Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI biologi molekuler, Ahmad Rusdan Handoyo Utomo menilai alotnya pembahasan akses patogen bisa juga terjadi karena masalah paten yang dimiliki oleh industri kesehatan luar negeri yang notabene adalah perusahaan swasta yang sangat komersil dalam hak paten.
"Memang dulu terbantu dengan adanya Gavi (alliance of vaccine) di mana para pengembang vaksin sudah mendapatkan komitmen produksi vaksin yang dibutuhkan dan didanai oleh donor seperti Bill Melinda Gates," kata kata Ahmad saat dihubungi, Minggu (2/6).
Diketahui pembahasan akses patogen atau Pathogen Access and Benefit Sharing (PABS) dalam Pandemic Treaty masih berjalan alot. Pandemic Treaty merupakan instrumen internasional baru untuk mengatasi persoalan kesiapsiagaan dan respons pandemi.
Baca juga : IDI: Vaksin di Indonesia Masih Efektif untuk Varian Delta B.1617.2
Di samping PABS hal lain yang perlu diperhatikan yaitu pendanaan dan transfer teknologi yang juga sepaket dengan PABS yang Kementerian Kesehatan perjuangkan di WHO karena pengembangan ekosistem tentu perlu suntikan dana dan juga tech transfer seperti pembuatan vaksin mRNA yang ternyata jauh lebih cepat.
"Tapi sekali lagi ini mungkin tersendat dari aturan internal dari negara-negara maju yang belum tentu bisa mengontrol perusahaan swastanya," ujar dia.
Negara-negara maju seperti Tiongkok pada dasarnya tidak akan khawatir melakukan publikasi data sequence pathogen yang menimpanya karena infrastruktur industri kesehatan Negeri Tirai Bambu itu memang sudah bagus, dari aspek pengembangan hingga produksi alat diagnostic PCR dan vaksin.
"Hanya saja buat Indonesia, ekosistem kita dari mulai penelitian hingga industri kesehatan masih relatif kurang maksimal, sehingga dikhawatirkan informasi sequence genomic pathogen dari Indonesia, di kapitalisasi oleh pengembang vaksin negara maju dan kita tidak dapat benefit yang setara," pungkasnya.
Tes laboratorium memastikan angsa-angsa itu mati karena penyakit yang sangat patogen strain H5N1 dari H5 virus flu burung.
Susu sapi yang baru diperah sangat mudah terkontaminasi bakteri dari lingkungan, alat pemerahan, kotoran hewan, atau petugas yang memerah.
Simposium dan lokakarya internasional International Military Medicine Symposium and Workshop (IMEDIC) ke-2 resmi digelar pada 22-24 Oktober 2025 di Jakarta.
Jangan buru-buru injak kecoa! Temukan 6 alasan ilmiah mengapa membunuh kecoa hingga hancur berbahaya dan cara aman membasminya di rumah.
Virus Marburg adalah patogen yang sangat menular dan mematikan dengan tingkat kematian hingga 88%.
OTORITAS pengendalian penyakit China mengatakan mereka sedang menguji coba sistem pemantauan pneumonia misterius dengan kasus beberapa penyakit pernapasan
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved