Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan Elvieda Sariwati mengatakan konsumsi gula, garam dan lemak atau yang biasa disebut GGL secara berlebih, dapat menyebabkan penyakit kardiovaskuler dan stroke.
"Penyakit kardiovaskuler dan stroke ini sangat terkait dengan asupan gula, garam, dan lemak yang kita konsumsi sehari-hari," kata Elvieda dalam diskusi publik daring bertajuk Masa Depan Pengendalian Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK), dikutip Kamis (25/8).
Dia menambahkan, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan obesitas menduduki lima besar faktor risiko yang menyebabkan beban penyakit di dunia.
Baca juga: Ini Cara Cegah Risiko Penyakit Kardiovaskular pada Anak
Selain itu, pembiayaan kesehatan terbesar juga diduduki oleh penyakit kardiovaskuler, kanker, dan stroke.
"Kalau kita lihat juga bahwa pembiayaan terbesar adalah juga pada penyakit kardiovaskuler, kanker, dan stroke," katanya.
Elvieda mengatakan, 28,7% masyarakat mengonsumsi gula, garam, lemak (GGL) melebihi batas konsumsi yang dianjurkan.
"Kita lihat memang yang paling tinggi adalah pada konsumsi garam yang berlebih itu ada 53,5% dan tentunya ini harus menjadi perhatian semua," katanya.
Elvieda juga menjelaskan data tentang prevalensi obesitas dan berat badan berlebih pada anak dalam 10 tahun terakhir yang meningkat dua kali lipat.
Pihaknya mengatakan, konsumsi GGL berlebih pada anak disebabkan tingginya konsumsi teh cair dalam kemasan.
"Kalau dilihat dari survei diet kita, yang paling banyak itu adalah minuman teh cair dalam kemasan," katanya.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong perlunya aturan untuk membatasi peredaran minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) melalui cukai minuman berpemanis.
"Saya kira kami sangat setuju bagaimana kita bisa mengatur ataupun menerapkan cukai minuman berpemanis," pungkasnya. (Ant/OL-1)
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Berbeda dengan sekadar tren kesehatan umum, lifestyle medicine merupakan pendekatan medis formal yang menggunakan intervensi gaya hidup berbasis bukti.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Telur merupakan sumber protein hewani yang sudah menjadi pangan pokok dan banyak dikonsumsi masyarakat.
Obesitas dan diabetes, dua penyakit kardiovaskular yang semakin meningkat di Indonesia, tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga menimbulkan beban sosial dan ekonomi.
PENELITIAN yang diterbitkan dalam Jurnal Asosiasi Jantung Amerika menemukan infeksi virus kronis tertentu seperti herpes zoster dan hepatitis C dapat meningkatkan risiko kardiovaskular.
Banyak kebiasaan yang tampak sepele ternyata membawa dampak besar bagi jantung dalam jangka panjang.
Fenomena stroke di usia muda meningkat. Stres kronis, gaya hidup modern, dan tekanan emosional kini jadi faktor utama risiko stroke generasi produktif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved