Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Imran Pambudi mengatakan terdapat tiga tantangan yang menyebabkan kasus-kasus ada di masyarakat. Diketahui kasus kusta saat ini sebanyak 17 251 kasus yang terdeteksi.
Ada tiga tantangan yang terjadi dalam penanganan upaya pengendalian kusta di Indonesia. Pertama, adanya keterbatasan pengetahuan dan kesadaran dari masyarakat baik itu stigma dan diskriminasi yang masih tinggi.
"Sehingga upaya kami adalah berkolaborasi dengan organisasi profesi, pemerintah daerah, dan Direktorat Promosi Kesehatan Kemenkes dalam penyebarluasan informasi kusta termasuk dalam peningkatan kapasitas kader. Selain itu juga melibatkan orang yang pernah mengalami kusta dalam sosialisasi kusta itu sendiri," kata Imran dalam konferensi pers di kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (5/2).
Baca juga : WHO Lanjutkan Penggunaan Hirdroksiklorokuin untuk Obat Covid-19
Faktor kedua yakni masih rendahnya peran pemerintah daerah dalam kegiatan kemoprofilaksis dan pencarian kasus aktif. Diketahui pada 2023 kasus kusta yang ditemukan sebanyak 14.376 kasus dari 11 provinsi dan 124 kota atau Kabupaten yang belum eliminasi.
Kementerian Kesehatan menerbitkan Surat Edaran Nomor: HK.02.02/C/173/2023 tentang Neglected Tropical Diseases (NTDs) 2023 dan memasukkan menu kegiatan pada alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) non fisik dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK).
"Tantangan terakhir yakni keterbatasan ketersediaan MDT kusta yang merupakan hibah dari WHO. Sehingga kemandirian penyedia Multi Drug Therapy (MDT) kusta dilakukan oleh Kementerian Kesehatan," ujar dia.
Imran menjelaskan bahwa obat kusta sampai tahun lalu masih bergantung kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Padahal WHO anggaran yang didapat terus menurun Sehingga ketersediaan obat dari WHO pada 2 tahun terakhir sulit.
"Kementerian Kesehatan sudah mengadakan obat dengan dana sendiri sehingga separuh masih dari WHO separuh lagi dialokasikan dari Kemenkes," pungkasnya. (Iam/Z-7)
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menegaskan imunisasi campak-rubella (MR) merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penularan campak.
Iuran JKN yang dikelola BPJS Kesehatan perlu naik setiap dua tahun guna mencegah defisit dan menjaga keberlanjutan layanan kesehatan.
RI perkuat imunisasi dan surveilans usai 2 WNA Australia positif campak pasca-perjalanan dari Jakarta & Bandung. Cek detail kasus dan langkah Kemenkes di sini.
Penyakit Tidak Menular (PTM) kini mengintai usia produktif. Kenali gejala, data terbaru 2026, dan panduan deteksi dini untuk menjaga produktivitas masa depan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan dr. Piprim Basarah Yanuarso diberhentikan dari PNS karena pelanggaran disiplin.
WHO menyebut vaksin influenza generasi baru berpotensi mencegah hingga 18 miliar kasus flu dan menyelamatkan 6,2 juta nyawa hingga 2050 dengan perlindungan yang lebih luas dan tahan lama.
Virus Nipah adalah virus zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Selain melalui kontak langsung dengan hewan, virus ini juga dapat menyebar melalui makanan yang terkontaminasi.
Prof. Tjandra Yoga Aditama ingatkan kewaspadaan terhadap Flu Burung, MERS-CoV, Super Flu, & Virus Nipah. Simak risiko dan data terbaru WHO 2026 di sini.
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved