Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KEHADIRAN rokok elektronik atau vape diharapkan dapat menghentikan kebiasaan merokok. Ironinya peralihan ke vape malah membawa dampak negatif yang tak terduga. Penggunaan vape justru meningkatkan tingkat kecanduan dengan menawarkan sensasi tarikan halus, uap hangat, dan beragam rasa di mulut.
Berbicara tentang vape sebagai alternatif yang aman, harapan ini kandas ketika penelitian dan peringatan dari para dokter menunjukkan adanya potensi risiko serius. Dari kanker hingga cedera paru-paru, bahkan risiko kematian. Pada akhirnya, apa yang dianggap sebagai solusi untuk berhenti merokok justru membawa risiko kesehatan yang lebih besar.
Dalam pengembangan terkini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengambil sikap tegas dengan mendesak negara-negara untuk melarang semua jenis vape beraroma. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyoroti urgensi penerapan aturan ketat terkait vape. Tedros secara tegas menyuarakan keprihatinan terhadap rekrutmen anak-anak pada usia dini ke dalam penggunaan vape yang berisiko nikotin. Ini menjadi sorotan penting, karena generasi muda rentan terhadap pengaruh negatif vape.
Baca juga: Elfbar Kini Punya Teknologi Terbaru Quaq Mesh
Pentingnya tindakan ini diperkuat oleh pemahaman akan risiko kesehatan yang terkandung dalam cairan vape. Nikotin, formaldehida, dan akrolein yang dihirup dapat merugikan fungsi pernapasan dan kardiovaskular. Bahkan, partikel-partikel kecil dan perasa dari vape dapat memicu peradangan paru-paru, mengurangi efisiensi pernapasan, dan menghasilkan risiko kesehatan tambahan.
Lebih lanjut, WHO menyatakan perlunya langkah-langkah di negara-negara yang mengizinkan vape sebagai produk konsumen. Larangan pada semua rasa vape, pengaturan konsentrasi dan kualitas nikotin, serta penerapan pajak dianggap sebagai langkah penting untuk mencegah penggunaan vape dan mengatasi kecanduan nikotin.
Baca juga: Jumlah Perokok Indonesia Bertambah 8,8 Juta dalam 10 Tahun
Dalam pernyataannya, WHO menekankan urgensi langkah-langkah ini sebagai tindakan mendesak untuk melindungi anak-anak, non-perokok, dan untuk mengurangi dampak kesehatan pada populasi secara keseluruhan. Lebih dari sekadar produk konsumen, vape diakui sebagai ancaman terhadap kesehatan masyarakat, yang membutuhkan perhatian dan langkah-langkah preventif yang serius.
“Vape sebagai produk konsumen tidak terbukti efektif dalam penghentian merokok secara menyeluruh, bahkan muncul bukti yang mengkhawatirkan mengenai dampak kesehatan yang merugikan bagi masyarakat," demikian pernyataan WHO, menekankan perlunya langkah-langkah global untuk melawan permasalahan serius ini. (Z-3)
Merokok di dekat anak dapat memicu kerusakan organ tubuh secara menyeluruh, bahkan hingga menyerang sistem saraf pusat.
Sejumlah kebiasaan sederhana yang dilakukan tanpa disadari dapat merusak otak dan mengganggu kinerjanya
Asap rokok yang mengandung zat-zat seperti karbon monoksida dapat mengganggu fungsi oksigen dalam darah, sehingga tekanan darah ibu atau plasenta dapat meningkat.
Merokok meningkatkan risiko stroke hingga enam kali lipat. Ketahui bagaimana rokok memengaruhi pembuluh darah, otak, dan cara menurunkan risikonya dengan berhenti merokok.
KPAI berpandangan bahwa penguatan akan kesadaran terkait keseimbangan hak dan kewajiban perlu dilakukan dalam lingkungan satuan pendidikan.
Untuk lebih baiknya, perbanyak buah dan sayur untuk membantu membersihkan racun. Serta fokus pada manfaat jangka panjang seperti, paru-paru lebih sehat, risiko penyakit menurun
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Tiga tinjauan Cochrane yang ditugaskan WHO mengungkap potensi besar obat GLP-1 untuk penurunan berat badan, namun pakar peringatkan risiko jangka panjang.
WHO terus memantau sejumlah penyakit infeksi paru berat seperti flu burung, MERS, influenza berat, dan virus Nipah yang berisiko tinggi bagi kesehatan global.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi memasukkan virus Nipah (NiV) ke dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi memicu pandemi berikutnya.
DISEASE Outbreak News (DONs) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan laporan resmi meninggalnya pasien akibat infeksi virus Nipah (NiV) di Banglades
LEBIH dari 18.500 pasien di Gaza, Palestina, membutuhkan pengobatan medis khusus yang tidak tersedia di daerah kantong tersebut. Demikian menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved