Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BERDASARKAN informasi terbaru dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Provinsi DKI Jakarta berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada 27-28 Desember 2023. Peringatan dini cuaca mencakup potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
Dalam update BMKG, daerah-daerah di Jakarta yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem mencakup beberapa wilayah, antara lain:
1. Jakarta Pusat: Gambir, Menteng, Sawah Besar,
2. Jakarta Utara: Tanjung Priok, Koja,
3. Jakarta Barat: Tambora, Kebon Jeruk,
4. Jakarta Selatan: Kebayoran Baru, Pasar Minggu,
5. Jakarta Timur: Cakung, Jatinegara,
6. Jakarta Utara: Tanjung Priok, Koja.
Baca juga: BMKG Prakirakan Hujan Guyur Mayoritas Wilayah Indonesia pada Rabu
BMKG juga menyoroti kemungkinan terjadinya hujan lebat disertai petir dan angin kencang di beberapa wilayah di luar Jakarta. Terdapat daftar wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem, dengan 6 wilayah yang memiliki potensi hujan lebat, disertai petir dan angin kencang. Masyarakat yang berada di wilayah tersebut diminta untuk tetap waspada dan menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan menghadapi cuaca ekstrem.
Baca juga: BMKG Beri Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di Kepulauan Riau
Berikut ini adalah daftar wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem menurut BMKG yang akan terjadi pada 27, 28, 29 Desember 2023:
Aceh
Sumatera Utara
Riau
Kep. Riau
Bengkulu
Jambi
Sumatera Selatan
Kepulauan Bangka Belitung
Lampung
Banten
Jawa Barat
Jawa Tengah
DKI Jakarta
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Bali
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara TImur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Papua Barat
Papua
Selain itu, beberapa wilayah juga berpotensi mengalami hujan disertai kilat/petir dan angin kencang, yaitu:
Tanggal 27 Desember 2023:
1. DKI Jakarta
2. Maluku Utara
3. Maluku
4. Bali
Tanggal 28 Desember 2023:
1. DKI Jakarta
2. Nusa Tenggara Barat
3. Nusa Tenggara TImur
4. Bali
5. Kalimantan Selatan
Tanggal 29 Desember 2023:
1. Bali
2. Sulawesi Utara
3. Maluku
Terdapat pula potensi gelombang tinggi di beberapa area perairan, dengan ketinggian gelombang sedang (1.25 - 2.50 m) dan tinggi (2.50 - 4.0 m) di beberapa lokasi, seperti Selat Malaka, perairan Kepulauan Natuna, Laut Natuna Utara, dan lainnya. Masyarakat yang beraktivitas di perairan diminta untuk memperhatikan kondisi cuaca dan gelombang yang dapat berpotensi membahayakan. (Z-10)
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Berdasarkan data terbaru BMKG, status Siaga ini mencakup wilayah NTB, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat.
Desa Sangiang 1 KK terdampak serta 1 unit rumah rusak berat dengan total kerugian diperkirakan Rp20 juta.
Pada Kamis, 25 September 2025, cuaca di Indonesia diperkirakan bervariasi dari cerah hingga berawan dengan peluang hujan lokal. Beberapa wilayah berpotensi mengalami hujan lebat
Setiap kali petir menyambar, terbentuk gas nitrogen oksida (NOx), jenis polutan yang juga dihasilkan dari asap knalpot kendaraan.
Kemarau basah yang tengah terjadi membuat sebagian besar wilayah Indonesia masih akan dilanda hujan deras. Begitu juga dengan prakiraan cuaca BMKG pada Senin, 26 Mei 2025 hari ini.
Penelitian terbaru menemukan petir bisa muncul di planet ekstrasurya yang terkunci pasang surut. Tapi apakah bisa mendukung kehidupan?
Apabila petir menyambar pohon, energinya bisa melompat ke tubuh kita.
Empat petani yang sedang berteduh di saung bambu yang berada di kawasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Perhutani, tepatnya di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved