Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Pertanian (Kementnan) menargetkan produksi pangan pada 2024 akan meningkat hingga 35 juta ton beras.
Pada tahun 2026, Indonesia diharaplan akan kembali swasembada pangan, sehingga Indonesia tidak perlu melakukan impor beras.
Demikian disampaikan Staf Khusus Menteri Pertanian (Mentan) Sam Herodian, dalam kuliah umum di hadapan para dosen, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan, Jumat (10/11) di aula Polbangtan Medan, Sumatra Utara.
Baca juga: Kementan Kejar Masa Tanam, Sigap Amankan Produksi Beras dan Jagung
Hal itu sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Arman yang melakukan pembenahan besar-besaran untuk meningkatkan produktivitas dan produksi pangan Indonesia sehingga menjadi lumbung pangan dunia di 2033.
Sam menambahkan, target swasembada pangan didukung adanya program akselerasi yang dilakukan Kementan untuk mempercepat swasembada. Selain itu dukungan teknologi mekanisasi juga dilakukan.
“Jika kita tidak bergerak cepat untuk melakukan swasembada pangan, bisa saja kita akan mengalami krisis pangan. Untuk itu kita harus berupaya terlepas dari ketergantungan negara lain dalam hal penyediaan pangan,”ujarnya.
Seperti diketahui, saat ini Indonesia terpaksa melakukan impor beras untuk mencukupi kebutuhan pangan.
Baca juga: Kementan Kenalkan Olahan Pangan dari Bekatul kepada Peserta Afrika
Langkah-langkah percepatan untuk swasembada sudah dilakukan cepat oleh Mentan Amran Sulaiman.
“Tahun depan kita tidak akan lagi mengimpor beras, karena target produksi pangan terus meningkat hingga akhirnya pada 2033, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia,” kata Sam dalam Kuliah Umum bertajuk ´Menuju Lumbung Pangan Dunia´.
Hal yang sama disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Dedi Nursyamsi yang mengatakan bahwa target akselerasi percepatan adalah terwujudnya swasembada pangan pada 2026 mendatang, sehingga Indonesa dapat menekan impor.
Sementara itu dalam sambutannya pada Kuliah Umum, Direktur Polbangtan Medan, Yuliana Kansrini berharap agar mahasiswa bisa fokus dan memahami kuliah umum yang disampaikan sehingga mengetahui kondisi pertanian dan program apa saja yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Kementan.
Baca juga: Transformasi Lahan Rawa Menjadi Sawah untuk Ketahanan Pangan
“Diharapkan setelah mengikuti perkuliahan ini, pengetahuan mahasiswa Polbangtan Medan akan meningkat dan menambah wawasan dalam hal pertanian,” imbuh Yuliana.
Setelah memberikan kuliah umum, Sam Herodian yang juga akademisi IPB berkesempatan mengunjungi Miniplant Industry dan Coffee Nursery yang dimiliki Polbangtan Medan.
Sam menyampaikan sangat bangga dengan kemajuan Polbangtan Medan yang memiliki laboratorium kopi. (RO/S-4)
Amran menegaskan, kunci swasembada bawang putih terletak pada keberanian menetapkan target luas tanam yang memadai dan konsistensi kerja di lapangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan tegas melarang seluruh Rumah Potong Hewan (RPH) menaikkan harga daging sapi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turun langsung ke Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana longsor.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus penyelundupan komoditas pertanian ilegal di Semarang.
MEMASUKI 2026 pemerintahan Kabinet Merah Putih terlihat sedang euforia merayakan pencapaian swasembada beras 2025.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan nasional dalam kondisi aman selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Salah satu media daring yang berfokus pada pemberitaan agribisnis, yakni Panen News merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan ribuan inovator dari dalam dan luar negeri untuk mendorong transformasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
PENYALURAN pupuk bersubsidi dan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) hingga perbaikan sistem irigasi, dianggap menjadi fondasi penting dalam transisi pertanian.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved