Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
OSTEOPOROSIS dapat diartikan sebagai penyakit tulang sistemik yang dapat dilihat dari kepadatan tulang yang menurun. Selama ini, osteoporosis lebih diketahui sebagai penyakit yang menyerang usia lanjut, tetapi ternyata penyakit ini juga bisa terjadi di usia muda dan remaja.
Kondisi osteoporosis menyebabkan tulang menjadi rapuh dan menimbulkan risiko patah tulang yang tinggi. Bahayanya, tidak ada gejala osteoporosis yang spesifik, hingga sering kali pasien menyepelekannya, seperti nyeri tulang dan otot yang umumnya terjadi pada punggung.
Tak banyak yang tahu, osteoporosis tidak mengenal umur. Penyakit ini bukan penyakit yang hanya menyerang orang tua. Remaja usia 20-an pun dapat terkena osteoporosis jika tidak memperhatikan kesehatan tulang. Karena itu, penting untuk mengenal faktor-faktor yang menyebabkan osteoporosis di usia muda.
Baca juga : Ini Gejala Skoliosis yang Wajib Bunda Tahu
Amenorea merupakan keadaan saat perempuan tidak menstruasi dalam jangka waktu yang panjang. Amenorea menyebabkan menurunnya kadar hormon estrogen. Penurunan kadar estrogen pada perempuan ini membuat tulang keropos atau osteoporosis. Terdapat beberapa gejala dalam kondisi seperti ini, yakni gangguan penglihatan, sakit kepala, nyeri pinggul, rambut rontok, payudara tidak membesar, keluarnya air susu meski tak sedang menyusui, hingga pemberatan suara.
Seperti yang sudah diketahui, kalsium memiliki peran krusial untuk menjaga kekuatan tulang. Kekurangan kalsium dalam tubuh, dapat menimbulkan risiko terkena osteoporosis lebih dini. Maka dari itu, makanan berserat, terutama buah dan sayur, serta susu wajib dikonsumsi untuk menghindari risiko pengeroposan tulang.
Terdapat beberapa efek samping obat yang dapat menyebabkan osteoporosis, seperti kortikosteroid dengan dosis tinggi dan jangka waktu yang lama, dapat menyebabkan pengeroposan tulang yang berujung osteoporosis.
Baca juga : Terjadi Tanpa Gejala, Begini Cara Pengobatan Osteoporosis
Selain empat penyebab di atas, terdapat faktor lain yang dapat memicu osteoporosis, yakni kebiasaan merokok dan minum alkohol, riwayat keluarga dengan osteoporosis, tubuh tidak aktif dalam waktu lama seperti ketika terlalu lama rebahan, dan adanya malabsorbsi nutrisi.
Osteoporosis di usia muda tentu saja adalah hal yang dikhawatirkan banyak orang. Sebab, Osteoporosis akan memunculkan beberapa gejala fisik yang mengganggu aktivitas. Karena itu, terdapat beberapa langkah yang harus diambil untuk mencegah osteoporosis di usia muda, sebagai berikut:
Kalsium dan Vitamin D merupakan nutrisi yang berperan penting pada tulang. Vitamin D didapat dengan mengonsumsi ikan sarden, tuna, dan salmon, hingga kuning telur, hati sapi, serta susu dan berbagai produk olahannya. Sedangkan, kalsium dapat diperoleh dari biji-bijian, sayuran hijau, makanan laut, dan kacang-kacangan.
Baca juga : Dokter Sebut Kaki Rata atau Flat Feet pada Anak Hal yang Normal
Olahraga teratur seperti angkat beban, sepak bola, dan basket, dapat menjaga kesehatan dan kekuatan tulang.
Nikotin dalam rokok dapat menghambat produksi sel pembentukan tulang, menghadang penyerapan kalsium, dan mengurangi aliran darah ke tulang. Maka dari itu, asap rokok meningkatkan risiko pengeroposan tulang di usia dini. Demikian pula dengan alkohol. Konsumsi alkohol berlebihan berpotensi menyebabkan osteoporosis di usia muda.
Itulah hal-hal yang bisa memicu sekaligus mencegah osteoporosis di usia muda, khususnya pada remaja. Pencegahan menjadi hal yang penting dilakukan demi kualitas hidup yang lebih baik di usia muda hingga hari tua.
(Z-9)
Vitamin D memberikan manfaat besar bagi tubuh, mulai dari memperkuat tulang hingga meningkatkan imun dan suasana hati. Pelajari manfaat lengkap vitamin D di sini.
PERINGATAN Hari Osteoporosis Nasional dan Dunia 2025 menjadi momentum untuk terus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan tulang.
AJAKLAH lebih banyak orang untuk peduli pada kesehatan tulang, sendi, dan tubuh secara menyeluruh. Bukan hanya ketika masalah datang baru peduli, tetapi dimulai sedini mungkin.
Rajin minum susu sejak kecil penting untuk kesehatan tulang. Susu sapi kaya akan kalsium dan vitamin D, dua nutrisi utama untuk menjaga kepadatan tulang.
Vitamin D adalah nutrisi penting yang berperan sebagai prohormon larut lemak. Tubuh dapat memproduksinya melalui paparan sinar matahari, tetapi asupan dari makanan juga diperlukan.
Temukan 7 sayur superfood kaya kalsium dan vitamin K yang bantu jaga kesehatan tulang hingga usia lanjut. Cocok sebagai alternatif alami pencegah osteoporosis.
Penelitian di jurnal The Lancet Child and Adolescent Health menemukan kasus tekanan darah tinggi pada anak dan remaja meningkat hampir dua kali lipat sejak 2000.
Konsumsi berulang minuman berpemanis pada remaja bukan sekadar soal selera, melainkan sudah menjadi benih risiko penyakit diabetes.
ANGGOTA Satgas Remaja IDAI memaparkan alasan remaja seringkali melakukan sesuatu tanpa memikirkan konsekuensi atau dampak setelahnya, yang kerap disebut dengan istilah kenakalan remaja.
KEMENTERIAN Kesehatan RI mencatat, hingga Maret 2025, terdapat 2.700 remaja usia 15-18 tahun di Indonesia yang hidup dengan HIV. Temuan itu menunjukkan penularan HIV tidak terbatas di dewasa.
Dari pemeriksaan yang dilakukan dokter diketahui bahwa ada larva migrans kulit yakni infeksi parasit pada kulit yang disebabkan larva cacing tambang.
REMAJA merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami depresi dan masalah kesehatan mental lainnya. Penting bagi masyarakat memahami cara mengatasi depresi pada remaja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved