Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Geofisika Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur, Adi Susilo menyatakan fenomena panas di Indonesia akibat pertumbuhan awan sangat minim. Akibatnya, suhu begitu gerah sepanjang hari.
"Fenomena ini terjadi sampai Oktober nanti," tegas Adi Susilo, Selasa (28/5).
Adi menjelaskan fenomena panas ini bukan berarti anomali El Nino tanpa hujan, melainkan potensi meski curah hujan relatif sedikit.
Baca juga : BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Terjadi pada Juli hingga Agustus 2023
Dampak panas menyengat, lanjutnya, bisa mengganggu aktivitas dan kesehatan. Karena itu, Adi menyarankan untuk menghindari mengenakan baju berwarna gelap saat beraktivitas luar ruangan di siang hari. Intinya agar menghindari paparan langsung sinar matahari.
Saat ini, cuaca panas ekstrem melanda negara-negara ASEAN. Suhu panas menyengat khususnya daerah perkotaan. Pada April 2024, suhu di Manila, Filipina, menyentuh 38,8 derajat celsius. Suhu itu rekor tertinggi sepanjang sejarah mereka.
Begitu juga di Bangladesh, suhu 43 derajat celsius. Laos mencatat suhu 43,2 derajat celsius, suhu tertinggi sepanjang masa negara itu. Bahkan Tailand bersuhu 52 derajat celcius.
Baca juga : BMKG Sebut Cuaca Panas akan Menurun Secara Gradual pada Bulan Mei 2023
Kendati di sejumlah negara mengalami dampak suhu begitu panas sampai menimbulkan korban tewas, tetapi Indonesia belum menunjukkan dampak signifikan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan suhu panas karena peralihan musim hujan ke musim kemarau. Suhu panas di Indonesia merupakan akibat fenomena gerak semu matahari. Hal ini siklus tahunan sehingga bisa berpotensi berulang saban tahun.
Sesuai data prakiraan cuaca dan suhu udara BMKG, suhu udara di Kota Malang dan sekitarnya pada siang hari 30 derajat celsius. Adapun sesuai data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, suhu udara di Malang pukul 11.00 WIB, Selasa (28/5), mencapai 32 derajat celsius dengan indeks kualitas udara sedang. (Z-3)
Cuaca ekstrem meningkatkan kadar TNF-alpha serta mengubah jumlah sel darah putih, membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit.
“Adanya perubahan lahan, bangunan-bangunan semakin banyak sehingga menyebabkan panas yang lebih ekstrem,”
BMKG menyebut suhu panas yang sempat melanda sebagian wilayah Indonesia mulai menurun dibandingkan pekan sebelumnya.
Pada Oktober, posisi matahari berada hampir tepat di atas Pulau Jawa dan Bali, sehingga kedua wilayah ini menerima intensitas radiasi matahari yang lebih tinggi.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat meningkat di sebagian wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, 21–27 Oktober 2025 meski cuaca panas masih terjadi
Sinar matahari yang panas dan terik juga akan merangsang syaraf dalam kepala, dan meningkatkan rasa sakit kepala pada penderitanya.
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
BMKG Palembang peringatkan potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter di perairan Sumsel & Banyuasin pada 18-21 Februari 2026. Simak risiko pelayarannya.
BMKG peringatkan gelombang tinggi 1,25–2,5 meter di perairan Sumatera Utara 18–20 Feb 2026. Nelayan diminta waspada terhadap keselamatan pelayaran.
Tim pemantau hilal dari BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang melaporkan bahwa fenomena hilal tidak terlihat di wilayah Malang, Jawa Timur, pada sore hari, Selasa (17/2).
BMKG laporkan hilal 1447 H masih minus di Lombok. Pemantauan rukyatul hilal dijadwalkan 18 Februari 2026, menunggu keputusan resmi awal Ramadan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada Selasa, 17 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved