Kamis 25 Agustus 2022, 13:15 WIB

Konsumsi GGL yang Berlebih Sebabkan Gangguan Kardiovaskuler dan Kanker

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Konsumsi GGL yang Berlebih Sebabkan Gangguan Kardiovaskuler dan Kanker

Escali
Ilustrasi

 

DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kementerian Kesehatan Elvieda Sariwati mengatakan konsumsi gula, garam dan lemak atau yang biasa disebut GGL secara berlebih, dapat menyebabkan penyakit kardiovaskuler dan stroke.

"Penyakit kardiovaskuler dan stroke ini sangat terkait dengan asupan gula, garam, dan lemak yang kita konsumsi sehari-hari," kata Elvieda dalam diskusi publik daring bertajuk Masa Depan Pengendalian Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK), dikutip Kamis (25/8).

Dia menambahkan, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan obesitas menduduki lima besar faktor risiko yang menyebabkan beban penyakit di dunia.

Baca juga: Ini Cara Cegah Risiko Penyakit Kardiovaskular pada Anak

Selain itu, pembiayaan kesehatan terbesar juga diduduki oleh penyakit kardiovaskuler, kanker, dan stroke.

"Kalau kita lihat juga bahwa pembiayaan terbesar adalah juga pada penyakit kardiovaskuler, kanker, dan stroke," katanya.

Elvieda mengatakan, 28,7% masyarakat mengonsumsi gula, garam, lemak (GGL) melebihi batas konsumsi yang dianjurkan.

"Kita lihat memang yang paling tinggi adalah pada konsumsi garam yang berlebih itu ada 53,5% dan tentunya ini harus menjadi perhatian semua," katanya.

Elvieda juga menjelaskan data tentang prevalensi obesitas dan berat badan berlebih pada anak dalam 10 tahun terakhir yang meningkat dua kali lipat.

Pihaknya mengatakan, konsumsi GGL berlebih pada anak disebabkan tingginya konsumsi teh cair dalam kemasan.

"Kalau dilihat dari survei diet kita, yang paling banyak itu adalah minuman teh cair dalam kemasan," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong perlunya aturan untuk membatasi peredaran minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) melalui cukai minuman berpemanis.

"Saya kira kami sangat setuju bagaimana kita bisa mengatur ataupun menerapkan cukai minuman berpemanis," pungkasnya. (Ant/OL-1)

Baca Juga

ANTARA

Sertifikasi Jadi Penyebab Rendahnya Jumlah Guru Untuk Anak Berkebutuhan Khusus

👤Faustinus Nua 🕔Rabu 28 September 2022, 22:44 WIB
Kebutuhan guru untuk anak berkebutuhan khusus (ABK) masih jauh dari...
BPMI Setpres

Hari Ini, 23.508 Terima Vaksinasi Kedua

👤MGN 🕔Rabu 28 September 2022, 21:56 WIB
Total 171.140.621 orang telah menerima vaksin lengkap per Rabu...
Antara

82,72% Remaja Sudah Terima Vaksinasi Lengkap

👤MGN 🕔Rabu 28 September 2022, 21:46 WIB
Sementara itu, sebanyak 25.629.748 remaja telah menerima vaksin dosis...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya