Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
EXECUTIVE Group of the Steering Committee Solidarity Trial menerbitkan surat yang menyatakan bahwa berdasarkan analisis sementara yang dilakukan oleh Data Safety Monitoring Committee (DSMC) terhadap data yang dikumpulkan pada uji klinik pengobatan Covid-19, Solidarity Trial, tidak ditemukan adanya masalah keamanan pada pemberian Hidroksikloroquin (HCQ).
Data dari penelitian lain yang sedang berjalan, yakni Randomised Evaluation of Covid-19 Therapy (RECOVERY) trial juga menyimpulkan hal yang sama.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun memutuskan untuk melanjutkan penggunaan HCQ pada Solidarity Trial.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes Widyawati mengungkapkan, untuk itu Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan selaku koordinator Solidarity Trial Indonesia mengeluarkan surat pemberitahuan kepada Tim Peneliti Solidarity Trial Indonesia untuk menggunakan kembali Hidroksiklorokuin pada penelitian Solidarity Trial.
"Profil keamanan HCQ sudah lama diketahui, namun sebelum dilakukan randomisasi secara elektronik untuk menentukan obat mana yang akan diberikan, tim peneliti telah melakukan pemeriksaan pendahuluan," kata Widyawati dalam keterangan resmi, Jumat (5/6).
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan bahwa pasien yang direkrut dalam penelitian Solidarity Trial tidak mempunyai kontra indikasi terhadap salah satu obat penelitian, termasuk kontra indikasi terhadap obat Hidroksiklorokuin.
Baca juga: Analisis Spasial Sebaran Pandemi Korona
Untuk diketahui, sebelumnya pada 25 Mei 2020, WHO memutuskan menghentikan sementara pemberian Hidroksiklorokuin pada Solidarity Trial.
Penghentian dilakukan atas dasar penelitian observasional pada 96.032 pasien Covid-19 di 6 benua yang diterbitkan di Lancet pada tanggal 22 Mei 2020 dengan judul “Hydroxychloroquine or Chloroquine With or Without a Macrolide for Treatment of COVID-19: a Multinational Registry Analysis” yang ditulis oleh MR Mehra dkk.
Tindakan penghentian sementara diperlukan sebagai tanggung jawab WHO atas keamanan subjek penelitian sambil menunggu analisis lanjut terhadap klaim dari artikel Lancet di atas.
Sementara itu, artikel tersebut mengundang kontroversi dari kalangan klinisi, peneliti, ahli statistik dan komite etik. Lebih dari 100 peneliti dari berbagai negara secara kolektif menyampaikan surat kepada penulis dan juga editor lancet mengenai perhatian mereka terhadap metode yang digunakan serta integritas data publikasi lancet oleh MR Mehra, dkk tersebut.
Berdasarkan keterangan Dr. dr. Irmansyah, SpKJ(K) dan Prof. dr. Menaldi Rasmin, SpP(K) selaku Steering Comittee Solidarity Trial Indonesia, hingga kini di Indonesia belum ditemukan laporan mengenai masalah keamanan yang serius akibat penggunaan HCQ pada subjek-subjek penelitian.
"Pada Solidarity Trial di Indonesia hingga kini sudah direkrut 278 subjek yang berasal dari 21 RS, 54 subjek mendapatkan terapi HCQ, dan hingga kini belum ada laporan efek samping yang serius," tandas Widyawati. (A-2)
Satu dari tiga pasien mampu mencapai penurunan berat badan lebih dari 20%, sebuah angka yang selama ini identik dengan hasil terapi suntikan mingguan.
Data kesehatan terbaru menunjukkan 1 dari 4 orang dewasa di Indonesia hidup dengan kondisi obesitas atau kelebihan lemak perut.
Akses masyarakat terhadap obat-obatan esensial dinilai terancam setelah perubahan regulasi paten terbaru.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Obat dapat berasal dari bahan kimia, tumbuhan, maupun hewan, dan biasanya digunakan dengan dosis tertentu agar aman dan efektif.
Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI) mengadakan seminar “Peran Strategis GPFI dalam Menegaskan Prinsip 4K untuk Menunjang Kesehatan Nasional”
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
DISEASE Outbreak News (DONs) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan resmi meninggalnya pasien akibat infeksi virus Nipah (NiV) di Banglades
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
BARU-baru ini outbreak virus Nipah menyebabkan kewaspadaan kesehatan di banyak negara Asia. Infeksi virus Nipah pada manusia menyebabkan berbagai gejala, kenali penularan dan pengobatannya
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved