Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mencatat adanya peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di awal tahun 2024. Hal itu diungkapkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Imran Pambudi.
“Sesuai yang sudah kami prediksikan bahwa akan ada kenaikan kasus di awal tahun seiring dengan mulai masuk musim penghujan ditambah dengan iklim el nino yang berlangsung,” kata Imran saat dihubungi, Rabu (14/2).
Saat ini berdasarkan data Kemenkes, telah terjadi kenaikan kasus di sejumlah daerah. Yakni Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Klaten, Kabupaten Blora. Selain itu Provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo dan Lampung
Baca juga : 50% Pasien Dengue Tidak Merasakan Gejala
“Kami terus melakukan upaya pengendalian dengue melalui koordinasi dengan wilayah-wilayah terjadi kenaikan kasus untuk mencegah semakin meningkatnya kasus dengue,” pungkas dia.
(Z-9)
Baca juga : Pentingnya Peran Masyarakat dalam Lindungi Keluarga dari Ancaman DBD
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Sepanjang Januari 2026, setidaknya ditemukan 20 orang di Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung (Babel) terserang demam berdarah dengue (DBD).
SEBANYAK 2 orang meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Kabupaten Cirebon sepanjang 2025 lalu. Sepanjang 2025 lalu ada 1.169 kasus DBD di Kabupaten Cirebon.
Sejak awal Januari 2026, tercatat sebanyak 72 orang dinyatakan positif DBD.
Panduan lengkap pertolongan pertama Demam Berdarah (DBD) tahun 2026. Cara menjaga cairan, dosis obat penurun panas yang aman, dan mengenali tanda bahaya fase kritis.
Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah di bandara
Di Indonesia, gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi tantangan serius.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
MESKI hingga sore ini (27/1) Kemenkes memastikan nol kasus konfirmasi pada manusia, potensi penyebaran Virus Nipah di Indonesia dinilai "sangat nyata" dan tidak boleh diremehkan.
Untuk mencegah terjadinya penularan di Tanah Air, pemerintah melakukan berbagai upaya seperti memantau perkembangan situasi kejadian penyakit virus Nipah di India dan negara-negara lain,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved