Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan bahwa dalam 10 tahun terakhir, Indonesia sering dilanda cuaca ekstrem yang akan berpengaruh pada produksi pangan. Karenanya, dibutuhkan penyesuaian dalam sistem pertanian agar tahan terhadap ancaman cuaca ekstrem.
“Kita mau tidak mau harus memahami, bahwa kondisi iklim apapun yang terjadi, akan ada bagian dari sektor pangan yang terdampak,” kata Koordinator Bidang Analisis Variabilitas Iklim BMKG Supari dalam acara bertajuk Bahan Pokok Mahal: Pentingnya Keberlanjutan Pangan di Tengah Krisis Iklim, Selasa (5/3).
Supari menjelaskan, dalam 10 tahun terakhir, kondisi iklim tersebut meliputi el nino yang terjadi di tahun 2015 hingga la nina pada 2022. “Kita sekarang lebih sering mengalami cuaca ekstrem daripada normal. Hanya di 2017 saja normal, selebihnya di musim kemarau kondisi ekstrem pasti terjadi,” imbuh Supari.
Baca juga : Didukung CSA, Subang Ajak Generasi Milenial Bangun Pertanian Daerah
Menurut dia, kondisi el nino yang menyebabkan curah hujan yang sangat rendah bisa mengakibatkan kekeringan hingga berdampak pada pertanian. Beberapa wilayah yang mengalami kondisi ekstrem di el nino 2023 di antaranya Sumatra Selatan, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi, Papua Selatan.
“Kondisi tanpa hujan berkelanjutan tercatat paling tinggi di Lombok sebanyak 222 hari atau tujuh bulan. Ini kondisi yang sangat kering dan sebagian daerah mengeluhkan produksi pangan yang tidak maksimal karena kondisi yang sangat kering,” ucap dia.
Bukan hanya el nino, menurut Supari, kondisi la nina pun menyebabkan pertanian hortikultura juga terdampak. Ia menyatakan, pada semester kedua 2024, la nina akan meliputi wilayah Indonesia. “Ketika la nina, kondisi hujan di musim kemarau akan lebih tinggi, tapi gak setinggi ketikan di musim hujan. Mungkin untuk padi akan lebih baik. Tapi bagi tanaman hortikultura seperti cabai, dan kentang, hujan berlimpah bisa jadi dampak. Jadi kita harus memahami kondisi iklim yang ada untuk menyesuaikan,” pungkas Supari.
Baca juga : Kementan Menargetkan Produksi Pangan Tahun Depan Meningkat
Pada kesempatan itu, Dosen dan Peneliti Pangan di sekolah Ilmu dan Pangan di sekolah Ilmu dan Teknologi ITB Angga Dwiartama mengungkapkan, perubahan iklim yang menyebabkan cuaca ekstrem memang berpengaruh pada produksi pangan. Namun, hal itu bukanlah satu-satunya faktor.
Berdasarkan pengamatannya, produksi pertanian Indonesia sempat naik pada 2016, meskipun saat itu ada el nino besar. Namun, angka itu kemudian menurun pada 2018, dari yang tadinya 80 juta ton gabah kering giling sampai ke 50 juta ton.
“Artinya, perubahan iklim mungkin berpengaruh pada penurunan, tapi ada faktor lain, yakni alih fungsi lahan yang menjadi penyebab,” ucap dia.
Untuk iu, menurut dia, hal yang paling penting dilakukan ialah melakukan antisipasi pada petani-petani yang menjadi tulang punggung produksi pangan Indonesia.
“Kita gak bisa mengandalkan teknologi yang cukup advance. Ketika kena sedikit, tahun berikutnya gak nanam padi lagi, dan alih fungsi jadi komoditas lain. Karenanya, perlu penanggulangan kerentanan pada tiga hal, yakni exposure, sensitivitas dan adaptive capacity,” jelas Angga. (Ata/Z-7)
PRAKIRAAN cuaca di Jawa Tengah hari ini 10 Maret 2026 berpotensi terjadi ekstrem masih berpotensi di 24 daerah. Warga di daerah Pantura, Solo Raya dan Jawa Tengah
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat cuaca ekstrem ini.
BMKG mencatat sedikitnya 20 gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,1 hingga 4,1 terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (10/3) dini hari.
BMKG merilis peringatan dini cuaca Jakarta Selasa 10 Maret 2026. Waspada potensi hujan petir di Jaksel dan Jaktim serta angin kencang di Jakarta Utara.
Potensi cuaca ekstrem hari ini di antaranya di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, serta Kabupaten Bolaang
BMKG Balikpapan merilis peringatan dini cuaca ekstrem di Kaltim. Potensi hujan lebat, banjir, dan longsor mengintai Balikpapan hingga Berau pada 9-11 Maret 2026.
Terdapat 1.236 perusahaan industri yang menyelesaikan tahap pembangunan pada 2025 dan siap mulai berproduksi untuk pertama kali pada 2026.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Keterlibatan Acha Septriasa sebagai Co-Founder di Avarta Media menandai fase baru setelah lebih dari dua dekade ia berkarier sebagai bintang film.
Tiga kesalahan yang harus dihindari adalah kualitas teknis yang buruk, kurang strategi kesan pertama, dan meremehkan proses produksi.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman memilih meluruskan angka konversi yang dipaparkan. Ia menolak klaim konversi 100 ribu hektare per tahun dan merujuk data BPS yang jauh lebih kecil.
PT GNI memiliki total 25 lini produksi Nikel Pig Iron, di mana 2 lini saat ini tengah dilakukan perbaikan besar pada material tahan api, sementara 23 lini lainnya tetap beroperasi secara normal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved