Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebanyak lima ekor harimau di Medan Zoo, Sumatra Utara, dilaporkan mati dalam beberapa waktu terakhir. Menanggapi hal itu, Ketua Forum Harimau Kita, Erni Suyanti, menyatakan perlunya pengawasan ketat terhadap pengelolaan lembaga konservasi guna memastikan kesejahteraan satwa.
Ia menyatakan perawatan satwa di kebun binatang wajib memenuhi prinsip-prinsip kesejahteraan, yakni bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari rasa tidak nyaman, bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit, bebas dari rasa takut dan stres serta bebas untuk mengekspresikan tingkah laku alamiah.
“Ini artinya dalam perawatan satwa harimau, kebun binatang harus punya pakan yang cukup sesuai kebutuhan, memiliki kandang yang bersih, aman dan nyaman sesuai dengan jenis satwa, adanya fasilitas kesehatan dan tenaga medis yang memadai, serta kontrol kesehatan secara rutin, meski di lingkungan areal yang terbatas namun harimau masih bisa mengekspresikan perilaku alaminya dengan pemberian environmental enrichment/ pengkayaan kandang, sebagai upaya untuk menghindari stress dalam kandang,” kata Erni saat dihubungi, Jumat (16/2).
Baca juga : Seekor Harimau Dijerat di Kebun Warga Jambak Pasaman
Terkait kasus matinya lima harimau di Medan Zoo, Balai Besar KSDA Sumatra Utara telah memberikan teguran sebanyak dua kali terhadap pengelola Medan Zoo agar pengelolaan satwa koleksinya memenuhi kesejahteraan satwa.
Berdasarkan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor P.22 tahun 2022 tentang Lembaga Konservasi, LK umum memiliki kewajiban di antaranya untuk mengelola intensif LK sesuai dengan etika dan kesejahteraan satwa, melakukan pemeriksaan kesehatan satwa secara reguler dan pencegahan penularan penyakit serta membangun infrastruktur di antaranya fasilitas kesehatan, sarana prasarana pemeliharaan.
“Dari hasil monitoring pihak-pihak terkait ketiga hal tersebut belum terpenuhi, tidak tersedia tenaga dokter hewan, fasilitas kesehatan/klinik belum ada, dan obat-obatan terbatas dan gudang obat tak terawat dan kotor, kandang sempit dan tidak layak. Hal ini bisa sebagai salah satu pemicu terjadinya kematian satwa secara beruntun, selain tua juga ditemukan adanya gangguan kesehatan yang kemungkinan tidak terdeteksi secara dini,” ungkap Erni.
Baca juga : Erha Tiada, Harimau Sumatra Penghuni Medan Zoo Tersisa 5 Ekor
Ia menegaskan, untuk itu fungsi monitoring, evaluasi dan pembinaan terhadap pengelolaan LK terutama yang memiliki izin memelihara harimau sumatra perlu diperkuat, serta peningkatan fungsi kontrol dan mekanisme penilaian kelayakan LK sebelum dinyatakan layak memelihara harimau.
“Perlu penerapan sistem sanksi dengan lebih ketat untuk temuan pelanggaran. Yakni jika ada LK yang menelantarakan satwa atau mengelola satwa yang tidak sesuai dengan etika dan kesejahteraan hewan, maka sanksi seperti pada peraturan perundangan terkait bisa diterapkan, yakni sanksi adminsitratif, denda hingga pencabutan izin LK,” pungkas Erni. (Z-11)
Baca juga : Spesies Kura-Kura Terancam Punah Endemik Rote Mulai Bertelur
Perlindungan satwa adalah bagian tak terpisahkan dari mitigasi bencana dan keseimbangan ekosistem.
Di tengah tekanan deforestasi, perubahan iklim, dan tuntutan pasar terhadap komoditas berkelanjutan pemerintah dan pelaku usaha kehutanan mulai menggeser paradigma pengelolaan hutan.
Pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia menuntut keterlibatan nyata lintas generasi, khususnya generasi muda.
KLH/BPLH menentapkan dua desa bagi sebagai desa konservasi untuk perlindungan Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) di kawasan Sungai Mahakam,
BERBAGAI komentar negatif terus dinarasikan dalam beberapa bulan terakhir ini terkait dengan komoditas nonmigas andalan utama ekonomi nasional, yakni kelapa sawit.
Kakapo, burung beo endemik Selandia Baru yang tak bisa terbang, terancam punah akibat siklus kawin langka dan keragaman genetik rendah. Ini penjelasan ilmiahnya.
Langkah ini dilakukan menyusul pengosongan aktivitas Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) serta pencabutan izin Lembaga Konservasi YMT oleh Menteri Kehutanan.
Melalui kolaborasi strategis, karya-karya Caleb diimplementasikan menjadi produk merchandise eksklusif yang dipasarkan melalui Beehive Store.
Pelanggan kini dapat memanfaatkan aplikasi KAI Logistik TRAX yang dilengkapi fitur pelacakan waktu nyata (real-time tracking).
Tak hanya penting untuk aktivitas warga kota, Tebet Eco Park juga menjadi habitat bagi para satwa. Di antaranya adalah burung, reptil, hingga amfibi.
Gajah yang dipaksa bekerja di lingkungan ekstrem berisiko mengalami stres dan cedera fisik.
GOOGLE merilis teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) SpeciesNet. Ini model AI yang mampu mengidentifikasi satwa liar dengan menganalisis foto dari kamera jebak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved