Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membantah infonrmasi yang menyebutkan ikan pari jawa (urolophus javanicus) punah karena ulah manusia. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam KLHK Satyawan Pudyatmoko mengungkapkan ikan pari jawa kemungkinan besar sudah tergolong langka sejak lama.
“Memang diduga sebaran ini sangat terbatas di laut Jawa, dan kemungkinan populasinya sangat kecil sehingga risiko kepunahan sangat tinggi,” kata Satyawan kepada Media Indonesia, Rabu (20/12).
Menurut dia, ikan pari jawa hanya diketahui dari satu holotype yang dikoleksi sejak 1862, atau sekitar 161 ahun yang lalu. Sejak saat itu, spesies tersebut tidak ditemukan lagi dalam kegiatan survei. Satyawan pun menilai bahwa pernyataan ikan pari jawa yang merupakan kepunahan hewan laut pertama akibat ulah manusia adalah tidak benar.
Baca juga: Seekor Anak Badak Sumatra Lahir di Taman Nasional Way Kambas
“Faktanya, banyak jenis-jenis lain yang punah akibat ulah manusia, bisa karena over harvesting atau perusakan habitat,” imbuh dia.
KLHK sendiri senantiasa melindungi satwa-satwa yang memiliki jenis dan sebaran terbatas serta yang populasinya kecil.
“Tentu tidak boleh diburu dan habitatnya dijaga, baik luasannya maupun kualitasnya. Peningkatan kesadaran konservasi dan penegakan hukum harus dilakukan bersamaan dan terus-menerus,” tandas Satyawan.
Seperti diketahui, pari jawa (Urolophus javanicus) dinyatakan punah oleh tim penelitian internasional yang dipimpin oleh Charles Darwin University (UCD), Australia. Jenis pari ini dianggap sangat langka dan hanya tercatat sekali pada akhir abad ke-19.
Baca juga: Perburuan Satwa Langka Tinggi karena Rendahnya Hukuman bagi Pelaku
Para ilmuwan menyatakan bahwa sejumlah masalah menjadi penyebab hilangnya pari Jawa, salah satunya adalah aktivitas manusia. Informasi ini diungkap International Union for Conservation of Nature (IUCN) di Red List of Threatened Species terbaru.
Sejak 1964, Red List IUCN telah mengidentifikasi lebih dari 41.200 spesies yang menghadapi kepunahan secara global. Daftar ini memberikan informasi tentang jangkauan, habitat, dan tindakan konservasi yang menjadi dasar bagi pengambilan keputusan dan perubahan kebijakan yang diperlukan untuk melindungi spesies.
"Penangkapan ikan yang intensif dan umumnya tidak diatur kemungkinan besar merupakan ancaman utama yang menyebabkan penurunan populasi pari Jawa, dengan tangkapan ikan pesisir di Laut Jawa sudah mengalami penurunan pada tahun 1870-an," kata Julia Constance, peneliti utama tim.
Benaya Simeon, mahasiswa doktor di UCD yang mempelajari pari yang terancam punah di Indonesia, mengatakan bahwa meskipun survei sejak tahun 2001, tidak ada spesies tambahan yang ditemukan.
Dia menjelaskan bahwa ketiadaan spesies ini, yang ditandai dengan cakram sirip dada berbentuk oval lebih panjang daripada lebar, dan ekor dengan sirip dorsal di depan duri yang bisa menyengat dan sirip ekor, selama periode survei lebih lanjut mengkonfirmasi kepunahannya."Sejumlah lokasi pendaratan ikan di sepanjang pantai utara Jawa dan di seluruh Indonesia telah dimonitor secara ekstensif tetapi tidak ada laporan penampakan pari Jawa," kata Simeon. (Z-11)
Habitatnya yang terpencil dan metode pelacakan yang kurang efektif, menyebabkan ilmuwan berasumsi bahwa spesies ini telah punah. Apalagi di tengah maraknya aktivitas
Belangkas merupakan fosil hidup yang hanya terdiri dari empat spesies di dunia, tiga di antaranya terdapat di Indonesia.
Java stingaree, spesies ikan misterius yang tidak terdokumentasi selama lebih dari 160 tahun, dinyatakan punah tahun 2023 oleh ilmuwan dari Charles Darwin University, Australia.
Para peneliti berpendapat bahwa ketika iklim menghangat dan vegetasi bermekaran, serbuk sari dalam jumlah besar mungkin telah menyebabkan reaksi alergi pada mammoth
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa 43% bahasa di dunia, termasuk beberapa bahasa di Eropa, berisiko punah dalam abad ini.
Kepunahan dinosaurus 66 juta tahun silam, yang menandai akhir periode cretaceous dan awal periode paleogene, merupakan salah satu peristiwa kepunahan terbesar yang menjadi sejarah di bumi
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus perburuan ilegal satwa dilindungi di kawasan Taman Nasional (TN) Komodo.
Populasi satwa dilindungi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), seperti macan tutul jawa, elang jawa, dan owa jawa, semakin terancam punah.
Ditpolairud Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) berhasil menyelamatkan dua ekor penyu laut dilindungi dari upaya perburuan di perairan Desa Henga, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian spesies satwa Indonesia yang sudah terancam punah di alam.
Sebanyak 16 ekor satwa dilindungi berupa 13 ekor elang tikus dan 3 ekor elang bondol di Kabupaten Bangka Tengah, berhasil diselamatkan dari perdagangan satwa ilegal.
Pengungkapan kasus kepemilikan serta perdagangan satwa dilindungi di Polda Kepri, Batam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved