Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DI dunia kesehatan, sering kali terdapat banyak mitos seputar gejala tertentu yang bisa menjadi petunjuk adanya masalah kesehatan yang lebih serius. Salah satu yang sering dibahas adalah keringat berlebih pada kaki, apakah ini bisa menjadi tanda penyakit jantung?
Untuk mengetahui kebenarannya, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Pondok Indah - Puri Indah, John Winata, membahasnya dalam konferensi pers, Senin (27/5).
John menjelaskan, "Meskipun keringat berlebih pada kaki bisa menjadi gejala penyakit jantung, namun tidak selalu demikian. Keringat berlebih pada kaki juga dapat disebabkan oleh berbagai faktor lainnya, termasuk kondisi seperti hiperhidrosis palmaris."
Baca juga : Penyakit Jantung: Penyebab, Pencegahan, dan Deteksi Dini
Terkait ciri-ciri penyakit jantung, dirinya menekankan bahwa tanda-tanda seperti detak jantung yang tidak teratur, sesak napas, atau nyeri dada bersamaan dengan keringat berlebih pada tubuh dapat menjadi indikasi masalah yang lebih serius.
Namun, ia juga menegaskan penting untuk memahami perbedaan antara reaksi alami tubuh terhadap situasi tertentu dan gejala yang sebenarnya mengindikasikan penyakit jantung.
Detak jantung tidak teratur
Baca juga : Jangan Terkecoh Mitos Serangan Jantung saat Olahraga, Ini 6 Tanda yang Harus Diketahui
Perasaan detak jantung yang tidak teratur atau berdebar-debar tanpa alasan yang jelas bisa menjadi tanda awal penyakit jantung.
Sesak napas
Kesulitan bernapas, terutama saat beraktivitas atau berbaring, dapat menjadi pertanda adanya gangguan pada jantung.
Baca juga : Ini Rekomendasi Olahraga untuk Penderita Sakit Jantung
Nyeri dada
Nyeri atau tekanan di dada, terutama yang terjadi saat beraktivitas atau stres, bisa menjadi gejala serius yang harus segera diperhatikan.
John kemudian menyarankan untuk tidak mengabaikan gejala-gejala tersebut dan segera berkonsultasi dengan dokter jika mengalami salah satu atau beberapa dari ciri-ciri tersebut.
Baca juga : Kematian Jantung Mendadak: Teknologi Permudah Pengobatan Sindrom Braduga atau Masalah Aritmia
John juga memberikan beberapa saran untuk mengatasi keringat berlebih pada tubuh, termasuk di kaki:
1. mengendalikan stres dan kecemasan
Stres dan kecemasan dapat menjadi pemicu berkeringat berlebih. Mengelola stres dan mencari cara untuk rileks dapat membantu mengurangi produksi keringat.
2. Menyesuaikan lingkungan
Melakukan aktivitas di tempat yang sejuk dan mengenakan pakaian yang mudah menyerap keringat dapat membantu mengurangi produksi keringat.
3. Menghindari stimulan
Menghindari faktor-faktor yang dapat merangsang aktivitas kelenjar keringat, seperti merokok dan mengonsumsi obat-obatan yang dapat meningkatkan denyut jantung, juga dapat membantu mengurangi keringat berlebih.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produksi keringat berlebih, diharapkan masyarakat dapat mengambil langkah-langkah preventif yang sesuai untuk menjaga kesehatan tubuh mereka.
Dengan demikian, pengetahuan yang akurat tentang kesehatan jantung dan cara mengatasi masalah keringat berlebih dapat membantu masyarakat dalam menjaga kesehatan jantung mereka dengan lebih baik. (Z-1)
Peradangan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk jantung.
Studi terbaru mengungkap hubungan mengejutkan antara karies gigi pada anak dengan risiko penyakit jantung dan diabetes saat dewasa.
Studi terbaru Yale School of Medicine mengungkap bahaya tersembunyi COMISA. Kombinasi sulit tidur dan henti napas saat tidur memicu kerusakan jantung permanen.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Penyakit Tidak Menular (PTM) kini mengintai usia produktif. Kenali gejala, data terbaru 2026, dan panduan deteksi dini untuk menjaga produktivitas masa depan.
Teknologi AI di 2026 mampu memprediksi risiko serangan jantung bertahun-tahun lebih awal melalui analisis EKG dan CT Scan. Simak ulasan lengkapnya.
Terobosan baru dari Tokyo University of Science! Kini sensor kesehatan bisa ditenagai oleh keringat tanpa baterai fisik, cukup dengan teknologi cetak sekali jalan.
Teknologi ini bekerja efektif mengatasi dan mencegah pertumbuhan bakteri penyebab bau badan serta keringat berlebih hingga 72 jam.
Para peneliti mengaitkan perbedaan bau badan ini dengan berbagai faktor, termasuk perubahan hormonal, komposisi lemak kulit, mikrobioma kulit, serta aktivasi kelenjar keringat dan sebum.
Presenter dan aktris Fitri Tropica yang telah mulai berhijab sejak Juli 2018 membagikan beberapa caranya memilih busana muslimah untuk musim hujan.
Waktu pemakaian deodoran yang disarankan dokter adalah sebelum tidur malam.
KEGIATAN mandi memang dilakukan secara rutin dua kali sehari, akan tetapi belum tentu sudah dilakukan dengan benar. Oleh sebab itu, mandi perlu dilakukan dengan benar
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved