Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGIE Setia Ariningsih, seorang pegiat bidang pendidikan, perempuan, dan kesehatan yang juga menjalani karier di salah satu perusahaan di Jakarta, meluncurkan sebuah buku berjudul Forged.
Buku ini menceritakan kisah kehidupan gadis bernama Alana, yang walau dengan rintangan dan banyaknya pihak yang merugikannya, dia tidak berhenti dan menyerah kepada keadaan.
Alana menggunakan tantangan demi tantangan yang dihadapinya sebagai tangga menuju mimpinya yang terwujud satu persatu dengan penuh keyakinan bahwa perjuangannya akan membuahkan kebaikan.
Baca juga : Pakar Pendidikan : Literasi Berperan Penting Wujudkan Indonesia Emas 2045
Buku yang ditulis berdasarkan kisah nyata ini diharapkan menjadi inspirasi bagi siapapun yang tengah berjuang. Sebab, ia percaya bahwa setiap manusia memiliki perjuangan masing-masing dan saling berbagi kebaikan dapat meringankan satu sama lain.
"Peluncuran buku ini menjadi tanda bahwa saya berhasil berjuang di tengah lika-liku kehidupan yang membawa saya jadi pribadi, perempuan, ibu, anak, saudari, teman yang lebih kuat untuk saya sendiri dan orang-orang yang saya cintai."
Baca juga : Nila Moeloek Tegaskan Perempuan Indonesia Wajib Berpendidikan dan Logis
"Saya berharap buku ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang yang mungkin sedang menjalani perjalanan masing-masing agar dapat mengambil makna dari perjalanan mereka dan menjadi lebih kuat serta bijak,” ujar Anggie pada peluncuran buku Forged, di Teater Pertunjukan Salihara, Jakarta, Selasa (30/1) malam.
Pada peluncuran buku karya pertamanya itu, Anggie juga membacakan monolog mengenai buku yang ditulisnya.
Monolog showcase ini sangat unik karena diperkaya dengan musik dan lagu-lagu yang amat berarti bagi perjalanan hidup Alana, tokoh utama dalam buku ini.
Baca juga : Pembelajaran Berbasis Tantangan Cetak Generasi Muda yang Tangguh
Pada showcase monolog ini juga diperkenalkan single terbaru dari Melisa Putri yaitu Bukan Jodoh yang dibawakan secara live dan akan diluncurkan dalam beberapa minggu ke depan.
Dibalut dengan busana cantik dari Ikat Indonesia by Didiet Maulana, Anggie dan Melisa menghadirkan pertunjukan yang membuat hadirin dapat merasakan perjuangan Alana dan membawa tamu undangan untuk melihat kehidupan dan perjuangan dari berbagai macam perspektif.
Baca juga : PP Salimah Komitmen Tingkatan Kualitas Hidup Perempuan, Anak, dan Keluarga
Acara ini juga dihadiri keluarga dan kerabat untuk merayakan orang-orang kuat yang membantu Anggie dalam menghadapi segala rintangan dalam kehidupannya, baik di masa lalu maupun di masa kini.
"Melalui buku yang saya tulis selama 6 tahun ini, kami juga berpesan ingin mengajak semua orang mewujudkan Indonesian Dream."
"Generasi muda harus berjuang walaupun hidup ditempa terus, karena selalu ada jalan untuk berkarya dan bangkit. Jangan memikirkan hal-hal yang membuat susah, tapi fokus apa yang kita ingin capai," tutup Anggie. (S-2)
Baca juga : Dorong Pendidikan, Pemberdayaan Kewirausahaan, dan Perlindungan Perempuan
Hendri Satrio menjelaskan, karya tersebut lahir dari keresahannya melihat pola komunikasi pejabat yang seringkali memicu polemik.
Ekoteologi bukan sekadar konsep akademik, melainkan kerangka berpikir yang menghubungkan manusia, alam, dan Tuhan.
Priyambudi Sulistiyanto resmi meluncurkan bukunya, Finding Kapiten Boodieman, dalam sesi Book Launch di Ubud Writers & Readers Festival 2025
Karya GKR Hemas berhasil menggambarkan dinamika peran DPD RI sejak reformasi hingga kini, serta menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antara pusat dan daerah.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengapresiasi peluncuran buku bertajuk yang ditulis dr Inez Nimpuno, MPS, MA, sebagai upaya menggencarkan edukasi tentang kanker payudara.
Buku kaya antropolog Jepang, Prof. Mitsuo Nakamura berjudul ‘Mengamati Islam di Indonesia 1971–2023’ Selasa (23/9) diluncurkan di Gedung Sardjito Universitas Islam Indonesia.
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Penutup tahun di Braga pun menjadi simbol transisi: menoleh ke belakang untuk menghargai proses, lalu melangkah ke depan dengan optimisme menyambut 2026 dan meraih mimpi.
Kemenpora bersama FAO mendorong keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Generasi muda Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan dalam cara mempersiapkan masa depan finansial mereka.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved