Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengajak generasi muda, yang saat ini terdiri dari generasi milenial, generasi Z, dan bahkan generasi Alpha agar adaptif dan inovatif di era digitalisasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
"Tidak bisa teknologi dilawan kemajuannya, dihambat juga tidak bisa. Siapa yang mau menghadang kemajuan teknologi? Karena itu, kita harus optimis. Kata kuncinya akhirnya cuma dua kata, inovasi dan adaptasi," kata Budi saat berkunjung ke Kantor PT Ajaib Teknologi Indonesia (Ajaib) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (13/5).
Budi menyebutkan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah ketiga generasi muda pada saat digabungkan memiliki persentase besar yakni 65%.
Baca juga : Masyarakat Lebih Untung Jika Berlangganan Internet Langsung ke ISP
Secara lebih rinci jumlah generasi milenial di Indonesia saat ini mencapai 26% dari total populasi, sementara generasi Z sebesar 28%, dan generasi Alpha sebanyak 11%.
Dengan jumlah tersebut, Budi berpendapat generasi muda, sebagai sumber daya manusia (SDM) potensial, mampu memberikan lompatan besar dari sisi inovasi bagi Indonesia dengan memanfaatkan era digitalisasi.
Budi mengatakan, saat ini, merupakan waktu yang tepat bagi generasi muda mempelajari dan mendalami tren hingga teknologi yang berkembang di era digitalisasi.
Baca juga : Temui Menkominfo, Tony Blair Institute Dorong Perkembangan Teknologi dalam Pertumbuhan Bangsa
Hal itu karena pesona generasi muda Indonesia sebagai talenta digital bahkan telah menarik minat perusahaan-perusahaan teknologi raksasa global untuk berinvestasi pada pengembangannya.
Ia mencontohkan yang terbaru seperti Apple dan Microsoft yang menanamkan modalnya untuk mendukung pengembangan talenta digital di Indonesia.
"Jadi, mumpung masih sehat, kita semangat, karena Indonesia ini maju cuma bisa modalnya sumber daya manusia seperti kalian-kalian ini," tambahnya.
Baca juga : Waspadai 14 Kasus Bunuh Diri karena Judi Online dalam 1,5 Tahun
Sebagai langkah mengakselerasi pertumbuhan talenta digital di Indonesia, pemerintah pun telah melakukan beragam langkah percepatan yaitu mengembangkan empat pilar digitalisasi yaitu infrastruktur digital, pemerintahan digital, ekonomi digital, serta masyarakat digital.
Harapannya dengan penyelarasan di keempat pilar tersebut maka Indonesia bisa mewujudkan cita-cita menjadi negara maju dan memenuhi Visi Indonesia Digital (VID) 2045.
Dalam kunjungan ke kantor pusat Ajaib, Menkominfo berharap perusahaan teknologi finansial itu bisa terus berinovasi dan berkontribusi dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Baca juga : Menkominfo Bantah Keretakan Hubungan Jokowi dan Prabowo
“Indonesia Emas 2045 merupakan visi besar bangsa kita untuk menjadi maju. Dengan memberdayakan masyarakat melalui akses ke layanan investasi yang mudah dan aman, Ajaib dapat ikut menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri secara fnansial, yang merupakan salah satu pilar penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Selain itu, kami berharap Ajaib dan startup lokal lainnya terus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global sebagai penghasil talenta digital dan penyedia jasa serta produk digital,” ujar Budi Arie Setiadi.
CEO dan Co-Founder Ajaib, Anderson Sumarli, mengungkapkan “Kami merasa terhormat atas kunjungan Bapak Menteri dan melihat ini sebagai momen penting dalam industri teknologi, di mana teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), blockchain dan aset kripto akan menjadi landasan revolusioner. Ajaib sendiri telah berhasil membawa investasi lebih dari 4 triliun rupiah ke Indonesia dari berbagai investor teknologi global. Kami bangga dapat membangun talenta teknologi lokal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.”
Kunjungan itu turut dihadiri Komisaris Utama Ajaib Group Andi Gani Nena Wea, yang juga merupakan Penasehat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bidang Ketenagakerjaan, serta Noor Rachmad, Komisaris Utama Ajaib Kripto yang juga pernah menjabat sebagai Jaksa Agung Muda.
Andi Gani Nena Wea mengatakan, “Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Bapak Menteri Komunikasi dan Informatika dan dukungan yang diberikan kepada Ajaib. Kami percaya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting untuk menciptakan ekosistem keuangan digital yang aman dan terpercaya. Kami berharap dapat terus bekerja sama dengan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan industri keuangan digital di Indonesia." (Ant/Z-1)
Dasco mengaku belum mengetahui apakah penolakan kader itu menjadi pertimbangan bagi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga menilai, Tidar kemungkinan sudah membaca motif politik di balik keinginan Budi Arie berlabuh ke Gerindra.
Selama pihak-pihak yang diduga membekingi judi online tidak tersentuh hukum, upaya pemberantasan akan sulit berhasil.
KETUA Umum Projo Budi Arie Setiadi menyebut berpeluang merapat ke partai meskipun tidak spesifik menyebut Gerindra. Ketua Harian Gerindra Sufmi Dasco Ahmad belum mendengar langsung
KETUA Umum Projo Budi Arie Setiadi kembali kembali terpilih untuk masa jabatan 2025-3030. Itu diputuskan saat Kongres III Projo di Jakarta, kemarin (1/11). Ia mengganti logo Projo.
KETUA UMUM Projo Budi Arie Setiadi santer diisukan akan bergabung dengan Partai Gerindra yang diketuai Presiden Prabowo Subianto. Berikut fakta-faktanya
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Penutup tahun di Braga pun menjadi simbol transisi: menoleh ke belakang untuk menghargai proses, lalu melangkah ke depan dengan optimisme menyambut 2026 dan meraih mimpi.
Kemenpora bersama FAO mendorong keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Generasi muda Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan dalam cara mempersiapkan masa depan finansial mereka.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved