Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia menuntut keterlibatan nyata lintas generasi, khususnya generasi muda. Anak muda dinilai memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem melalui pendekatan berbasis pengetahuan dan aksi langsung. Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan Talkshow dan Penanaman Pohon Langka Indonesia yang diselenggarakan oleh Biodiversity Warriors Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia di Hutan Kota Srengseng, Jakarta Barat, Rabu (11/2).
Kegiatan yang memperoleh dukungan Bank Shinhan ini mengombinasikan penguatan literasi lingkungan melalui diskusi interaktif dengan aksi lapangan berupa penanaman pohon langka bersama anggota Biodiversity Warriors dan Saka Wanabakti.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah jenis pohon langka dan endemik ditanam, antara lain Dehaasia pugerensis (endemik Jawa Timur), Lithocarpus kostermansi, Heritiera percoriacea, serta Vatica javanica yang merupakan spesies endemik Jawa bagian barat. Selain itu, peserta juga menanam pohon-pohon lokal yang disediakan oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta sebagai upaya memperkuat ekosistem perkotaan.
Sebelum penanaman, para peserta mengikuti sesi talkshow yang membahas pengenalan pohon langka, gerakan citizen science, serta konsep investasi hijau. Materi ini dirancang untuk membangun pemahaman bahwa konservasi tidak hanya berhenti pada aktivitas lapangan, tetapi juga memerlukan dukungan pengetahuan, data, dan nilai keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
Direktur Komunikasi dan Kemitraan Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia, Rika Anggraini, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat—terutama generasi muda—menjadi kunci keberhasilan konservasi jangka panjang.
“Konservasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah dan organisasi lingkungan. Generasi muda perlu dilibatkan sebagai citizen scientist agar pelestarian berbasis data dan aksi nyata dapat berjalan secara berkelanjutan,” ujar RIka.
Senada dengan itu, anggota Forum Pohon Langka Indonesia sekaligus Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dipta Sumeru Rinandio, menekankan pentingnya pohon langka bagi keseimbangan ekosistem.
“Pohon langka bukan sekadar spesies yang jumlahnya terbatas, tetapi memiliki fungsi ekologis yang tidak tergantikan. Mereka menyediakan habitat, menyerap karbon, dan menopang sistem hidrologi. Hilangnya satu jenis pohon dapat memicu dampak berantai pada keseluruhan ekosistem,” jelasnya.
Pada sesi penutup, Branch Manager Kantor Cabang Bank Shinhan, Budiyanto, mengajak peserta memahami keterkaitan antara aksi pelestarian lingkungan dan literasi keuangan berkelanjutan. Ia menyoroti peran investasi hijau sebagai bagian dari tanggung jawab generasi muda dalam mendukung masa depan yang lebih lestari. Pendekatan yang menggabungkan edukasi, kolaborasi, dan aksi lapangan merupakan strategi penting untuk membangun gerakan konservasi yang inklusif.
"Dukungan ini bukan sekadar simbol, melainkan langkah awal membangun kolaborasi jangka panjang guna menciptakan dampak lingkungan yang berkelanjutan,” ucapnya. (E-3)
BEA Cukai tunjukkan keseriusannya dalam penanganan perdagangan ilegal satwa dan tumbuhan Indonesia, melalui jalinan kerja sama internasional dengan Foreign Customs Attaché Club (FCAC).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved