Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PROSES penggunaan nutri grade pada produk makanan, minuman, hingga pangan olahan sampai di tahap survei untuk melihat lima model yang sekiranya memudahkan masyarakat dalam menilai komposisi dan kandungan di suatu produk.
Plt Deputi III bidang Pengawasan Pangan Olahan BPOM Ema Setyawati mengatakan pada Maret lalu sudah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan terkait rencana pencanangan nutri grade. Saat ini masih dalam proses survei.
BPOM menjelaskan telah mengajukan lima model nutrisi grade yang juga dilakukan di berbagai negara. Model-model nutri grade seperti berbentuk bintang, huruf, warna, monokrom, dan lainnya. Sebanyak lima model tersebut disurveikan untuk melihat kemudahan masyarakat melihat dan menilai komposisi produk.
Baca juga : Konsumsi GGL yang Berlebih Sebabkan Gangguan Kardiovaskuler dan Kanker
"Kelima jenis tersebut sedang disurveikan ke masyarakat seluruh Indonesia. Ini karena Menteri Kesehatan minta untuk disurveikan masyarakat cenderung yang mana agar aware dan mengerti untuk tahu kandungan gizi dan sebagainya," kata Ema kepada Media Indonesia, Jumat (24/5).
Survei tersebut akan selesai pada akhir Mei ini dan diolah pada Juni nanti. Setelah itu, pihaknya melakukan pembahasan dengan Kementerian Perindustrian dan Kementerian Kesehatan sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi.
"Kami akan bicarakan dengan dua kementerian tersebut. Untuk standar Gula Garam Lemak (GGL) pada produk yang layak konsumsi dan dijual ke masyarakat akan ditentukan oleh Kementerian Kesehatan," ujar dia.
Penerapan infromasi nutria grade atau pelabelan minuman sehat dengan tidak sehat di setiap produk sudah dilakukan oleh Singapura. Nanti di setiap produk ada level A, B, C, dan terburuk yakni D. Pelabelan nutria grade akan didasari oleh kandungan garam, gula, serta lemak jenuh (GGL) pada produk. Hal itu sebagai upaya penurunan angka obesitas, diabetes, dan penyakit lain di Indonesia. (Z-2)
Makanan kaleng dengan kemasan rusak tidak layak konsumsi karena membawa risiko kesehatan yang serius.
Aturan ini berpotensi memicu pertumbuhan rokok ilegal yang tidak mematuhi standar kemasan dan cukai.
Susu merupakan komoditas pangan yang sangat rentan rusak, terutama di tengah iklim tropis dan kondisi geografis Indonesia yang luas.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, inovasi edible packaging atau kemasan yang dapat dimakan mulai banyak digunakan di berbagai produk makanan. Mengutip
Dari 100 perusahaan percetakan yang berfokus pada penerbitan media, kini hanya tersisa 30, sebagian besar terafiliasi pada bisnis media.
Nilai pasar kemasan kotak karton gelombang di Asia Tenggara diproyeksi meningkat sekitar 4% setiap tahun pada periode 2021-2026.
Kertas bekas berpotensi mencemari ikan pindang. Kertas ini bisa membawa cemaran mikrobiologis maupun kimiawi yang mempercepat kerusakan pangan dan mengganggu kesehatan konsumen.
Selain kemasan pangan biodegredable, Muslih dan kelompok risetnya juga melakukan riset terkait dengan memperpanjang umur simpan produk makanan.
Jauh lebih penting bagi pemerintah untuk meningkatkan edukasi masyarakat tentang pentingya membaca informasi komposisi dan kandungan dalam suatu produk.
Ralali maksimalkan potensi AI untuk mengembangkan sektor usaha
Pernahkah Anda tertipu dengan kemasan makanan yang terlihat sehat namun ternyata tidak? Membaca label gizi adalah kunci untuk memahami apa yang sebenarnya terkandung dalam produk makanan
TERNYATA terdapat senyawa lain di air minum dalam kemasan (AMDK) bernama bromat yang disebut jauh lebih berbahaya dari BPA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved