Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dr Iqbal Mochtar menilai naturalisasi dokter dengan menganalogikan Timnas sepak bola Indonesia adalah tidak tepat. Analogi tersebut dilontarkan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.
Iqbal menilai yang disampaikan Menkes terkait naturalisasi dengan memperbandingkan dengan Timnas sepak bola tidak tepat karena di bidang tersebut tidak ada uji kompetensi, kemudian di Indonesia dokter spesialis sudah cukup banyak dan kemampuannya luar biasa.
"Saya sarankan menteri kesehatan datang ke rumah sakit untuk melihat operasi bedah saraf, operasi jantung dan sebagainya. Supaya dia tahu bahwa kemampuan dokter-dokter di Indonesia setara atau bahkan tidak kalah dengan kemampuan dokter luar negeri," kata Iqbal saat dihubungi, Sabtu (25/5).
Baca juga : Dokteroid Jadi Fenomena, IDI Minta Masyarakat Bantu Perangi Oknum Dokter Gadungan
Selain itu, dokter di Amerika Serikat selepas pendidikan dokter umum langsung masuk fellowship jurusan tertentu dengan masa 2 tahun. Sementara di Indonesia untuk mencapai spesialis butuh waktu 6 tahun.
"Jadi selepas pendidikan dokter umum, dilanjut pendidikan penyakit dalam, dan kemudian jantung, dan sub spesifikasi tertentu. Kalau di Amerika Serikat hanya 2 tahun," ujar dia.
Ia mencontohkan dokter reumatologi atau penyakit dalam hanya butuh waktu 2 tahun dari lulus pendidikan dokter umum.
Baca juga : Logical Fallacy Seorang Menteri: Berbahaya karena Melahirkan Kebijakan yang Salah
"Jadi bisa dibandingkan bagaimana kapabilitas dokter Indonesia jauh lebih hebat dari mereka. Sehingga saya lihat kapabilitas menteri kesehatan sangat rendah dan menurut saya menkes datang dan melihat dulu dokter Indonesia," jelasnya.
Dihubungi terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan yang dimaksud dengan Menteri Kesehatan adalah analogi saja.
"Yang dimaksud dengan Pak Menkes itu hanya contoh sederhana saja yang diambil dari Timnas sepak bola Indonesia," ungkapnya
Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut adanya nakes asing bisa membuat Indonesia naik kelas. Ia menganalogikan dengan pemain naturalisasi di Timnas Indonesia yang membuat performanya meningkat. Menkes berharap dengan adanya kompetisi akan meningkatkan kualitas kesehatan.(H-2)
Esports Nations Cup hadir untuk melengkapi ekosistem kompetisi antarklub yang sudah ada, seperti Esports World Cup.
Raihan medali perak tetap layak disyukuri karena merupakan capaian tertinggi futsal putri Indonesia sepanjang partisipasi di SEA Games.
Margin dua gol ke gawang Myanmar tidak cukup untuk membawa Indonesia lolos ke fase gugur.
Penentuan nasib Indonesia berlangsung di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Jumat (12/12) pukul 18.00 WIB.
Timnas U22 Indonesia harus menerima kekalahan tipis 0-1 dari Filipina U22 pada laga perdana Grup C SEA Games 2025 di 700th Anniversary Stadium, Senin (8/12).
Indonesia di SEA Games 2025 tergabung di satu pool bersama Myanmar, Singapura, dan tuan rumah Thailand.
Program ini memungkinkan para mahasiswa untuk memperoleh pengalaman klinis melalui kegiatan kepaniteraan atau observership di berbagai rumah sakit luar negeri.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan, pemerintah bakal merealisasikan pembukaan kampus-kampus kedokteran di berbagai daerah sebagai langkah konkret menjawab kebutuhan nasional.
Kemdiktisaintek mendukung upaya Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) dalam memperbaiki tata kelola dan sistem perguruan tinggi di bidang pendidikan kedokteran.
Magnetic Resonance Imaging (MRI) sudah lama menjadi standar emas di dunia medis modern.
DERETAN kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dokter di berbagai wilayah telah memicu kemarahan publik karena tercela dan mencoreng profesi kedokteran.
DUNIA kedokteran regeneratif berkembang sangat pesat. Hal terutama dalam inovasi terapi sel punca dan teknologi kedokteran masa depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved