Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Presiden Joko Widodo menghadiri peletakan batu pertama atau groundbreaking Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Purwokerto, Rabu (3/1). Gedung baru itu rencananya akan dibangun setinggi 14 lantai dengan anggaran mencapai Rp200 miliar.
"Alhamdulillah hari ini kita akan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Tadi Pak Rektor menyampaikan semua mahasiswanya sudah berjumlah 17 ribu orang. Fakultas ada 11 fakultas. Bisik-bisik memang ruang kuliahnya kurang sehingga perlu dibangun gedung baru," ujar Jokowi usai peresmian peletakan batu pertama.
Dalam kesempatan itu, Kepala Negara kembali menyinggung soal bonus demografi yang diperkirakan bakal terjadi pada 2030. Bonus itu, menurutnya harus dimanfaatkan dengan baik agar Indonesia bisa menjadi negara maju.
Baca juga: Di Hadapan Petani Jateng, Presiden Ungkap Penyebab Sulitnya Mendapat Pupuk
"Biasanya sebuah negara kalau dapat bonus demografi itu bisa melompatkan negara itu menjadi negara maju atau tidak. Diberikan kesempatan untuk melompat jadi negara maju atau tidak," sambungnya.
Beberapa negara yang gagal memanfaatkan bonus demografi adalah negara-negara di kawasan Amerika Selatan. Jokowi mengatakan negara-negara itu sejak tahun 1970-an sudah menjadi negara berkembang. Namun, hingga saat ini mereka tetap jadi negara berkembang karena tidak bisa memanfaatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM).
Baca juga: Jokowi Ajak Masyarakat Awali 2024 dengan Optimisme
"Kenapa? karena tidak menggunakan kesempatan saat diberikan bonus demografi pada saat itu," tuturnya.
Oleh karena itu, menurutnya, Indonesia ke depan butuh pemimpin yang memiliki visi untuk membawa Indonesia menjadi negara maju.
"Pimpinan nasional itu tahu membawa negara ini maju ke arah apa. Dia harus mengerti sehingga saya sampaikan berhati-hati kita semuanya harus hati-hati karena ini kesempatan yang diberikan sekali dalam peradaban sebuah negara. Gerbangnya sudah keliatan. Tinggal buka dan ngisinya. Kalau buka dan ngisinya bener, tepat itulah negara maju indonesia yang kita impikan," tandasnya. (Z-11)
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
TIM Hukum DPP PDI Perjuangan (PDIP) menyatakan telah mendapat informasi bahwa Sekretaris Jenderal (Sekjen) Hasto Kristiyanto sudah ditarget agar masuk penjara
Dalam percakapan global tentang masa depan modal dan ekonomi Asia Tenggara, Indonesia bukanlah sekadar pasar negara berkembang, melainkan sebuah ekonomi kepulauan.
Proses mempertemukan pelaku usaha atau business matchmaking dianggap menjadi jurus ampuh bagi Indonesia untuk bisa keluar dari jebakan pendapatan menengah atau middle income trap.
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 7 yang diadopsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) adalah energi bersih dan terjangkau.
"Tagih utang iklim kepada negara maju. Bukan dagang karbon. Karena negara-negara maju punya utang iklim, mereka sudah pakai fosil duluan,"
WAKIL Menteri Keuangan II Thomas Djiwandono menyampaikan di tengah perlambatan ekonomi global, 108 negara berpotensi tidak berhasil naik kelas menjadi negara berpendapatan tinggi.
Wakil Menteri Luar Negeri RI Pahala Mansury menegaskan bahwa Indonesia akan terus memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved