Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGGUNAAN beragam jenis skincare yang berlapis-lapis ternyata belum tentu langkah terbaik untuk menjawab keluhan dan masalah pada kulit wajah kita.
"Memang skincare yang berlayer-layer itu biasanya ingredients-nya berbeda-beda. Jadi, tidak menjamin memberikan yang terbaik buat kulit kita," ujar Dokter spesialis kulit dan kelamin, dr. Matahari Arsy Harum Permata, Sp.KK saat ditemui di acara Press Launch brand Assoskin 'Garden of Instan Glow, di Jakarta, Kamis (7/3).
Menurutnya, jika beberapa perempuan bisa melakukan tahapan skincare sampai 10 langkah, hal itu dapat dilakukan karena memiliki waktu luang yang cukup banyak untuk melakukannya, terutama saat pandemi kemarin.
Baca juga : Penuaan Dini dan Jerawat Jadi Musuh Utama Bagi Kaum Wanita
Namun dalam situasi pascapandemi saat ini, menurut dr. Tari, skincare routine tersebut tidak lagi relevan. Ia justru mengapresiasi bila ada skincare dengan efektifitas yang sama dapat digunakan secara lebih simple.
"Karena membuat satu skincare dengan fungsi yang banyak itu tidak mudah. Jadi kalau ada skincare yang bisa memangkas waktu penggunaan dengan efektifitas yang sama, kenapa tidak?" tandasnya.
Hal ini juga dibenarkan oleh jebolan Indonesian Idol XII, Raisa Syarla yang juga hadir pada kesempatan yang sama.
Baca juga : Manfaat Kulit Buah Manggis untuk Kesehatan Kulit, Bisa Atasi Masalah Jerawat
Ia merasa takut salah mengkombinasikan beragam product skincare yang dimilikinya karena khawatir ada yang tidak cocok kandungannya.
"Yang banyak stepnya itu kadang kan ada beberapa ingredients yang tidak cocok untuk digabungkan. Mungkin karena itu aku jadi breakout. Aku nggak tahu nih, skincare yang ini cocoknya dicampur sama skincare yang mana," paparnya.
Ia mengaku sangat terbantu dengan hadirnya Assoskin, skincare anti ribet dan multifungsi yang bisa digunakan di tengah kesibukannya sebagai penyanyi.
Baca juga : Ini Cara Mencuci Muka yang Tepat untuk Mengatasi Jerawat
"Justru kalau skincare yang sat-set pasti udah teruji ya kecocokannya. Jadi nggak khawatir lagi," ujarnya yang saat ini tengah mempersiapkan singlenya yang ketiga.
CEO Assoskin, Dini Ubaya Raharjanti, berharap produknya bisa menemani para wanita aktif untuk bisa tampil percaya diri dengan kulit yang sehat.
Dini menjelaskan latar belakang diluncurkannya Assoskin juga berangkat dari pengalaman pribadinya karena juga merasakan menjadi wanita yang memegang banyak peran dengan segudang aktivitas sehingga selalu menjadi tantangan untuk bisa merawat kulit tetap sehat.
Baca juga : Simak 6 Manfaat Vitamin H Bagi Tubuh, Dari Mana Sajakah Sumbernya?
Selain praktis, kata Dini, Assoskin berbeda dengan product skincare yang lainnya karena memiliki kandungan inti Marine Plasenta dan Sallic 210. Marine plasenta merupakan teknologi yang hanya diproduksi dan dibuat di Jepang, dihasilkan dari membran telur ikan salmon yang memiliki banyak fungsi, diantaranya untuk menghilangkan bekas jerawat sampai luka bekas operasi.
Sementara Sallic 210 merupakan inovasi dari Salicylic Acid dengan kelarutan air yang lebih tinggi, sehingga kemungkinan terjadi iritasi kulit yang biasa terjadi sebagai efek samping dari penggunaan Salicylic Acid.
Kedua inovasi formula tersebut, hadir pada empat product Assoskin, yakni Revive Me Moisturizer, Reviving Toner, 3in1 Acne Prone Facial Mist, dan Acne Relief Serum. (Nov)
Bagi Gen Z dan Gen Alpha, hasil yang cepat dan nyata menjadi nilai penting, sejalan dengan ritme hidup mereka yang dinamis.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
PEMANFAATAN teknologi stem cell atau sel punca saat ini semakin meluas di bidang kesehatan dan perawatan tubuh, termasuk untuk kulit wajah.
Kurang tidur, stres, merokok, dan konsumsi alkohol, bisa mendorong munculnya kulit kusam.
Budi menjelaskan penahanan ini dipicu oleh sikap Richard Lee yang dinilai menghambat jalannya penyidikan.
Bersama istrinya, Kak Ciwid, Pakde Prayogo membangun HIQWEEN sebagai solusi masalah flek hitam.
Menurut Alzheimer's Association, sekitar 5 hingga 10 persen kasus Alzheimer termasuk dalam kategori onset dini.
Studi terbaru ungkap stres kronis dapat merusak tulang dan picu osteoporosis melalui hormon stres serta gangguan sistem tubuh.
Simak 7 tips dari dr Mimi Oktafia (IPB University) untuk menjaga kesehatan fisik dan mental agar tampil maksimal saat UTBK-SNBT 2026.
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program Health Talk.
Merasa terganggu dan takut kehilangan kewarasan, wanita tersebut mencari bantuan psikiater, Dr. Ikechukwu Obialo Azuonye.
Gagal ginjal sering berkembang tanpa gejala di tahap awal. Kenali tanda-tanda seperti kelelahan, edema, hingga perubahan urine untuk penanganan sedini mungkin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved