Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM beberapa tahun terakhir, perawatan wajah dan inovasinya berkembang dengan pesat dan akhirnya semakin banyak orang, khususnya perempuan, menjajal beragam inovasi tersebut.
Meski begitu, bagi beberapa kelompok rentan, seperti ibu hamil dan menyusui, membutuhkan perhatian ekstra pada pemilihan perawatan wajah agar dapat sesuai dengan perubahan-perubahan yang tengah terjadi pada tubuh mereka.
Menjawab hal itu, dokter spesialis Dermatologi Arieta Sari membagikan rekomendasi perawatan wajah yang tepat bagi ibu hamil agar tetap dapat menjaga kesehatan kulit wajah mereka.
Baca juga : Ibu Hamil Disarankan Konsumsi Karbohidrat Kompleks Agar Kenyang Lebih Lama Saat Puasa
"Sebaiknya ibu hamil menggunakan basic skin care dulu yang sudah ada di pasaran. Itu boleh kok. Yang penting jangan gunakan yang berbahan aktif tretinoid acid (vitamin A murni). Itu gak baik untuk ibu hamil," kata Arieta, dikutip Sabtu (16/3).
Secara umum, perawatan wajah dasar atau basic skin care yang bisa digunakan ibu hamil terbagi untuk pagi hari dan malam hari.
Untuk pagi hari, Arieta menjelaskan rangkaian produk yang bisa digunakan ibu hamil terdiri atas pembersih seperti sabun muka, disusul serum, lalu moisturaizer atau pelembap, dan ditutup dengan penggunaan tabir surya atau sunscreen.
Baca juga : Intip Peluang Usaha Bersama JGlow Skincare
Sementara, untuk malam hari, serumnya bisa menggunakan bahan aktif yang bersifat mencerahkan.
Terkait dengan perawatan wajah yang harus dilakukan oleh dokter di klinik bagi ibu hamil, Arieta menyarankan ibu hamil tidak dulu melakukan perawatan dengan metode injeksi seperti skin booster.
Hal itu mengingat selama mengalami masa kehamilan, perempuan mengalami perubahan hormon yang bisa saja membuat perawatan menjadi tidak efektif.
"Kalau ibu hamil itu hormonnya gak stabil nanti di-treatment apapun gak ada hasilnya. Jadi memang lebih baik ibu hamil nanti saja dulu, tunggu hormonnya stabil baru lakukan perawatan (di klinik)," pungkas Arieta. (Ant/Z-1)
Meski mengaku sempat merasa kurang percaya diri tampil di depan kamera dengan kondisi wajah breakout, Natasha Wilona memilih untuk tetap bersikap positif.
Produk perawatan kulit yang mengandung bahan-bahan keras tidak efektif karena justru merusak pelindung kulit.
Bernapas melalui mulut biasanya terjadi ketika aliran udara melalui hidung berkurang akibat gangguan pernapasan.
Mengetahui jenis kulit wajah penting agar Anda dapat menentukan produk perawatan wajah yang tepat untuk digunakan.
Hemifacial spasm atau kejang di wajah bisa terjadi karena ada gangguan saraf wajah yang menyebabkan kontraksi otot secara tiba-tiba dan terus-menerus di satu sisi wajah.
Thread lift ialah prosedur kosmetik nonbedah yang menggunakan benang khusus untuk mengangkat dan meremajakan wajah.
Spesialis dermatologi dr. Riva Ambardina Pradita menekankan pentingnya hidrasi dan penggunaan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit selama puasa Ramadan.
Seluruh produk inovasi ERHA Skincare mengedepankan clinically created, dermatologist trusted
Moisturizer (pelembap) memiliki fungsi dalam menghidrasi, mengunci kadar air, dan memperkuat skin barrier agar kulit tak kering, iritasi, atau terlalu berminyak.
Persoalan kulit sensitif jauh lebih kompleks daripada sekadar salah memilih produk.
PERKEMBANGAN industri skincare atau produk perawatan kulit lokal terus menunjukkan dinamika yang menarik.
Sebagai langkah preventif, DRW Skincare menyatakan telah memutus kerja sama dengan mitra produksi terkait serta melakukan penarikan dan pemusnahan produk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved