Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH zero-dose anak yang belum mendapatkan imunisasi sepanjang 2018-2023 mencapai 1,8 juta anak di seluruh Indonesia. Tahun lalu, zero-dose berada di angka 423.615 anak.
Kementerian Kesehatan berupaya mengejar angka anak yang belum mendapatkan imunisasi ini. Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes Prima Yosephine menyebut tahun ini ditargetkan zero dose dapat berkurang minimal 25%.
"Harus (bisa diturunkan), itu kan memang cita-cita kita. Kita selalu kumpul, monitoring, evaluasi dengan daerah, kita selalu bilang itu. Kita berharap mereka bisa jalan di lapangan. Jadi itu harus terus kita ingatkan," kata Prima kepada Media Indonesia di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (18/3).
Baca juga : Diare Penyebab Kematian Tertinggi Anak setelah Pneumonia
Kemenkes pun menyiapkan strategi penguatan imunisasi dari sisi suplai dan demand. Dari sisi suplai, antara lain, memastikan kesiapan vaksin dan logistik vaksin, penguatan analisa wilayah melalui Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) Imunisasi.
Selanjutnya, melakukan imunisasi kejar untuk mengurangi jumlah anak tidak diimunisasi/belum lengkap imunisasinya. "Untuk anak-anak yang waktu bayi mungkin terlewat, enggak dapat, bukan berarti sudah selesai. Bisa dikejar di balitanya, bisa dikejar waktu di bawah 3 tahun, dikejar waktu di balita. Jadi waktu anak itu masuk sekolah diharapkan imunisasinya udah lengkap, walaupun tidak ideal," katanya.
Kemudian, melakukan imunisasi tambahan massal (ORI) untuk menutup kantong imunisasi dan menekan potensi transmisi penularan, penguatan mikroplaning (penyusunan rencana kerja), dan monitoring evaluasi program imunisasi. Lalu peningkatan kualitas tenaga kesehatan imunisasi melalui berbagai workshop, orientasi dan pembekalan/pelatihan, penggunaan sistem pencatatan dan pelaporan berbasis elektronik (SMILE, ASIK).
Baca juga : Program Imunisasi Nasional Rotavirus Dimulai. Ini Manfaatnya bagi Anak
Dari sisi demand antara lain sosialisasi dan edukasi melalui pengembangan materi KIE dengan pendekatan sosio kultural, pemberdayaan keluarga dan masyarakat melalui penguatan kader, Human centre Design (HCD), inter personal communication (IPC), serta pelibatan lintas sektor dalam percepatan imunisasi.
Prima melaporkan, capaian imunisasi dasar lengkap yaitu imunisasi yang harus diberikan kepada anak-anak sebelum ulang tahun pertama, cakupan secara nasional mencapai 95,4%. Namun pada imunisasi baduta lengkap angkanya 86,3%.
"Artinya ada anak-anak yang waktu dia bayi dapat, lewat 1 tahun ibunya lupa atau bagaimana, tidak lagi membawa ke tempat imunisasi," katanya. Beberapa alasan orangtua tidak membawa anaknya untuk diimunisasi, kata Prima, 38% karena takut imunisasi ganda. Adapun alasan lain sebanyak 12% ialah takut efek samping, demam, dan sebagainya. (Z-2)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengeluhkan harga tiket pesawat yang mahal untuk menuju titik bencana di Sumatra dan Aceh.
KEMENTERIAN Kesehatan memasuki tahap lanjutan penanganan bencana Aceh Sumatra dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan primer melalui puskesmas di wilayah terdampak.
KEPALA Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman menyampaikan prevalensi kusta di Indonesia sampai saat ini sebesar 0,91/10.000 di ratusan daerah.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
PROGRAM Cek Kesehatan Gratis (CKG) mencatat capaian signifikan dengan jumlah kehadiran peserta menembus 70 juta orang hingga 29 Desember 2025.
Kemenkes menyatakan bahwa nakes Kemenkes menyatakan nakes tetap melayani warga di Desa Cekal dan Desa Pantan Kemuning,Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
SERANGAN nyamuk di sejumlah lokasi pengungsian pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang menjadi perhatian serius. Kemenkes memastikan kondisi tersebut Kejadian Luar Biasa (KLB).
Gizi seimbang adalah kombinasi menu makanan sehari-hari yang mengandung seluruh zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh.
Kemenkes mengungkapkan temuan senior yang merupakan peserta PPDS Unsri melakukan perundungan atau bullying pada juniornya dengan memeras Rp15 juta per bulan
tim kesehatan Dinkes Sumatra Barat juga mulai mewaspadai munculnya berbagai penyakit menular di lokasi-lokasi pengungsian.
Selain penyakit umum, Kemenkes juga memberikan perhatian khusus terhadap penyakit menular dengan tingkat penularan tinggi.
Menurutnya, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat harus menjadi kebiasaan sehari-hari anak, baik di rumah maupun di sekolah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved