Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
JEMAAH haji sudah hampir menuntaskan seluruh rangkaian prosesi ibadah haji. Jemaah haji yang mengambil nafar awal, setelah menuntaskan proses lempar jumrah ula, wusto dan aqobah, hari ini (Selasa (18/6) meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing. Sementara itu jemaah yang mengambil nafar sani akan menyusul di hari berikutnya juga setelah menuntaskan proses lempar jumrah.
Jemaah haji tinggal menyelesaikan satu proses lagi dari rangkaian ibadah haji yakni melakukan tawaf ifadah dan tahalul.
Menurut Konsultan Ibadah Profesor Aswadi Syuhada tahalul setelah tawaf ifadah merupakan tanda atau kebolehan bagi orang yang berhaji dari semula yang dilarang menjadi halal.
Baca juga : Jemaah Haji Diimbau Istirahat Total Sebelum Tawaf Ifadah
"Kalau tahalul awal itu yakni setelah melontar jumrah aqobah, jemaah haji sudah boleh memakai baju, wangi-wangian dan memotong rambut. Tapi sesudah tahalul awal itu masih ada larangan. Kalau sudah tahalul sani sudah boleh kumpul (suami istri). Sudah selesai. Hajinya sudah sah," ujarnya.
Profesor Aswadi mengatakan setelah menyelesaikan tahalul sani, jemaah haji diharapkan sudah menyandang status haji mabrur, yaitu haji yang memiliki banyak kemuliaan dan keberkahan. Haji mabrur, menurut dia, adalah haji yang memiliki nilai kebaikan bukan hanya untuk dirinya sendiri melainkan juga bisa merambah ke masyarakat atau lingkungannya.
"Jemaah haji diharapkan bisa memelihara ciri-ciri haji yang mabrur. Kemamburannya itu harus dijaga ila yaumil kiyamah (hingga hari akhir), bahkan itu harus ditingkatkan," ujarnya.
Baca juga : Jemaah Haji Indonesia Diimbau Tidak Melontar Jamrah Aqobah saat Dhuha
Profesor Aswadi mengatakan ciri pertama dari haji mabrur adalah memenuhi janjinya kepada Allah atau dengan sesama manusia dengan terus melakukan nilai-nilai kebaikan.
Yang kedua, kata dia, adalah melakukan kebaikan itu karena Allah bukan karena manusia atau yang lainnya. "Kebaikan yang dilakukan adalah menyisihkan sebagian apa yang dia miliki kepada orang lain," ujarnya.
Dia juga mencontohkan bagi wartawan, menulis berita harus dilakukan dengan penuh ketulusan dan kesungguhan. "Tugas mulia bagi wartawan itu adalah menyebar informasi supaya orang bisa mendapatkan kebenaran," ujarnya. (Z-7)
Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj menilai persiapan penyelenggaraan ibadah haji yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) masih berada di jalur yang tepat.
Kiat aman menunda haid dengan obat hormon bagi calon jamaah haji perempuan agar ibadah lancar, sesuai anjuran dokter spesialis.
Menjelang eberangkatan ibadah haji yang dijadwalkan pada April mendatang, para jemaah yang telah melunasi biaya haji dan dinyatakan sehat diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup sehat
KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan adanya peningkatan layanan bagi jemaah haji di khususnya saat layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada pelaksanaan haji 2026.
MENTERI Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap makanan yang disajikan untuk peserta diklat calon Petugas Haji 2026.
CALON Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 mendapatkan pembekalan mengenai pertolongan pertama bagi jamaah yang mengalami kondisi darurat, Senin (12/1).
MELEMPAR jumrah merupakan salah satu ritual utama dari ibadah haji tahunan di kota suci Mekkah yang dimulai dari Nabi Ibrahim. Berikut simbol dan makna lempar jumroh
Lempar jumrah merupakan salah satu ritual penting dalam ibadah haji yang dilakukan oleh jutaan umat Islam di Mina, Arab Saudi, setiap tahun pada tanggal 10–13 Dzulhijjah.
Lempar jumrah merupakan simbol perlawanan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya terhadap Iblis. Ritual ini mengingatkan jemaah haji akan pentingnya keteguhan iman.
Ketua PPIH Arab Saudi 1446 H/2025 M Muchlis M Hanafi mengeluarkan imbauan kepada jemaah haji Indonesia tetap berada di hotel dua hari kedepan, 12 sampai 13 Zulhijah 1446 H.
Perjalanan Muzdalifah ke Mina mencapai jarak sekitar 5 km. Sementara total jarak tempuh jemaah haji berjalan kaki untuk rangkaian ibadah adalah mencapai sekitar 33,65 km.
RIBUAN jemaah haji Indonesia diduga terlantar di Mina usai melakukan lempar jumrah pada 10 Zulhijah atau Jumat, (6/6). Mereka juga terpaksa jalan kaki dari Muzdalifah menuju Mina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved