, terutama pola makan.
TIM MedIsAid menemukan tingginya persentase kasus gigi berlubang pada anak-anak. Banyak siswa mengalami ketidaknyamanan saat makan maupun belajar akibat masalah gigi yang tidak tertangani.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved