Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKOLAH Lentera Indonesia (SLI) sukses menggelar pementasan drama musikal bertajuk ‘Mulan: The Mighty Magnolia of China’ yang berlangsung di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Sabtu (23/3).
Sekitar 350 siswa SLI mengisi panggung Teater Besar. Mereka pun tampil spektakuler dengan balutan busana yang apik, serta nyanyian dan koreografi yang memukau. Tidak hanya menampilkan tarian, nyanyian dan akting, pementasan ini juga menyuguhkan permainan musik seperti biola, drum, dan piano.
Acara sukses digelar selama dua jam dan dihadiri oleh para orangtua, tamu undangan, dan masyarakat umum. Managing Director Sekolah Lentera Indonesia, Dian Nessya Setiawan, mengungkapkan pertunjukan tersebut berhasil menggaet lebih dari 800 pengunjung.
Baca juga : LSPR dan Metamorphose Production Hadirkan Teater Musikal 'Nirwana'
Dian juga menekankan, SLI juga berupaya membangun rasa solidaritas dan kepedulian terhadap komunitas masyarakat melalui pementasan drama musikal tersebut. Profil dari penjualan tiket akan disumbangkan ke Yayasan Indonesia Peduli Anak Berkebutuhan Khusus (YIPABK).
“So far hasil dari penjualan tiket hampir Rp400 juta, dan dengan expenses untuk kebutuhan pementasan dan lain sebagainya kita bisa sumbangkan Rp30-50 juta,” ujar Dian.
Pementasan ini merupakan salah satu program SLI sebagai kesempatan baik bagi para siswa untuk unjuk gigih menampilkan bakat dan membentuk kepercayaan diri mereka di depan umum. Selain itu, pementasan ini juga menjadi sarana membangun kerja sama antarpara staf, guru, dan orangtua yang ikut terlibat sebagai kru.
Baca juga : Siswa SMP Labschool Kebayoran Tampilkan Drama Musikal Lewat Sky On Stage 2023
Pementasan ini dipersiapkan dengan sangat baik sejak September 2023, dengan menggandeng para pelatih dari perusahaan teater ternama Indonesia, EKI Dance Company.
Dian mengatakan tema ‘Mulan: The Mighty Magnolia of China’ dipilih karena pihak sekolah tidak ingin hanya melibatkan dan menonjolkan anak laki-laki tetapi juga siswa perempuan, terutama yang menjadi pemeran utama. “Kita mau menunjukkan bahwa perempuan bisa menjadi sesuatu yang hebat,” kata Dian.
Keluarga dan jati diri drama musikal ini mengusung kisah Mulan, seorang gadis yang menyamar sebagai laki-laki untuk menggantikan ayahnya dalam berperang dan membawa kehormatan bagi keluarganya. Pertunjukkan mengambil latar belakang waktu pada abad keempat hingga keenam masehi.
Baca juga : Kembali Jadi Ken Dedes, Ara Ajisiwi Siapkan Stamina
‘Mulan: The Mighty Magnolia of China’ terinspirasi dari sebuah puisi berjudul Ballad of Mulan yang mengisahkan perjalanan seorang gadis dalam menyelamatkan keluarga dan menemukan jati dirinya.
Pemeran Mulan, Angela Rambie, mengaku tantangan berlatih selama sembilan bulan adalah harus pintar membagi waktu dengan urusan sekolah. Di samping itu adalah berusaha membangun chemistry dengan aktor atau pelajar lainnya yang terlibat pementasan.
“Saya selalu meminta petunjuk dari Tuhan, saya berdoa dan selalu mencari nilai-nilai dari orangtua, dari direktur, koreografer, semuanya mendukung saya. Saya merasa bersyukur karena semua itu,” ujar Angela yang menjadikan Emma Watson sebagai role model di dunia perfilman.
Sementara orangtua Angela, Bastiaan Rambie Juni Sagita, mengaku sangat bersyukur anaknya dapat bersekolah di SLI. Putrinya diberikan kesempatan untuk dapat tampil guna menggali potensi dirinya ke depan.
“Anaknya pendiam. Kami sendiri baru menyadari Angela punya talenta ini, jadi sesuatu yang baru, didukung oleh guru-gurunya, yang mengarahkan, mengasah dengan baik. Kami bersyukur kepada Tuhan yang sudah memberikan talenta itu untuk Angela. Kami bangga sebagai orangtua dan berterima kasih kepada sekolah yang bisa menyalurkan bakat tersebut," kata Bastiaan dan Juni. (Z-6)
YOON Suk-hwa, tokoh besar dalam kancah teater modern Korea, meninggal dunia pada Selasa pagi di usia 69 tahun setelah berjuang melawan tumor otak. Ia mengembuskan napas terakhir di Seoul
Anak-anak itu tampil percaya diri, berani, dan menyebarkan semangat positif melalui penampilan mereka yang dihiasi senyuman di atas panggung Red Nose
Bagi Slank, pementasan ini bukan hanya bentuk refleksi, tetapi pengingat perjalanan panjang yang tidak mudah.
Festival Teater Indonesia (FTI) hadir sebagai titik pertemuan lintas kota serta ruang berekspresi bagi ekosistem teater tanah air.
Resital Kelas Akting Titimangsa 2025 menghadirkan empat pertunjukan yang semuanya bersifat absurd namun dengan ciri absurd yang berbeda.
Festival Teater Indonesia (FTI) digagas oleh founder Titimangsa Happy Salma dan Direktur Titimangsa Pradetya Novitri.
Bukan sekadar horor, pertunjukkan juga memasukkan unsur edukasi di dalamnya
Film ini menjadi penanda bagaimana Miles Films berusaha menjaga salah satu kisah paling ikonis di perfilman Indonesia, tetapi kali ini dengan wajah-wajah baru
Pengin Hijrah bakal dipentaskan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, pada 23-24 Agustus 2025.
Bekerja sama dengan beberapa tokoh seni dan budayawan terkemuka, Yayasan Prima Ardian Tana pernah membawa misi kebudayaan Indonesia, khususnya Cirebon ke Yunani, Korea, dan Singapura.
Drama musikal ini melibatkan 50 anak binaan untuk membawakan kisah perjuangan meraih mimpi di tengah keterbatasan.
Sebagian besar produksi film Pengin Hijrah dilakukan di tiga kota di Uzbekistan. Toshkent, Samarkan, dan Bukhara
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved