Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis ilmu kesehatan telinga, hidung, tenggorok, bedah kepala dan leher FKUI-RSCM Rangga Rayendra Saleh mengatakan pembesaran amandel menjadi salah satu faktor risiko yang menyebabkan anak terkena radang telinga tengah (otitis media).
"Jadi risiko untuk terjadinya infeksi otitis media berulang itu memang ada, dan sebetulnya bukan berarti kalau sudah sekali kena otitis media pasti setiap batuk pilek kena otitis media, belum tentu," kata Rangga, dikutip Sabtu (27/4).
Menanggapi apakah anak dapat berulang kali terkena radang telinga tengah, Rangga menjelaskan para dokter harus memantau kondisi pasien dan mencari faktor risiko yang menjadi penyebab penyakit itu kembali mengenai anak.
Baca juga : Radang Telinga Tengah tidak Harus Selalu Diatasi dengan Antibiotik
Salah satunya adalah pembesaran dari kelenjar amandel dan adenoid yang menyebabkan saluran ventilasi antara hidung dan telinga menjadi tertutup.
Hal ini berpotensi membuat anak rentan terkena infeksi saluran nafas yang akhirnya menyebabkan radang telinga tengah.
Faktor risiko lain yang dapat membuat anak terkena radang telinga tengah secara berulang yakni adanya gangguan bawaan dari lahir seperti anak dengan celah langit-langit di bibir.
Baca juga : Bangun Kemampuan Adaptasi Anak terhadap Perubahan Iklim Global
Rangga mengatakan radang telinga tengah bisa mengganggu aktivitas anak-anak untuk belajar dan bermain, karena anak akan mengalami nyeri pada telinga, bisa terkena demam yang disertai dengan keluarnya cairan dari dalam telinga.
"Biasanya memang anak akan lebih mudah secara umum terkena otitis media, tapi biasanya kalau tidak ada komorbid atau gangguan kesehatan lainnya, anak kurang lebih satu kali mengalami otitis media akut (AOM)," ujar Rangga.
Selain itu, ia menyebut alergi tertentu juga dapat menjadi salah satu faktor risiko yang meningkatkan episode anak terkena radang telinga tengah secara berulang.
"Kalau terjadi otitis berulang maka aktivitas anak akan terganggu, oleh karena itu selain kita obati kita juga harus mencari faktor risiko dari otitis media ini kenapa sampai berulang supaya ditangani dan pada akhirnya tidak mengganggu aktivitas anak-anak," pungkas Rangga. (Ant/Z-1)
Telinga sendiri terbagi menjadi tiga bagian utama, yakni telinga luar, tengah dan dalam yang masing-masing memiliki fungsinya.
Paparan suara yang sangat keras seperti dari speaker sound horeg bisa langsung merusak sel-sel rambut halus di koklea atau rumah siput.
Peneliti menemukan ikan zebera memiliki kemampuan regenerasi sel rambut sensorik, sel halus di telinga.
Penggunaan earphone dalam waktu yang lama dengan volume kencang biasanya dilakukan untuk mendengarkan musik.
Telinga kanan berdenging dalam Islam? Temukan makna spiritual, pertanda baik atau buruk, dan tafsir lengkapnya di sini!
OMSK adalah kondisi infeksi pada rongga telinga tengah ditandai adanya robekan lubang atau gendang telinga yang dapat menyebabkan keluar cairan dari liang telinga.
Jenis otitis media yang paling sering ditemukan pada anak adalah otitis media akut (AOM), yang dapat terjadi dengan cepat dan berlangsung setidaknya selama seminggu.
Penderita otitis media (radang telinga tengah) hanya akan diberikan antibiotik bila penyakit tersebut sudah dikategorikan kronik dan terbukti terinfeksi oleh suatu bakteri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved