Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di masa perayaan tahun baru 2024. Hal itu diungkapkan oleh Plt Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani.
“Meskipun kecenderungan secara umum sifat musim hujan relatif normal, akan tetapi potensi cuaca ekstrem dalam skala harian tetap harus diwaspadai, karena ada beberapa faktor dinamika atmosfer dalam skala regional dan lokal yang dapat berperan dalam memicu potensi cuaca ekstrem dalam skala harian tersebut,” kata Andri saat dihubungi, Jumat (29/12).
Menurut Andri, secara umum, per dasarian II Desember 2023, fenomena El Nino masih menunjukkan aktivitasnya dengan status moderat dan cenderung menjadi netral mulai Maret 2024.
Baca juga : Sebagian Bali Alami Cuaca Ekstrem Tiga Hari ke Depan
Kondisi tersebut berdampak tidak langsung terhadap durasi musim hujan yang relatif lebih pendek dan sifat musim hujan pada kategori normal hingga di bawah normal pada periode Desember-Januari-Februari secara umum di wilayah Indonesia.
Di sisi lain, ada sejumlah faktor dinamika atmosfer yang mempengaruhi cuaca. Pada Desember ini, Monsun Asia musim dingin mulai aktif yang mengindikasikan adanya angin baratan dan mulai masuknya musim hujan di wilayah Indonesia yang ditandai dengan terjadinya banyak hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Baca juga : Prediksi Cuaca Ekstrem, Jakarta di Guyur Hujan Hari ini dan Besok Kamis 28 Desember 2023
Selain itu fenomena Madden Jullian Oscillation (MJO) diprediksikan mulai aktif kembali di wilayah Indonesia mulai awal 2024, tepatnya mulai 1 januari hingga tanggal 15 Januari 2024. Aktifitas MJO tersebut dapat memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan dan potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia.
“Potensi tersebut dapat diawali di wilayah Sumatra dan Jawa pada periode tanggal 01-04 Januari 2024 dan diprediksikan cukup meluas ke wilayah tengah dan timur Indonesia hingga pertengahan Januari 2024. Dengan adanya Monsun Asia yang aktif dan disertai dengan adanya aktifitas MJO ini, maka potensi cuaca ekstrem hingga periode Januari 2024 perlu diwaspadai,” beber Andri.
Adapun, pada 31 Desember 2023 dan 1 Januari 2024, beberapa wilayah yang masih berpeluang terjadi hujan dengan intensitas sedang sampai lebat di antaranya Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Maluku, Papua Barat dan Papua.
Untuk wilayah Jabodetabek sendiri, berdasarkan analisis data saat ini potensi hujan intensitas sedang masih dapat terjadi pada periode siang hingga sore hari dan sedikit berlanjut pada malam hari sekitar jam 20.00-21.00 pada 31 Desember 2023.
“Hujan ini umumnya terkonsentrasi terjadi di wilayah Bogor, Depok, Tangsel, Bekasi Selatan, Jaksel, Jaktim, Jakbar, sebagian Jakpus dan Jakut,” imbuh Andri.
Lalu, menjelang tengah malam hingga dini hari 1 Januari kondisi cuaca umumnya berawan, sedangkan untuk potensi hujannya di wilayah Jabodetabek dapat terjadi lagi pada periode siang hingga sore.
”Potensi cuaca ini tentunya akan kami update terus setiap hari sesuai dengan kondisi terbarunya,” tambahnya. (Z-5)
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, cukup merata di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian timur, Pantura, dan Solo Raya.
New York City berduka setelah 18 orang tewas akibat suhu beku ekstrem yang melanda selama 13 hari.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG operasikan modifikasi cuaca (OMC) untuk cegah banjir Jakarta hingga 12 Februari 2026. Simak langkah mitigasi dan status pintu air terbaru.
Jakarta siaga banjir hingga 12 Februari 2026. BMKG prediksi hujan sangat lebat dan lakukan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana di Ibu Kota.
Kesalahan umum yang sering terjadi saat membuat resolusi adalah menetapkan target yang terlalu ekstrem.
Kiribati menghapus tanggal 31 Desember 1994 di wilayah timurnya demi menyatukan zona waktu nasional. Kini Kiribati jadi negara pertama sambut tahun baru.
SEPANJANG masa angkutan Nataru periode 18 Desember 2025-1 Januari 2026 kemarin, total pengguna Commuter Line di wilayah Jabodetabek tercatat sebanyak 15.025.081 orang.
Tragedi yang terjadi di Bar Le Constellation merenggut sekitar 40 nyawa.
Penyelidik masih menelusuri asal api, meski banyak saksi menggambarkan betapa cepatnya kobaran menyebar.
PERWIRA Pertamina memilih merayakan malam tahun baru di tengah masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved